Sabtu, 2 Maret 2024

Manfaatkan Keunggulan AWS, Project Kuiper Tawarkan Kemampuan Private Network Kepada Pelanggan

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Project Kuiper milik Amazon mengumumkan rencana untuk menawarkan kemampuan jaringan pribadi (private network) dalam kemitraan dengan Amazon Web Services (AWS).

Langkah ini akan memungkinkan pelanggan perusahaan, operator, dan sektor publik untuk memindahkan data ke wilayah cloud mana pun tanpa menyentuh internet publik.

CEO AWS Adam Selipsky mengumumkan layanan konektivitas pribadi pada konferensi re:Invent perusahaan (28/11/2023).

Amazon menyatakan Project Kuiper berencana menggunakan infrastruktur dan layanan AWS untuk menawarkan “layanan konektivitas ujung ke ujung yang fleksibel dan aman kepada pelanggan untuk membantu mereka menghubungkan orang, fasilitas, dan peralatan”.

Amazon menyatakan jaringan satelit orbit rendah Bumi (LEO) Project Kuiper dirancang untuk menghubungkan berbagai pelanggan perusahaan, telekomunikasi, dan pemerintah.

Ke depannya, Project Kuiper akan menawarkan opsi serupa untuk memindahkan data secara pribadi ke pusat data milik pelanggan atau cloud publik lainnya.

Rajeev Badyal, VP teknologi Project Kuiper, menyatakan bahwa menjalankan jaringan di cloud berarti perusahaan dapat dengan cepat memperluas layanan konektivitasnya secara global “dan membantu pelanggan bisnis kami mengakses data dan layanan yang mereka butuhkan dari hampir semua lokasi di dunia”.

Setiap antena Project Kuiper terhubung ke wilayah AWS terdekat melalui serat khusus. Dari sana, perusahaan dapat mengirimkan lalu lintas ke internet atau merutekannya ke sumber daya AWS pelanggan, jaringan pribadi, atau penyedia layanan cloud lainnya.

Project Kuiper berencana melakukan uji beta layanan ini pada paruh kedua 2024, dengan NTT, Verizon, dan Vodafone Group menjadi perusahaan pertama yang melakukan uji coba dan bereksperimen dengan konektivitas pribadi.

Penyedia satelit ini mengumumkan kemitraan dengan NTT, NTT Docomo, NTT Com dan SKY Perfect JSAT pada 27 November 2023, yang mencakup penyediaan layanan broadband untuk perusahaan Jepang dan divisi pemerintah.

Untuk diketahui, pada awal Oktober lalu Amazon sukses meluncurkan Project Kuiper, satelit pertama perusahaan di orbit rendah bumi atau LEO.

Mirip dengan Starlink milik SpaceX, Amazon mengatakan tujuan Project Kuiper adalah untuk menawarkan broadband yang cepat dan terjangkau bagi komunitas yang belum terlayani dan kurang terlayani di seluruh dunia.

Perusahaan milik milyarder Jeff Bezos ini, berencana untuk menyebarkan lebih dari 3.200 satelit selama enam tahun ke depan setelah memperoleh persetujuan FCC, dan prototipe KuiperSat-1 dan KuiperSat-2 adalah iterasi pertama.

Amazob berencana meluncurkan satelit produksi pada paruh pertama 2024 dan memulai pengujian beta dengan beberapa pelanggan pada akhir tahun depan.

Baca Juga: Meski Menabrak Regulasi, Starlink Bakal Luncurkan Layanan Telepon dan Internet Tahun Depan

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU