Beranda News Startup Startup Lokal Go-Jek Dorong Pengendara Ojek Lebih Aktif

Startup Lokal Go-Jek Dorong Pengendara Ojek Lebih Aktif

-

Mitra Go-Jek (foto: Cho/Selular.ID)
Mitra Go-Jek (foto: Cho/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – Aplikasi mobile bisa menjadi sumber mata pencaharian penting bagi pengusaha startup. Bermodalkan software dan media internet, perusahaan startup (perintis) mampu menggali ‘tambang emas’ yang bisa sekalian mengarah ke pembentukan tren gaya hidup. PT Go-Jek Indonesia menggarap aplikasi booking ojek bernama Go-Jek, dengan menjanjikan layanan antar-jemput customer secara profesional.

Didirikan sejak 2011, Go-Jek saat ini telah menampung lebih dari 1000 armada ojek di seluruh Jabodetabek. Pasukan motor ojek ini sudah melayani hampir 100 pelanggan yang berasal dari kalangan korporat Go-Jek.

Untuk beroperasi hingga kini, Go-Jek Indonesia sendiri telah memperkerjakan 70 karyawan. Seluruhnya bekerja di bawah komando Nadiem Makarim, Chief Executive Ojek, yang kiprahnya di perusahaan teknologi berbasis mobile tak usah dipertanyakan lagi. Nadiem pernah menjadi petinggi Zalora Indonesia dan Kartuku.

Dalam mengembangkan model bisnisnya yang masih prematur, Go-Jek menerapkan sistem bagi hasil dengan pungutan 20 persen dari pemasukan mitra ojek. Selebihnya, 80 persen masuk ke kantung driver.

“Kami tidak memungut komisi banyak kok. Karena bagaimanapun yang bekerja di lapangan kan tetap si driver. Go-Jek hanya menyediakan teknologinya,” papar Nadiem Makarim kepada tim Selular.ID di Jakarta Selatan (20/1/2015). Bahkan, guna memotivasi driver agar giat mengejar pengguna, Go-Jek akan memberikan bonus Rp50.000 per hari setelah berhasil mendapatkan lima pelanggan Go-Jek – tidak berlaku akumulasi.

“Kami merubah kebiasaan lama tukang ojek yang berdiam mangkal menjadi aktif dan mau mengantar bukan hanya orang, tapi juga barang,” timpalnya.

Hampir sebagian besar driver Go-Jek mengaku senang atas kehadiran aplikasi ini. Bila mereka sebelumnya hanya menunggu penumpang datang, kini driver sendiri harus aktif mencari pelanggan demi pundi-pundi uang yang terus bertambah. “Ibaratnya sekarang saya jemput bola dan tiap saat harus cek ponsel untuk mendapat pelanggan,” kata Irwan, salah seorang driver Go-Jek basis Cawang.

Sekali memesan Go-Jek, pengguna langsung dikenakan tarif awal Rp25.000 untuk jarak tempuh maksimal 6km. Kemudian, ‘argo’ bakal mengenakan biaya perjalanan Rp4.000 tiap jarak 1 (satu) kilometer.

Untuk perangkat genggamya sendiri, pihak Go-Jek Indonesia sudah menyediakan smartphone ZTE dengan pembayaran menyicil Rp20.000 tiap minggu selama 25 kali. Tak hanya smartphone saja, Go-Jek juga telah mengedukasi terkait pemakaian aplikasi dan fitur pendukung lainnya terutama menggunakan maps.

Dalam menjajaki peluang bisnis yang lebih besar lagi, Go-Jek Indonesia terus membuka pintu kerja sama selebar-lebarnya. Seperti tidak menutup kemungkinan bakal menggandeng operator telekomunikasi di negeri ini agar memantapkan langkah mereka di bidang transportasi ‘ramah’ konsumen. Di target ekspansi operasional, Go-Jek akan merambah area lain yang dianggap potensional selain Jabodetabek.(Ind)

Artikel Terbaru