Rapor Merah Xiaomi, Permintaan Smartphone Menurun Berujung Kerugian

pendapatan xiaomi

Selular.ID – Setelah bertahun-tahun tumbuh fenomenal, Xiaomi akhirnya jatuh ke zona merah.

Vendor handset yang berbasis di Beijing itu, mengalami penurunan pendapatan hingga 10 persen selama Q3 2022.

Penurunan itu merupakan imbas turbulensi makroekonomi yang memangkas permintaan smartphone di pasar global.

Langkah China yang melakukan pembatasan COVID-1, juga semakin memperlemah permintaan konsumen di dalam negeri.

Sejauh ini konsumsi di pasar domestik tetap lemah, karena tindakan keras pemerintah China membuat kota-kota di seluruh negeri terus menerapkan penguncian untuk mencegah penyebaran varian baru Omicron.

Perusahaan riset Canalys, mengungkapkan bahwa pengiriman smartphone pada kuartal ketiga turun 11% di China dan 9% secara global.

Dalam laporan pendapatannya, Xiaomi mencatat bahwa pihaknya terus memperluas kehadirannya di luar negeri, agar tidak tergantung pasar China.

Hasilnya, pangsa pasar smartphone Xiaomi di Eropa, Amerika Latin, dan Timur Tengah semuanya meningkat selama kuartal tersebut.

Baca Juga: Ramaikan Pasar Tablet, Xiaomi Tidak Mau Ketinggalan Hadirkan Redmi Pad

Namun menurut laporan Mobile World Live (23/11/2022), indikator peningkatan itu, tak sebanding dengan kinerja yang diraih.

Pasalnya, pendapatan Xiaomi sepanjang Q3-2022, hanya sebesar CNY70,5 miliar ($9,9 miliar) turun dari CNY78 miliar dibandingkan Q3 2021.

Begitu pun dengan perolehan laba yang menukik sebesar CNY788,6 juta menjadi kerugian CNY1,5 miliar.

Angka tersebut dipengaruhi oleh CNY829 juta dalam pengeluaran terkait dengan investasi pada kendaraan listrik dan inisiatif baru lainnya.

Xiaomi menungkapkan, pendapatan smartphone turun 11 persen menjadi CNY42,5 miliar, terutama karena penurunan pengiriman dan ASP.

Total pengiriman juga turun 8,4 persen dari 43,9 juta unit menjadi 40,2 juta.

Penurunan permintaan seiring dengan anjloknya ASP (average selling price) hingga 3 persen secara total, dengan peningkatan upaya promosi di pasar luar negeri yang sebagian diimbangi oleh peluncuran smartphone premium di China daratan.

Pendapatan dari IoT dan produk gaya hidup juga turun 9 persen menjadi CNY19,1 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan penjualan di pasar luar negeri karena lemahnya permintaan untuk produk IoT.

Begitu pun dengan pendapatan dari layanan internet yang turun 3,7 persen menjadi CNY7 miliar, disebabkan oleh penurunan dalam bisnis fintech dan periklanannya.

Deretan laporan negatif itu, sedikit diimbangi oleh peningkatan pendapatan dari peralatan rumah tangga besar di China.

Baca Juga: Xiaomi 13 Kantongi Sertifikasi 3C, Ditopang Pengisian Cepat 67W

Anjloknya kinerja Xiaomi terbilang cepat. Karena pada 2021, penjualan Xiaomi terbilang melesat mengalahkan ekspektasi para analis.

Vendor yang identik dengan harga terjangkau itu, mampu merebut pangsa pasar milik Huawei, yang kemampuannya untuk mendapatkan komponen telah terkena sanksi AS.

Sayangnya pertumbuhan itu ternyata berumur pendek. Pada Mei 2022, Xiaomi melaporkan penurunan pendapatan kuartalan pertama sejak listing pada tahun 2018. Pada Agustus 2022, pendapatan untuk kuartal kedua anjlok hingga 20% tahun-ke-tahun.

Akibat penurunan itu, Reuters melaporkan, harga saham Xiaomi telah menukik hampir 50% sejak awal tahun.

Perusahaan pada gilirannya melihat ke area baru untuk pertumbuhan. Tahun lalu, Xiaomi secara resmi mengumumkan terjun ke kendaraan listrik, berkomitmen untuk memasuki produksi massal pada paruh pertama 2024.

Meski kinerja menurun, namun Xiaomi tak mengubah rencana-rencana strategis yang telah disusun sebelumnya. Salah satunya adalah kemitraan Xiaomi dengan Leica, produsen kamera asal Jerman.

Pada Kamis (3/11/2022), lewat akun Weibo, Xiaomi meluncurkan smartphone baru, 12S Ultra Concept Edition.

Smartphone konsep ini menampilkan pengaturan kamera belakang unik yang mencakup lensa Leica yang dapat dilampirkan untuk fotografi yang disempurnakan.

Teaser di situs microblogging China itu, menyebutkan bahwa smartphone baru akan menampilkan sensor kamera utama 1 inci di bagian belakang.

Namun, sensor ini selanjutnya akan dilengkapi dengan lensa seri Leica M khusus, yang dapat dilepas dari modul kamera belakang yang besar.

Baca Juga: GIIILAAA! Hasil Kamera 108MP Xiaomi 12T 5G Indonesia!