spot_img
BerandaBincang Eksekutif5G Mendominasi Pasar Smartphone Domestik Tahun Depan

5G Mendominasi Pasar Smartphone Domestik Tahun Depan

-

Jakarta, Selular.ID – Persaingan industri smartphone di Indonesia semakin ketat. Lembaga riset IDC dan Canalys menyebutkan selama tahun kuartal pertama dan kedua 2021 ini, peringkat top vendor smartphone di Indonesia didominasi oleh vendor smartphone asal China. Vendor asal China tersebut diantaranya Xiaomi, Realme, Oppo dan Vivo.

Selama kuartal kedua 2021, Xiaomi berhasil menduduki posisi teratas versi IDC dan Canalys. Hanya ada Samsung sebagai brand smartphone asal Korea Selatan yang bertahan sebagai Top 5 Brand Smartphone di Indonesia versi IDC dan Canalys selama kuartal 1 dan 2 di tahun ini.

Terkait ketatnya persaingan di industri smartphone di tanah air, masing-masing vendor harus memiliki strategi jitu. Lantas, strategi apa saja yang harus dilakukan vendor smartphone dalam berkompetisi di Indonesia? Dalam acara Bincang Eksekutif bertema ‘Saling Salip Vendor Smartphone di Pasar Domestik’ yang digelar Selular, pengamat gadget sekaligus pendiri Gadtotrade, Lucky Sebastian menyebutkan strategi apa yang harus dilakukan vendor smartphone dalam berkompetisi di Indonesia.

Baca juga: Kehadiran Sub Brand Tidak Jadi Kanibal Perusahaan Induk

1. Seperti apa perkembangan pasar smartphone di Indonesia saat ini?

Pasar smartphone Indonesia sampai saat ini dinamis atau berubah-ubah. Banyak brand smartphone silih berganti menjadi pemimpin pasar smartphone berdasarkan peringkat lembaga riset dan penjualan produk mereka. Kalau dulu vendor smartphone yang menduduki peringkat pertama di lembaga riset seperti IDC dan Canalys, bertahannya lebih lama dalam jangka waktu beberapa tahun. Kalau sekarang hampir setiap kuartal vendor smartphone yang menjadi juara terus berubah.

Pada kuartal kedua tahun 2021 ini, Xiaomi berhasil menduduki posisi teratas berdasarkan laporan lembaga riset IDC dan Canalys. Sebelumnya di kuartal satu 2021, Oppo yang menjadi juara versi IDC dan Canalys. Sebelumnya, di tahun 2020, Oppo juga menjadi juara berdasarkan data lembaga riset. Di tahun 2019, Vivo menduduki peringkat teringkat versi lembaga riset.

2. Strategi apa yang harus dilakukan para vendor smartphone berkompetisi di pasar smartphone Indonesia?

Strategi marketing, kualitas produk, sepsifikasi, harga, perkuat komunitas fans, Brand Ambassador, sub-brand masih jadi strategi jitu yang dilakukan hampir semua vendor smartphone di Indonesia. Vendor smartphone melatih secara khsusus tim sales seperti SPG dan SPB yang dapat membantu penjualan produk mereka. Ibaratnya seperti pasukan militer yang siap bertempur di medan perang. Kini brand smartphone menggunakan Brand Ambassador yang berasal dari kalangan artis muda.

Sampai saat ini, kebanyakan vendor smartphone masih mengiklankan produk mereka di media massa. Selain itu vendor smartphone juga memperkuat komunitas fans mereka. Harga terjangkau dan spesifikasi andal dalam produk yang ditawarkan brand smartphone terbukti mampu menarik minat masyarakat Indonesia. Para vendor smartphone juga memasarkan produk mereka secara offline di toko retail mereka dan saat ini jumlahnya semakin banyak yang tersebar di seluruh Indonesia.

3. Peringkat IDC dan Canalys didominasi oleh Brand China, apa yang menyebabkan Brand China mampu menduduki peringkat teratas bahkan menjuarai lembaga riset?

Kalau dulu orang memandang sebelah mata terhadap produk China, termasuk ponsel. Karena produk China dulu spesifikasi, teknologi dan kualitasnya tidak sebagus produk barat. Kalau sekarang ponsel buatan vendor asal China sudah lebih baik dari segi kualitas material, teknologi dan spesifikasinya.

Kalau dulu produsen smartphone, termasuk China mengikuti produk smartphone Barat seperti desain, tampilan dan lainnya. Sekarang vendor smartphone Barat sudah banyak yang tumbang di Indonesia, tergerus oleh vendor China. Hanya Apple yang bisa bertahan sampai saat ini.

Saat ini trend adopsi teknologi dilakukan oleh sesama vendor smartphone China. Apalagi sekarang vendor smartphone China seperti Xiaomi meluncurkan smartphone dengan spesifikasi tinggi dengan harga terjangkau. Inilah yang membuat masyarakat Indonesia sangat antusias membeli smartphone China.

