Tuesday, September 17, 2019
Home News E-Commerce Airbus Tantang Uber di Udara

Airbus Tantang Uber di Udara

-

Jakarta, Selular.ID – Sebelum diambil alih oleh Grab untuk kawasan operasional Asia Tenggara, Uber pernah mengujicoba Uber Copter di Indonesia, yaitu layanan antar jemput menggunakan helikopter. Berkat ‘taksi udara’, pengguna bisa terhindar dari kemacetan jalan raya di darat.

Sayangnya, Grab Indonesia tidak meneruskan layanan uji coba tersebut di sini, namun perusahaan terus menyajikan Uber Copter untuk pelanggannya di luar kawasan ini. Nah, tampaknya Uber segera mendapat pesaing kuat untuk lalu lintas udara.

Pasalnya, raksasa industri penerbangan Aeronautics Airbus menghadirkan layanan antar-jemput menggunakan helikopter melalui anak perusahaannya yang bernama Voom.

Dikutip dari FastCompany, layanan perjalanan udara berdasarkan permintaan itu akan mengudara di langit Amerika pada tahun 2019. Pembangunan shuttle helikopter Airbus Voom akan dimulai pada musim gugur ini, setelah sebelumnya secara eksklusif tersedia di Amerika Latin.

Di AS, Uber mengumumkan layanan Uber Copter sendiri awal bulan ini, yang akan menyediakan layanan dari bandara Manhattan ke JFK mulai Juli, dan pesaing Blade juga sudah menawarkan layanan serupa antara Kota New York dan tiga bandara wilayahnya, serta rute antar-jemput udara Bay Area.

Selain di AS, Airbus Voom berencana berekspansi ke Asia pada tahun 2019, menurut FastCompany, dan menargetkan mencakup 25 kota secara global pada tahun 2025 dengan volume penumpang yang diantisipasi dua juta orang per tahun.

Ketiga perusahaan di atas melihat layanan helikopter mereka sebagai titik masuk bagi pergeseran yang direncanakan untuk menggunakan pesawat electric vertical takeoff and landing (eVTOL).

Antar-jemput bandara tampaknya menjadi contoh penggunaan yang sempurna untuk layanan taksi udara awal ini, karena mereka sangat mengurangi waktu perjalanan pada jam-jam sibuk, dan juga melayani pelanggan yang cenderung sering bepergian dan bisa mempunyai dana untuk membayar perjalanan $200 atau sekitar Rp2,8 juta.

Sekarang, apakah Grab akan menghidupkan kembali layanan udara milik Uber di Asia Tenggara atau akan menjadi penonton ketika Airbus menginvasi kawasan dengan Voom, kita tunggu saja.

Latest