Nasib Buruk Toyota, Penjualan Menurun Kini Disalip Softbank Sebagai Perusahaan Paling Berharga di Jepang

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – SoftBank Group melampaui Toyota Motor sebagai perusahaan paling berharga di Jepang. Keuntungan dari AI yang kini tengah happening, mendorong grup teknologi ini melampaui produsen mobil terbesar di dunia itu.

Tercatat, saham SoftBank naik hingga 14% dalam perdagangan Tokyo pada Senin (1/6/2026), membawa nilai pasarnya di atas 48 triliun yen (306 miliar dolar AS), melewati Toyota yang memiliki kapitalisasi sebesar 46 triliun yen.

Bloomberg mencatat pergeseran ini menandai pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade SoftBank melampaui Toyota dalam nilai pasar termasuk saham treasuri.

Menurut publikasi tersebut, SoftBank terakhir kali memegang posisi tersebut secara singkat selama gelembung internet Jepang pada 2000.

Pergerakan ini mengakhiri kenaikan tajam SoftBank, dengan sahamnya naik lebih dari 90% tahun ini.

Di sisi lain, Toyota bergerak ke arah sebaliknya, turun lebih dari 10% karena produsen mobil menghadapi kenaikan biaya bahan bakar dan peralihan yang mahal ke kendaraan listrik dan platform berbasis perangkat lunak.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, keuntungan SoftBank didukung oleh taruhan ambisius pada OpenAI; Hingga saat ini, perusahaan tersebut telah menginvestasikan hampir $65 miliar ke OpenAI, yang diproyeksikan akan memberikannya kepemilikan saham sekitar 13% pada Oktober 2025.

Awal tahun ini, OpenAI dan SoftBank juga bersama-sama menginvestasikan $1 miliar di perusahaan infrastruktur digital AS, SB Energy, yang akan membangun dan mengoperasikan pusat data 1,2 GW untuk OpenAI di Texas.

Ketiganya sedang berupaya mengembangkan model baru untuk pembangunan pusat data, yang terkait dengan inisiatif Stargate yang dipimpin AS senilai $500 miliar yang berfokus pada AI dan infrastruktur energi.

FCV Toyota Penjualan Totota Anjlok Tiga Bulan Berturut-Turut

Disalip Softbank sebagai perusahaan paling berharga di Jepang, menambah penderitaan Toyota.

Pasalnya, Penjualan global Toyota Motor Corp. menurun untuk bulan ketiga berturut-turut pada April 2026, karena gangguan yang terkait dengan konflik Timur Tengah terus memengaruhi operasi dan ekspor di seluruh industri otomotif.

Produsen mobil terbesar di dunia itu mengatakan pada Kamis (30/5/2026) bahwa penjualan global, termasuk anak perusahaan Daihatsu Motor Co, turun 3,7% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 902.015 unit pada April lalu.

Meski demikian, produksi meningkat 3,4% dari tahun sebelumnya menjadi 933.685 unit.

Sejauh ini perusahaan berhasil menjaga pabrik tetap beroperasi meskipun terjadi gangguan pada jalur pengiriman melalui Selat Hormuz.

Namun, konflik yang berkepanjangan mulai mengungkap risiko yang lebih luas bagi produsen mobil global yang bergantung pada rantai pasokan yang terkait dengan Teluk untuk suku cadang, bahan baku, dan energi.

Ekspor Timur Tengah Anjlok Tajam

Menurunnya kinerja tak dapat dilepaskan dari melemahnya ekspor Toyota ke Timur Tengah. Tercatat ekspor turun 92% dibandingkan tahun sebelumnya pada April menjadi hanya 2.418 kendaraan.

Sebelumnya dalam pengumuman pendapatan Toyota pada awal April lalu, kepala akuntansi Takanori Azuma mengatakan bahwa produsen mobil tersebut mengekspor sekitar 500.000 hingga 600.000 kendaraan setiap tahunnya ke Timur Tengah.

Ia menambahkan bahwa perusahaan memperkirakan sedikit kurang dari setengah volume tersebut akan terpengaruh oleh gangguan regional.

Angka terbaru perusahaan tersebut menggarisbawahi tekanan yang semakin besar pada logistik dan arus perdagangan yang terkait dengan konflik tersebut.

Menurut laporan Nikkei, Toyota berencana untuk memperluas pengurangan produksi di luar negeri menjadi sekitar 83.000 kendaraan karena masalah logistik yang terkait dengan ketegangan regional.

Lemahnya Pasar China Menambah Tekanan

Selain penjualan di kawasan Timur Tengah yang hancur-hancuran, Toyota juga menghadapi permintaan yang lebih lemah di China, di mana produsen mobil Jepang terus berjuang dengan kondisi pasar yang sulit.

