Friday, April 26, 2019
Home News BRTI Enggan Tanggapi Pembentukan Panja Interkoneksi

BRTI Enggan Tanggapi Pembentukan Panja Interkoneksi

-

I Ketut Prihadi Kresna, Anggota BRTI
I Ketut Prihadi Kresna, Anggota BRTI

Jakarta, Selular.ID – Penerbitan aturan tarif baru interkoneksi belum menemui titik akhir. Hingga akhir Januari ini, belum ada tanda-tanda dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk menetapkan tarif interkoneksi antar operator.

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memang sempat meminta Kominfo untuk menunda penetapan tarif baru interkoneksi di tahun lalu, menyusul polemik yang terjadi dan menilai Kominfo tidak mempunyai dasar perhitungan yang tepat dalan penentuan kebijakannya.

Oleh karena tak kunjung usai, DPR pun kemudian membentuk Panitia Kerja (Panja) interkoneksi beberapa hari lalu. Terkait tindakan ini, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia tak mau menanggapi lebih jauh.

“BRTI tidak dalam kapasitas untuk menanggapi pembentukan Panja tersebut,” ujar Ketut Prihadi Kresna, Komisioner BRTI, kepada Selular.ID

Menjelang akhir Januari ini penetapan tarif baru interkoneksi belum ada kejelasan. Ketut mengatakan bahwa hingga saat ini proses penetapan biaya interkoneksi yang baru masih terus dilakukan untuk menentukan besaran biaya yang pas. Proses ini yang tengah digodok oleh pihak verifikator independen.

Sambil menunggu, saat ini operator masih menggunakan ketentuan yang lama dalam penetapan tarif interkoneksi. Sebab surat baru yang keluar di November 2016 mempunyai masa aktif hingga Januari 2017.

Acuan lama artinya operator kembali pada tarif interkoneksi Rp 250 per menit panggilan telepon. Sedangkan acuan baru, merujuk ada Surat Edaran (SE) No. 1153/M.Kominfo/PI.0204/08/2016, adalah Rp 204 per menit panggilan telepon.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest