Thursday, May 23, 2019
Home Selular Congress Adita Irawati, Sang Penjaga Reputasi Telkomsel

Adita Irawati, Sang Penjaga Reputasi Telkomsel

-

Jakarta, Selular.ID – Bagaimana rasanya mengawal banyak isu dari skala kecil hingga besar demi terjaganya reputasi perusahaan? Pertanyaan ini layak diajukan kepada Adita Irawati, VP Corporate Communication Telkomsel.

Bagaimana tidak, sepanjang hampir enam tahun berkarir di anak perusahaan PT Telkom itu, Adita harus menghadapi beragam isu yang datang dari segala penjuru dengan skala yang tidak main-main.

Salah satu kasus yang terbilang punya magnitude besar, adalah putusan pailit yang terjadi pada September 2012. Padahal saat itu, ia baru tujuh bulan bergabung bersama Telkomsel.

Saat itu publik dan dunia usaha di Indonesia digegerkan oleh keputusan pengadilan Niaga Jakarta Pusat (PN Jakpus) yang mengabulkan permohonan pailit.

Gugatan itu diajukan oleh PT Prima Jaya Informatika gara-gara tagihan hutang sebesar Rp 5,3 miliar yang dinilai sudah jatuh tempo.

Putusan pailit tentu sangat merugikan Telkomsel karena bisa mengancam kelangsungan usaha perusahaan. Padahal nilai utang yang menjadi pokok perkara hanya secuil dari laba bersih perusahaan pada 2011 yang mencapai Rp 12,8 triliun. Selain itu, utang tersebut bahkan bisa dibilang receh mengingat Telkomsel memiliki aset Rp 58,7 triliun.

Bagi Adita dan juga manajemen Telkomsel, keputusan hakim yang mengabulkan gugatan pailit bak petir di siang bolong.

Bagaimana mungkin perusahaan yang bonafid seperti Telkomsel harus dibangkrutkan karena utang yang tak sebanding dengan pendapatan yang diraih perusahaan setiap tahunnya.

Namun itulah logika hukum yang terkadang sulit dipahami oleh publik dan perusahaan.

Alih-alih berkonfrotasi dengan putusan yang mengundang polemik itu, Adita lebih memilih untuk memaksimalkan kinerja komunikasi perusahaan yang memiliki peran strategis, terutama pendekatan kepada seluruh stake holder, termasuk media-media massa sebagai corong pemberitaan.

Seiring dengan langkah hukum yang dilakukan perusahaan, tim corporate Communication Telkomsel yang dipimpin Adita terus berupaya mengelola isu ini secara profesional.

Pesan-pesan positif terus diperbanyak melalui berbagai saluran komunikasi, baik media konvensional, elektronik, maupun media digital. Tujuannya agar Telkomsel terhindar dari krisis PR.

Pada akhirnya kita ketahui, Telkomsel menang dalam putusan kasasi sekaligus selamat dari ancaman pailit. Bagi Adita, strategi penanganan isu yang terbilang sangat berat itu pun berbuah manis.

Oleh sejumlah lembaga seperti MIX Media, tim PR Telkomsel diganjar penghargaan sebagai Best of the Best Corporate PR pada Indonesia PR Program of the Year 2013.

Keberhasilan tim ini dalam menangani isu pailit, berdampak sangat positif bagi reputasi Telkomsel yang menjadi tulang punggung perusahaan induknya, PT Telkom.

Pasca penanganan isu pailit yang terbilang sukses, tak membuat Adita menjadi jumawa. Ia sadar, sebagai perusahaan yang sangat sehat karena mampu mencetak laba yang signifikan ditengah pasar yang sudah jenuh, membuat Telkomsel kerap menjadi sasaran tembak dari berbagai pihak.

Dan benar saja, dalam beberapa tahun terakhir terakhir, Telkomsel kembali masuk dalam pusaran isu yang cukup menguras energi.

Sebut saja persoalan tarif interkoneksi, PP network sharing dan frekwensi sharing yang diajukan oleh Kemenkominfo, serta peretasan situs resmi Telkomsel karena tudingan tarif internet mahal.

Namun berbagai isu tersebut tetap dihadapi oleh Adita dan tim Corcom Telkomsel secara profesional. Kuncinya adalah mengembangkan prinsip keterbukaan kepada media dan tidak bersikap konfrontatif.

Haram hukumnya menyudutkan pihak lain termasuk pemerintah, meski pemerintah mungkin saja keliru dalam mengambil kebijakan.

Begitu pun dengan media, ia tak pernah mendikte media untuk menulis sesuai keinginan pihaknya, apalagi mengintervensi pemberitaan.

Hal yang umum, hanya sebatas klarifikasi jika pemberitaan yang dinilai negatif sudah tayang. Sehingga pembaca memperoleh subyek isu yang yang berimbang.

Di sisi lain, Telkomsel tetap menunjukkan prinsip comply terhadap aturan yang dibuat oleh regulator, sebagai bagian dari corporate good governance.

Dalam kondisi pasar yang ketat, Adita sadar bahwa ujian sesungguhnya dari divisi yang dipimpinnya adalah ‘serangan’ yang tak terduga.

Itu sebabnya, ia selalu mewanti-wanti setiap individu dalam tim agar tidak sekadar menjadi “mulut,” namun juga harus mampu menjadi “mata” dan “telinga” bagi perusahaan agar program komunikasi yang direncanakan menjadi efektif dan akurat.

Apalagi, tantangan yang dihadapi dalam menjalankan fungsi kehumasan kini bertambah berat mengingat media di era digital saat ini menjadi lebih terbuka, dan lebih bebas menyampaikan pemberitaan.

“Di satu sisi hal tersebut berdampak positif, namun di sisi lain, hal ini kadang tidak diimbangi dengan etika jurnalistik. Sesuatu yang ‘sensasional’ dan meresahkan—dengan mengabaikan akurasi, malah sering menjadi acuan”, ujarnya.

Namun, berbekal pendekatan dan relasi yang sudah kuat terjalin dengan para awak jurnalis dari berbagai media massa, Adita yakin bahwa media pada akhirnya dapat menilai mana pemberitaan yang layak untuk diangkat, mana berita yang sekedar bombastis belaka.

Nah, dengan sederet kinerja yang terbilang cemerlang itu, wajar jika dalam perhelatan Selular Award 2018 yang digelar oleh Selular Network di Jakarta (3/5/2018), Adita diganjar sebagai “Excellent in Media”.

Selamat buat Adita Irawati dan tim Corporate Communication Telkomsel!

Semoga semakin sukses di masa yang akan datang.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest