Regional GM Uber Technologies : Uber Bukan Taksi Ilegal

Mike Brown, Regional General Manager, Southeast Asia, Uber Technologies.
Mike Brown, Regional General Manager, Southeast Asia, Uber Technologies.
Mike Brown, Regional General Manager, Southeast Asia, Uber Technologies.

Jakarta, Selular.ID – Serupa dengan Gojek, Uber adalah sebuah aplikasi di smartphone. Bedanya, kalau Gojek diperuntukkan pengguna yang ingin memesan ojek (motor sewa), sementara Uber untuk memesan mobil sewaan. Melalui Uber, Anda bisa memesan mobil rental, hanya melalui aplikasi.

Namun, DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta menyebutkan bahwa model bisnis yang dipakai Uber melanggar UU tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya. Uber dikatakan sebagai sarana transportasi ilegal. Sebab, Uber tidak memiliki izin dan tidak memenuhi syarat-syarat operasional untuk sebuah sarana angkutan umum (uji kir dan plat kuning).

Menanggapi  hal tersebut, Mike Brown, Regional General Manager, Southeast Asia, Uber Technologies, ketika diutemui Selular.ID di Jakarta (15/6/2015), menegaskan bahwa Uber bukan layanan taksi. Uber hanya sebuah aplikasi mobile yang menjadi penghubung antara penumpang dan pemilik rental mobil. Uber bermitra dengan perusahaan rental mobil yang memiliki kendaraan berlisensi untuk disewakan.

“Mobil-mobil tersebut tidak bisa diberhentikan di jalan raya layaknya taksi. Kalau begitu, baru bisa disebut ilegal,” ujarnya.

Mike bersikukuh bahwa Uber tidak memiliki mobil-mobil tersebut, juga tidak punya pegawai pengemudi, Uber hanya aplikasi yang bekerja sama dengan rental mobil yang memiliki izin usaha menyewakan kendaraan selama ini. “Uber hanya memfasilitasi calon penyewa dan pemilik kendaraan,” pungkasnya.