Tercatat, penjualan di China turun hingga 25% pada April lalu dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan mencatat bahwa permintaan di beberapa pasar utama tetap kuat, dengan pelanggan masih menunggu berbulan-bulan untuk model kendaraan tertentu.

Namun, Toyota mengatakan penjualan tahun lalu didorong oleh lonjakan pembelian menjelang pemberlakuan tarif dan peluncuran model kendaraan sport utility RAV4 baru, sehingga menciptakan basis perbandingan yang lebih sulit tahun ini.

Penjualan Honda dan Nissan Juga Anjlok

Produsen mobil Jepang lainnya juga melaporkan angka penjualan yang lebih lemah untuk April 2026.

Honda Motor Co. mengatakan penjualan globalnya turun 7,9% year-on-year menjadi 265.215 unit, sementara produksi global sebagian besar tetap stabil.

Begitu pun dengan Nissan Motor Co. melaporkan pada Jumat (31/5/2026) bahwa penjualan turun 7,6% menjadi 208.663 unit.

Penurunan ini menyoroti tantangan yang lebih luas yang dihadapi sektor ini karena ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan terus membebani operasional.

Prospek Laba Melemah

Pada awal April lalu, Toyota memperkirakan penurunan laba untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2027 karena produsen mobil tersebut bersiap menghadapi biaya bahan baku yang lebih tinggi terkait dengan gangguan yang disebabkan oleh perang di Iran.

Perusahaan memproyeksikan pendapatan operasional sebesar ¥3 triliun (sekitar $18,8 miliar).

Perkiraan tersebut berada di bawah ekspektasi analis dan lebih rendah dari ¥4 triliun (sekitar $23,8 miliar) yang dilaporkan pada tahun fiskal sebelumnya.

Para pemasok Toyota juga memperingatkan bahwa kekurangan pasokan yang terkait dengan konflik Iran mulai muncul.

Produsen mobil itu mengatakan akan sulit untuk mengimbangi dampak yang diperkirakan sebesar ¥670 miliar (sekitar $4,2 miliar) terhadap laba bersihnya akibat gejolak regional tersebut.

Produsen China Merangsek Posisi 10 Besar

Meski menghadapi prospek pasar yang sulit karena tekanan geopolitik, sejauh ini Toyota masih menempatkan diri sebagai produsen mobil terbesar di dunia, mengungguli dua pemain lainnya, Volkswagen Group, dan Hyundai.

Dilansir dari Paultan, sepanjang 2025, Toyota berhasil mencatatkan penjualan kendaraan secara global sebanyak 11.32 juta unit. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 4,65 persen dibandingkan 2024.

Angka penjualan global yang diraihnya selama 2025 merupakan hasil penggabungan dari seluruh merek di bawah payung Toyota, termasuk Lexus, Daihatsu, dan Hino.

Tepat di bawah Toyota atau di posisi kedua, dihuni oleh Volkswagen. Berdasarkan laporan penjualan yang mereka publikasikan perusahaan, selama 2025 pabrikan otomotif asal Jerman itu membukukan penjualan global sebanyak 8,98 juta unit.

Beda dengan Toyota yang mencatatkan pertumbuhan bila dibandingkan dengan 2024, penjualan Volkswagen justru turun tipis sekitar 0,51 persen.

Angka tersebut juga merupakan gabungan dari sejumlah merek di bawah grup Volkswagen, antara lain Porsche, Audi, dan Skoda, yang selama ini menjadi penopang utama kekuatan mereka di berbagai segmen pasar dunia.

Hyundai mencatatkan kenaikan penjualan tipis sebesar 0,6 persen menjadi 7,27 juta unit sepanjang 2025. Dengan capaian tersebut, pabrikan otomotif asal Korea Selatan itu sukses menggamit posisi ketiga sebagai produsen mobil terlaris di dunia.

Meski masih menjadi penguasa pasar mobil global, namun Toyota kini tengah menghadapi agresifitas produsen-produsen asal China.

Ancaman China terlihat semakin nyata pada 2025. BYD menjadi pabrikan otomotif asal China dengan peringkat tertinggi, berada di posisi keenam dengan penjualan global 4,6 juta unit atau tumbuhan 7,72 persen.

Di bawahnya, SAIC Motor mencatatkan pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 12,33 persen menjadi 4,51 juta unit dan menempati posisi ketujuh.

SAIC bahkan sukses mengungguli Ford yang harus turun ke peringkat kedelapan dengan 4,4 juta unit, terkoreksi 1,68 persen.

Posisi kesembilan diraih oleh Geely yang mencatat lonjakan signifikan sebesar 26,03 persen menjadi 4,12 juta unit.

Baca Juga: Samsung Wallet Bakal Dukung Kunci Digital Mobil Toyota

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU