spot_img
BerandaNewsSecurityNokia: Implementasi 5G Melalui Kamera CCTV Perkuat Peran Kota Pintar  ...

Nokia: Implementasi 5G Melalui Kamera CCTV Perkuat Peran Kota Pintar    

-

Jakarta, Selular.ID – Indonesia yang sudah memasuki era 5G dinilai potensial untuk memperkuat laju kota pintar yang ada sejauh ini di tanah air.

Terlebih Evi Rudiat, Head of Enterprise Sales Nokia Indonesia kepada Selular juga menceritakan jika Indonesia yang telah bergerak maju dengan upaya keberlanjutan perkotaannya, melalui 100 Smart Cities Movement yang ditargetkan akan dicapai pada tahun 2045 mendatang. Yang dimana tujuan dari Gerakan itu ialah untuk memanfaatkan Information Communication Technology (ICT) dan internet of things (IoT) guna meningkatkan pengelolaan aset dan layanan publik termasuk pengelolaan sampah, transportasi, dan penegakan hukum.

Sehingga ini akan sangat penting dalam meningkatkan penyebaran teknologi pada masyarakat, sektor bisnis, dan publik di saat Indonesia sedang membangun inisiatif untuk pengembangan negara cerdas.

Baca juga: Hendri Mulya Syam: Implementasi 5G Telkomsel Mengakselerasi Industry 4.0

“Salah satu cara agar Indonesia dapat mempercepat gerakan ini adalah dengan memanfaatkan disruptive innovations seperti solusi 5G-powered loT, di mana pasar besar untuk teknologi ini berupa kamera video pengintai. Untuk mendukung penggunaan aplikasi seperti itu, kemampuan mobile broadband dari jaringan 5G harus ditingkatkan guna mendukung kebutuhan bandwith untuk kamera dengan resolusi tinggi dan pengiriman hasil video secara langsung atau real-time,” terang Evi, Jumat (30/7).

Pada tahap ini kekuatan jaringan 5G akan merubah bentuk  pengawasan menggunakan video, karena sifat kecepatannya yang sangat tinggi dan andal dengan waktu tunda (latency) yang sangat rendah dapat mengubah jaringan CCTV konvensional menjadi jaringan nirkabel. “Ini kemudian dengan mudah dapat digunakan untuk skala yang lebih besar dan mengirimkan hasil dengan resolusi yang tinggi secara langsung,” sambungnya.

Karena pada dasarnya sejauh ini pengiriman hasil video dari CCTV konvensional sangat tergantung pada koneksi kabel dan serat, yang sangat rumit dan mahal terlebih digunakan dalam skala besar, terutama di lingkungan perkotaan yang padat.

Baca juga: Bersiap Layanan 5G Indosat Ooredoo Bakal Sambangi Jakarta!  

“Karena koneksi 5G berupa nirkabel akan lebih mudah diterapkan pada transmisi untuk menganalisa hasil video, selain itu dapat juga digunakan guna meningkatkan kesadaran akan kondisi dan pengambilan keputusan untuk perkotaan. Peningkatan kapasitas bandwidth jaringan 5G secara signifikan memungkinkan untuk memangkas jaringan untuk membuat saluran khusus untuk kebutuhan CCTV, memastikan hasil yang berkualitas tinggi dengan waktu tunda serendah mungkin,” terang Evi.

Kemudian melalui pemanfaatan 5G di sektor jaringan CCTV ini juga membuka kemungkinan bentuk implementasi pengawasan baru, seperti memasang kamera ke tubuh manusia, kendaraan, dan bahkan drone. Hal ini memungkinkan adanya sejumlah kemampuan baru dalam pengawasan karena hasilnya kemudian dapat dianalisis dengan berbagai cara secara efektif mengubah kamera CCTV menjadi multi-propose sensor atau sensor serbaguna.

Perkuat keamanan kota

Tak dipungkiri pula banyak alasan sebenarnya mengapa pengaplikasian CCTV canggih menjadi fitur utama bagi inisiatif pengembangan kota pintar di Indonesia, dan tidak hanya sebatas memantau tindakan kejahatan dan gangguan publik saja, namun pemerintah dapat memperluas cakupan penggunaan CCTV itu dan membuatnya menjadi lebih canggih untuk meningkatkan efektivitasnya.

Evi juga menceritakan dalam hal ini Nokia telah menguji pengaplikasian sektor tersebut di atas Laut Baltik, uji coba dilakukan dengan pengambilan video drone resolusi tinggi untuk memantau kondisi lingkungan dari wilayah di sekitarnya.

Baca juga: Menakar ‘Niat’ Komersialisasi 5G Indosat Ooredoo di Tanah Air  

Nokia juga menggunakan aplikasi yang hampir sama di Sendai, Jepang. “Dimana kami bekerja sama dengan otoritas pemerintah kota Sendai untuk menerapkan drone yang terhubung dengan nirkabel pribadi dilengkapi dengan kamera HD, kamera termal, dan pengeras suara untuk meningkatkan peringatan evakuasi tsunami,” paparnya.

Dan sebagai catatan selama ini drone dioperasikan pada jaringan LTE, dan dalam jangka panjang dapat ditingkatkan ke jaringan 5G, dengan demikian dapat memperkuat upaya pencegahan dan mitigasi bencana tanpa mempertaruhkan resiko dari personel manusia yang mengelola kegiatan.

Baca juga: Pengamat: Ekosistem Frekuensi 700MHz Merupakan yang Paling Matang  

Dan hingga akhirnya penggabungan 5G dengan jaringan kamera CCTV nirkabel dan analisa yang tepat akan memainkan peran penting dalam transformasi perkotaan di Indonesia dengan menyediakan hasil video dengan resolusi tinggi secara langsung untuk tindakan kontekstual yang cepat namun efektif.

“Melalui penggabungan ini, Indonesia dapat mempercepat Gerakan 100 Kota Pintar. Hal ini juga dapat menciptakan kota yang lebih cerdas, lebih bersih, dan lebih aman seiring dengan rencana pemerintah Indonesia untuk terus mewujudkan cita-cita menjadi negara yang cerdas,” tandas Evi.

spot_img

Artikel Terbaru