4. Apa yang membuat Xiaomi berhasil menduduki posisi teratas di lembaga riset IDC dan Canalys?

Di masa pandemi ini smartphone entry level masih paling banyak dicari masyarakat Indonesia. Karena di segmen entry level, smartphone Xiaomi menawarkan spesifikasi andal dengan harga terjangkau. Kisaran harga smartphone 1 sampai 2 jutaan yang paling banyak dibeli masyarakat Indonesia.

Baca juga :  Bocor di Tenaa Xiaomi CC11 Pro Punya Layar 4K

Apalagi selama ini Xiaomi banyak meluncurkan smartphone entry level. Selama pandemi ini Xiaomi terus mendorong produk smartphone nya terutama di pasar low-end. Hampir setiap smartphone saat ini merilis produk baru dengan jangka waktu kurang lebih 4 bulan sekali.

Kalau dulu orang membeli ponsel tidak terlalu mementingkan spesifikasi. Kalau sekarang ketika orang membeli smartphone pasti memperhatikan spesifikasi seperti kamera, penyimpanan, performa dan lainnya, serta harga terjangkau.

Baca juga :  Bocor di Tenaa Xiaomi CC11 Pro Punya Layar 4K

Pertama kali masuk Indonesia, Xiaomi hanya menjual smartphone mereka secara online dan hanya mengandalkan flash sale. Sekarang Xiaomi juga menjual smartphone secara offline melalui toko retail resmi dan toko retail lainnya. Apalagi sekarang Xiaomi banyak memiliki toko retail Mi Store dimana-mana.

Dulu kenapa harga smartphone Xiaomi murah karena tidak beriklan dan tidak menggunakan Brand Ambassador. Sekarang strategi Xiaomi pun berubah mengikuti vendor smartphone lain. Dulu awalnya Xiaomi tidak mengiklankan produk mereka di media massa.

Kini Xiaomi mengikuti jejak vendor smartphone lain beriklan di media massa, terutama saat menjadi nomor satu di lembaga riset IDC dan Canalys. Komunitas fans Xiaomi juga cukup kuat. Jadi, strategi itulah yang membuat Xiaomi menjadi juara di lembaga riset IDC dan Canalys. Marketing dan branding Xiaomi juga cukup bagus sehingga market share mereka meningkat selama kuartal dua 2021 ini.

5. Di tengah gencarnya implementasi jaringan 5G di Indonesia, apa yang harus dilakukan vendor smartphone untuk implementasi jaringan 5G di Indonesia?

Dulu diprediksikan para pengamat tahun 2022 baru dilakukan implementasi jaringan 5G di Indonesia. Namun di tahun 2021 ini, implementasi 5G sudah dilakukan di Indonesia. Implementasi 5G di Indonesia dilakukan lebih cepat dari prediksi para pengamat.

Walaupun areanya masih sedikit dan perangkat yang mendukung jaringan 5G masih sedikit, masyarakat Indonesia tetap antusias terhadap smartphone 5G. Meski masyarakat yang tinggal di daerah terpencil yang belum ada jaringan 5G, mereka tetap menggunakan smartphone 5G.

Yang penting punya smartphone 5G dulu, walau implementasi 5G di Indonesia belum maksimal. Jadi ketika wilayah cakupan 5G sudah luas dan smartphone 5G sudah banyak, penggunanya bisa langsung menggunakan jaringan 5G.

Alasan orang membeli smartphone baru saat ini adalah karena jaringan 5G. Walapun belum butuh smartphone 5G, mereka rela membeli smartphone 5G. 5G juga berdampak pada penjualan smartphone, karena banyak yang membeli smartphone 5G hingga saat ini.

Walaupun sekarang smartphone 5G sudah banyak, tapi masih banyak yang harus dibenahi. Chipset juga sudah siap mendukung jaringan 5G dari Qualcomm dan Mediatek. Biasanya chipset tersebut sudah terintegrasi dengan modem 5G.

Dulu smartphone yang mendukung jaringan 5G hanya flagship. Sekarang smartphone entry level yang mendukung 5G semakin banyak.

Beberapa brand smartphone seperti Samsung, Oppo dan lainnya sudah meluncurkan smartphone 5G. Namun, tidak semua smartphone 5G yang beredar di Indonesia mendukung spektrum dari provider yang sudah melakukan implementasi 5G di Indonesia. Karena spektrum yang digunakan Telkomsel, Indosat Ooredoo dan XL berbeda-beda.

Tidak semua smartphone 5G bisa mendukung band Telkomsel. Tapi smartphone yang mendukung band Indosat dan XL ada.

Tahun depan 2022 atau tahun depannya lagi 2023, band 5G di Indonesia baru bisa mendukung semua smartphone 5G yang beredar di Indonesia, sama seperti 4G dulu. Dari segi chipset dan teknologi, dirasakan Lucky sebentar lagi semua smartphone bisa mendukung jaringan 5G dari setiap provider yang sudah implementasi 5G di Indonesia. Hanya spektrumnya saja yang perlu dibenahi.

spot_img

Artikel Terbaru