spot_img
BerandaBincang EksekutifHendri Mulya Syam: Implementasi 5G Telkomsel Mengakselerasi Industry 4.0

Hendri Mulya Syam: Implementasi 5G Telkomsel Mengakselerasi Industry 4.0

-

Jakarta, Selular.ID – Telkomsel secara resmi telah meluncurkan jaringan internet 5G secara komersil di tanah air, Kamis (27/5). Langkah operator berplat merah itu pun mendulang banyak apsesiasi karena menjadi pembuka pintu gerbang era 5G di Indonesia.

Dan tak dipungkiri pula, kehadiran 5G diyakini akan membantu mengakselerasi transformasi digital masyarakat Indonesia sekaligus mampu mendorong inovasi bisnis di semua industri, yang saat ini sedang terhantam keras oleh pandemi covid-19.

Lantas seperti apa sepak terjang layanan 5G Telkomsel kedepan, bagaimana tantangan dan seperti apa strateginya guna menguatkan layanan tersebut di tanah air.

Untuk membahasnya, wartawan Selular berkesempatan berbincang langsung dengan Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam, berikut petikan lengkapnya:

1.Sebagai Dirut baru Telkomsel, boleh share bagaimana Anda  melihat industri telekomunikasi saat ini, khususnya di Indonesia?

Industri telekomunikasi tahun ini masih dimulai dengan kondisi pandemik Covid-19, di mana keadaan ini berdampak secara keseluruhan pada keadaan makro ekonomi dan tingkat konsumsi masyarakat. Selain itu, pandemik juga semakin mengakselerasi pergesaran tren di industri telko dari layanan legacy (voice dan SMS) menuju layanan data.

Baca juga: Pengamat: Ekosistem Frekuensi 700MHz Merupakan yang Paling Matang  

Dengan semakin tingginya penetrasi layanan data dan beragamnya fitur layanan sejenis dari OTT yang berdampak signifikan pada perubahan perilaku masyarakat dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, pendapatan bisnis layanan panggilan suara dan SMS dari operator telekomunikasi juga akan mendapat tekanan dan mulai mengurangi proporsi dari keseluruhan pendapatan di industri telko.

Namun Telkomsel sendiri sudah sejak lama mengantisipasi hal tersebut dan memprediksi akan berdampak di masa yang akan datang, seiring dengan semakin tumbuhnya adopsi dan adaptasi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi, khususnya yang berbasis digital guna mendukung aktivitas keseharian. Telkomsel berkomitmen untuk menjawab tantangan tersebut dengan terus mengembangkan ekosistem digital dan menciptakan inisiatif strategis yang diyakini akan mendukung peningkatan layanan dan solusi digital.

Komitmen tersebut juga diwujudkan dengan memperkuat tiga pilar digital Telkomsel, yakni sebagai penyedia Digital Connectivity, Digital Platform, dan Digital Services, yang telah diimplementasikan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan talenta berdedikasi, mendorong lebih banyak kolaborasi dengan mitra strategis, serta memperluas portofolio bisnis dengan melakukan strategi investasi yang terencana dan terukur.

  1. Sebagai operator 5G pertama di nusantara, apa yang menjadi fokus Telkomsel dalam menggelar layanan 5G?

Perluasan cakupan Telkomsel 5G tentunya, dengan mempertimbangkan hasil kajian implementasi 5G di wilayah komersialisasi Telkomsel 5G tahap pertama, serta permintaan pertumbuhan pasar di lokasi lain. Telkomsel senantiasa berkomitmen menghadirkan teknologi terdepan dan memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggan, baik pelanggan perseorangan maupun pelanggan corporate, serta mendukung program pemerintah untuk menghadirkan layanan 5G di berbagai wilayah, di antaranya kota/kabupaten destinasi wisata super prioritas, kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, dan tempat pelaksanaan event nasional/internasional sesuai dengan yang telah disampaikan Telkomsel kepada pemerintah.

Telkomsel juga mengutamakan implementasi 5G untuk mengakselerasi Industry 4.0 dengan mengorkestrasikan infrastruktur teknologi dan ekosistem digital yang dipunya untuk terus mengembangkan solusi digital yang customer centric. Telkomsel juga telah melakukan pendekatan dengan para ecosystem partners, seperti AR, drone, industrial IoT devices provider, dan lainnya.

Ke depan Telkomsel akan mempunyai 5G experience center yang dapat digunakan sebagai ‘lab’ bagi pelanggan enterprise untuk melakukan uji coba solusi berbasis 5G.

Kami juga akan mengakselerasi implementasi 5G di berbagai sektor, seperti manufaktur, logistik, port, mining, oil & gas, serta retail. Sedangkan sektor pemerintahan, 5G juga dapat mendorong pengembangan smart city yang dapat mempermudah hidup masyarakat, mulai dari moda transportasi yang lebih aman dan terintegrasi hingga penerapan IoT yang lebih luas di berbagai sektor pengembangan kota dan kebijakan publik.

