Sunday, August 25, 2019
Home News E-Commerce Uber Rugi Rp74 Triliun Q2-2019

Uber Rugi Rp74 Triliun Q2-2019

-

Jakarta, Selular.ID – Uber baru saja melaporkan pendapatan kuartal kedua sebagai perusahaan publik, dan itu banyak tinta merah. Raksasa ride-hailing itu melaporkan kerugian sebesar $5,24 miliar atau setara Rp74 triliun dalam tiga bulan terakhir.

Pendapatan yang dilaporkan Uber adalah $3,17 miliar (setara Rp45 triliun). Lyft, yang juga melaporkan pendapatannya, bernasib lebih baik dengan membukukan kerugian $644 juta selama kuartal kedua tersebut.

Menambah angka-angka itu lebih banyak, EBITDA Uber merugi $656 juta, sementara Lyft kehilangan $197 juta.

“Strategi platform kami terus memberikan hasil yang kuat, dengan Trips naik 35% dan Pemesanan Bruto naik 37% dalam mata uang konstan, dibandingkan dengan kuartal kedua tahun lalu,” kata CEO Uber Dara Khosrowshahi dalam sebuah pernyataan.

“Pada bulan Juli, platform Uber mencapai lebih dari 100 juta Konsumen Aktif Bulanan untuk pertama kalinya, karena kami menjadi bagian yang lebih dan lebih integral dari kehidupan sehari-hari di kota-kota di seluruh dunia.”

Kerugian Uber kuartal ini jauh melebihi estimasi analis, apalagi Uber pernah menjuluki 2019 sebagai “tahun investasi,” yang seharusnya menjadikan tahun ini sebagai ladang emas perusahaan.

CEO Uber juga sering berbicara tentang konsep-konsep abstrak, seperti “total addressable market” (TAM). Itu termasuk hal-hal seperti pengiriman makanan, mobilitas pribadi, dan pengiriman barang.

Sebagai referensi, Bank Dunia memperkirakan PDB global sekitar $80 triliun pada 2017. Uber mengatakan bisa menangkap 15 persen dari semua aktivitas ekonomi global. Seharusnya itu akan menggairahkan investor.

Latest