Selular.ID -

Kisah Bangkitnya Lenovo: Dari Rugi $ 128 Juta ke Laba $ 521 Juta

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Lenovo pernah beberapa kali mengalami kerugian dalam sejarah keuangannya. Momen kerugian terbesar yang diderita raksasa teknologi itu, tercatat pada periode 2015 – 2016.

Tak tanggung-tanggung, saat itu Lenovo boncos hingga $128 juta.

Kerugian tersebut dipicu oleh sejumlah faktor utama. Di antaranya biaya restrukturisasi yang  sangat besar, serta akuisisi bernilai tinggi, ketika perusahaan nekat mengambil alih Motorola dan bisnis server milik IBM.

Di sisi lain, Lenovo menghadapi persaingan pasar yang sangat ketat. Kerasnya persaingan dengan pemain-pemain sejenis, membuat penjualan Lenovo melemah di pasar global pada saat itu.

Sebelumnya, seperti terjadi pada 2009, Lenovo juga sempat mengalami kerugian besar akibat krisis ekonomi global.

Kondisi itu membuat Lenovo harus mengalihkan fokus bisnis dan mengembalikan dominasi manajemen ke pasar dalam negeri.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Meskipun begitu, Lenovo secara historis selalu berhasil melakukan pemulihan dan kembali mencetak laba pasca krisis tersebut.

Faktanya, raksasa komputer pribadi dan elektronik Lenovo, kini kembali leading di era digital yang mengubah landscape industri global.

Lenovo sukses membukukan pertumbuhan pendapatan yang kuat yang didorong oleh bisnis kecerdasan buatan yang tengah berkembang pesat.

Pendapatan grup untuk kuartal Maret 2026, mencapai $21,6 miliar, naik 27% tahun-ke-tahun — tingkat pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun untuk perusahaan multinasional China yang berbasis di Hong Kong ini.

Baca Juga: Lenovo Garap Smartphone Gaming Legion Y70 Refresh

Lonjakan pendapatan mendorong laba bersih yang tumbuh hampir enam kali lipat menjadi $521 juta. Hasil setahun penuh mencapai rekor.

Performa yang menonjol adalah pendapatan terkait AI, yang melonjak hingga 84% pada kuartal keempat 2025 dan menyumbang lebih dari sepertiga dari total pendapatan grup.

Kategori ini mencakup perangkat seperti PC dan ponsel pintar dengan unit pemrosesan saraf, server dengan unit pemrosesan grafis, dan layanan.

Imbas kinerja keuangan yang kuat, saham Lenovo melonjak 19,32% pada Jumat (22/5), seperti dilaporkan  CNBC.

Dengan kinerja yang semakin solid, Lenovo menargetkan untuk menjadi perusahaan senilai $100 miliar dalam dua tahun ke depan, kata Ketua dan CEO Yuanqing Yang dalam sebuah pernyataan, dengan sebagian besar rencana pertumbuhan bergantung pada AI. Kapitalisasi pasarnya saat ini sekitar $24 miliar.

Strategi “AI Hibrida” Lenovo mencakup AI personal di seluruh perangkatnya, serta bisnis AI perusahaan, yang berfokus pada membantu pelanggan memanfaatkan data mereka untuk wawasan dan nilai bisnis.

Kinerja keuangan yang kuat, sejalan dengan pencapaian strategis lainnya, meski pasar dikerubungi banyak pesaing.

Lenovo mampu mempertahankan posisinya sebagai vendor PC teratas dunia pada kuartal keempat 2025, dengan pangsa pasar global mencapai 24,4%.

Baca Juga: Lenovo Beri Isyarat Kehadiran Legion Tab Masuk Indonesia

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU