spot_img
BerandaNewsSoal Perang Tarif Data Internet, BRTI: Ini Merupakan Strategi Operator Untuk Bersaing

Soal Perang Tarif Data Internet, BRTI: Ini Merupakan Strategi Operator Untuk Bersaing

-

Jakarta, Selular.ID – Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengungkapkan bahwa perang tarif data paket internet operator memasuki babak baru dan diperkirakan bakal berkepanjangan sampai tahun 2021, dampak dari pandemi Covid-19 dan masa resesi ekonomi Indonesia.

Kendati demikian, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Kominfo I Ketut Prihadi menilai sejauh ini tidak terjadi hal-hal yang perlu diintervensi oleh pemerintah/regulator untuk mencampuri strategi penerapan tarif paket data internet dari operator seluler.

“Para operator seluler masih mampu menerapkan strategi penerapan tarif, melakukan inovasi produk-produk baru maupun melakukan eifisiensi di perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan tersedianya layanan paket data internet yang beragam, yang dapat dipilih oleh pelanggan sesuai kebutuhan dan keinginan. Yang perlu dijaga oleh regulator dalam hal ini adalah kualitas layanan yang diterapkan dengan tarif yang relatif murah ini,” jelas Ketut, kepada Selular.ID.

Baca juga: Pengamat: Ingatkan Dampak Negatif Dari Perang Tarif Data Internet

Ketut menilai penerapan tarif jasa telekomunikasi, khususnya tarif paket data internet saat ini sebatas strategi masing-masing operator untuk tetap dapat bersaing di tengah ketatnya kompetisi.

“Selain itu, dengan adanya pandemi maka semakin banyak masyarakat yang membutuhkan akses internet, khususnya melalui layanan seluler, untuk melakukan aktivitas kerja maupun belajar/mengajar. Operator seluler pasti melihat kondisi ini dan berusaha untuk tetap eksis, bahkan jika dimungkinkan berusaha untuk mengakuisisi pelanggan operator seluler lain,” paparnya.

Baca juga :  GTA: The Trilogy Remaster Meluncur Awal 2022, Bisa Dimainkan di Ponsel Android!

Lalu jika ditinjau dari sisi kompetisi dan penyediaan layanan telekomunikasi, “menurut saya keadaan ini tidak masalah.  Yang harus diperhatikan adalah kualitas layanan yang disediakan jangan diabaikan karena tarif yang relatif murah. Artinya, kepentingan pelanggan tetap harus diperhatikan,” sambung Ketut.

Baca juga: XL Axiata: Sharing Spektrum 4G Seharusnya Diperbolehkan

Di masa krisis seperti saat ini dan berlanjut sampai 2021, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) kemungkinan akan masih diterapkan, kebutuhan dan aktivitas masyarakat pun masih berlangsung, Ketut memahami jika strategi penerapan tarif seluler oleh para operator akan tetap seperti di tahun sebelumnya.

Baca juga :  Android 12 Resmi Bawa Nama Makanan Penutup, Snow Cone

Masing-masing operator seluler tentunya sudah dapat menghitung sendiri kesehatan perusahaannya pada saat menerapkan tarif. Dari beberapa komponen pembentuk tarif, mana yang bisa diefisienkan dan mana yang tidak bisa.

“Menurut saya pasti sudah diperhitungkan oleh para operator seluler. Saya optimis bahwa masa-masa pandemi dan resesi yang dihadapi ini dapat dilalui dengan baik oleh para operator seluler. Dari kinerja keuangan triwulan ke-3 tahun 2020 ini, terlihat bahwa masing-masing operator seluler kinerjanya keuangannnya cukup baik,” tandas Ketut.

spot_img

Artikel Terbaru