CEO Intel: Krisis Chipset Masih Belum Berakhir Hingga 2024

intel
intel corporations

Selular.ID – Meski sudah lama tak terendus, ternyata perusahan teknologi seperti Intel ungkap bahwa krisis chipset belum benar-benar berakahir.

Kabar tersebut, diungkap langsung oleh CEO Intel Pat Gelsinger pada (29/04) di “TechCheck”. Menjelaskan bahwa alat penting yang digunakan dalam proses pembuatan chip tidak tersedia untuk menjaga kapasitas produksi tetap terkendali.

Maka pengecoran tidak dapat memperluas kapasitas produksi mereka, bos Intel melihat krisis chipset berlangsung lebih lama dari perkirakan semula.

Karena persalahan peralatan itu, dia menjelaskan masalah ini bisa benar-benar pulih pada 2024.

Baca Juga: Spesifikasi  dan Harga Lenovo Legion 5i dan Legion 5i Pro Dengan Chipset Terbaru dari Intel

“Itulah sebagian alasan mengapa kami percaya bahwa kekurangan semikonduktor secara keseluruhan sekarang akan beralih ke tahun 2024, dari perkiraan kami sebelumnya pada tahun 2023, hanya karena kekurangan itu sekarang telah melanda peralatan dan beberapa dari pabrik itu akan lebih menantang,” kata CEO Intel pada TechCheck

Hal ini sesuai dengan roadmap yang diungkap oleh Intel, bahwa untuk mendapatkan kembali ” process performance leadership” pada akhir 2024.

Karena Mesin senilai $150 juta ini menggunakan cermin yang sangat halus untuk membantu memfokuskan sinar ultraviolet yang memungkinkannya membentuk pola sirkuit ke wafer.

Baca Juga: AMD Luncurkan Prosesor 6nm Ryzen Pro 6000, Klaim Ungguli Intel 12th Gen

Dengan miliaran transistor yang dikerahkan pada chipset akhir-akhir ini, mesin litografi mampu menciptakan pola yang sangat kecil dari lebar rambut manusia, membantu pabrik pengecoran memproduksi chip mutakhir.

Intel akan menjadi perusahaan pengecoran pertama yang menggunakan mesin baru yang menaikkan bukaan numeriknya dari .33NA menjadi .55NA.

Ini berarti bahwa mesin dapat mengumpulkan lebih banyak cahaya untuk membantunya menciptakan pola sirkuit pada wafer yang digunakan dalam membangun sirkuit terintegrasi lebih cepat dan hemat energi.

“Kami telah benar-benar berinvestasi dalam hubungan peralatan tersebut, tetapi itu akan mengurangi peningkatan kapasitas bagi kami dan semua orang, tetapi kami yakin kami diposisikan lebih baik daripada industri lainnya.” Tambahnya

Gelsinger sebelumnya mengatakan bahwa keseimbangan supply- demand di industri chip akan terjadi pada 2023.

Intel memang melaporkan pendapatan dan pendapatan kuartal pertama pekan lalu yang melampaui ekspektasi meskipun perkiraannya untuk kuartal kedua berada di bawah perkiraan analis.

Perlu diketahui juga, selama seminggu terakhir, saham Intel turun dari $93 menjadi $85.