31 August 2014 10:00
Isu mempekerjakan anak di bawah umur di pabrik-pabrik ponsel kembali mengemuka. Tuduhan sengit yang dilontarkan oleh pengawas China Labor Watch yang berbasis di New York, menyebut Samsung dan Lenovo telah melanggar undang-undang ketenagakerjaan Cina. Dalam sebuah pernyataan minggu lalu, China Labor Watch mengatakan telah menemukan lebih dari 10 anak yang bekerja di pabrik HEG, selama investigasi yang berlangsung pada Juli dan Agustus.
Lembaga ini juga mengatakan penyelidikan telah menemukan lebih dari 100 pekerja mahasiswa yang tidak dibayar upah lembur atau subsidi shift malam. Pekan lalu, pengawas itu telah menyampaikan berbagai bukti dengan Samsung, dan menuntut pemasok membayar upah beberapa siswa tersebut. Sayangnya, tidak dikatakan apakah Samsung mengambil tindakan pada masalah pekerja anak.
Namun, tudingan tersebut telah disangkal oleh HEG Technology, sebuah perusahaan pemasok Samsung dan Lenovo yang berbasis di Tiongkok pada Kamis ini (28/8). Pihaknya mengatakan tidak pernah mempekerjakan anak-anak.
Setali tiga uang, Samsung Electronics juga sependapat tidak pernah menemukan anak-anak atau siswa yang bekerja pada lini produksi Samsung di pabrik yang berbasis di Huizhou, Guangdong. Vendor kebanggaan Korsel itu meyakini semua pekerja yang bekerja di pabriknya berada dalam usia kerja sesuai hukum.
Seorang karyawan bernama Zeng di departemen sumber daya manusia HEG Technology mengatakan kepada Reuters (28/8/2014), bahwa perusahaan belum pernah menyewa anak-anak dan perusahaan memiliki sistem pengenalan wajah untuk memastikan pekerja tidak di bawah umur.
Untuk produk Samsung, HEG mempekerjakan pekerja berusia 18 tahun keatas sedangkan usia minimum untuk pekerja pada lini produk Lenovo adalah 16 tahun, katanya.
Sementara itu, seorang juru bicara Lenovo mengatakan perusahaan itu akan melihat ke dalam laporan. (Choi)

 

Sumber : http://www.reuters.com/