Baca juga: Bersiap Layanan 5G Indosat Ooredoo Bakal Sambangi Jakarta!  

Memahami pentingnya peran teknologi di industri, Telkomsel juga terus mengembangkan teknologi dan solusi digital, yang juga diperkuat dengan mitra-mitra terbaik di Indonesia maupun dunia untuk bertukar keahlian, ilmu, dan teknologi agar dapat menghadirkan solusi digital yang customer centric tersebut.

Saat ini Telkomsel secara aktif melakukan inisiatif kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan dari berbagai sektor industri di Indonesia, seperti manufaktur, retail, pertambangan, logistik dan pelabuhan, serta sektor pemerintahan.

Lalu Telkomsel secara aktif dan berkesinambungan juga memiliki program D’Frontrunner yang dapat menjadi salah satu medium untuk membuka lebih banyak peluang bagi lebih banyak perusahaan demi menyiapkan industri termasuk dalam memanfaatkan teknologi 5G untuk bisa menjadi yang terdepan dalam menghadapi era disrupsi dan mengakselerasi inisiatif transformasi digital perusahaan.

Dengan berbagai kerjasama dan program tersebut, diharapkan dapat bersama-sama memajukan industri dan mendorong pertumbuhan melalui implementasi teknologi tepat guna untuk menyongsong Industri 4.0.

  1. Layanan 4G Telkomsel sudah tersedia hampir di seluruh penjuru nusantara, bagaimana target jangkauan 5G Telkomsel?

Selama 26 tahun berperan sebagai connectivity enabler, Telkomsel secara konsisten turut mendukung program pemerataan akses broadband yang telah dicanangkan pemerintah, yang di antaranya diwujudkan dengan berkolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI dengan memastikan seluruh BTS USO yang telah tersebar di wilayah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T) hingga perbatasan negara untuk terhubung dengan teknologi broadband 4G LTE.

Baca juga :  Tensi Persaingan Teknologi China dan AS Tinggi, Pengamat: Tapi Mereka Saling Ketergantungan

Selain itu, Telkomsel juga telah berkomitmen untuk membangun secara bertahap lebih dari 1.500 BTS di wilayah non-3T yang belum mendapatkan akses telekomunikasi atau 100% dari target yang telah diamanahkan Kementerian Kominfo hingga 2022.

Sejak tahun 2018 lalu dan memasuki tahun selanjutnya, Telkomsel juga memastikan seluruh pembangunan infrastruktur dan teknologi jaringan baru seluruhnya akan terfokus dalam penerapan 4G LTE, terutama di wilayah yang memiliki pertumbuhan trafik layanan broadband yang cukup tinggi, seperti area residensial, wilayah padat populasi, hingga kawasan industri.

Baca juga :  5G Mendominasi Pasar Smartphone Domestik Tahun Depan

Baca juga: Penting! Implementasi 5G Bergantung Pada Ekosistem yang Dibangun

Dengan fokus pengembangan dan perluasan jaringan 4G LTE sebagai penunjang konektivitas digital, kami berharap masyarakat dapat menikmati pengalaman akses broadband yang lebih cepat, stabil, dan dapat diandalkan guna memaksimalkan aktivitas digitalnya.

Semangat Telkomsel dalam menyatukan dan menghadirkan pemerataan serta kesetaraan atas aksesibilitas telekomunikasi di seluruh Tanah Air sudah menjadi tugas dan kewajiban kami kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

Terutama dalam menghadapi semakin cepatnya perubahan perilaku masyarakat dalam pemanfaatan akses jaringan broadband untuk memenuhi aktivitas digital keseharian mereka sebagai dampak untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru di tengah masa pandemi yang masih dirasakan hingga saat ini.

Dengan begitu, kami akan terus berupaya untuk mengakselerasi pembangunan Telkomsel 5G. Layanan Telkomsel 5G masih tersedia di wilayah terbatas, namun kami terus melakukan percepatan dalam pengembangan teknologi jaringan 5G di Indonesia agar segera dapat dinikmati masyarakat yang lebih luas dan agar teknologi ini dapat secara optimal mengakselerasi perekonomian digital di Indonesia.

  1. Apa saja tantangan yang dihadapi ketika berada di fase awal 5G ini?

Dalam mempersiapkan implementasi teknologi 5G yang presisi dan terukur tentunya dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan terkait. Seperti dari pemerintah sebagai pemegang otoritas dan peraturan yang berlaku di Indonesia, Telkomsel sebagai connectivity provider, serta mitra-mitra lainnya seperti produsen perangkat dan mitra penyedia infrastruktur yang saling berinovasi menghadirkan ekosistem digital yang tidak hanya sehat untuk pengembangan teknologi terdepan namun juga inklusif dan berkelanjutan.

Yang tak kalah penting juga yaitu kerjasama oleh semua pihak dalam melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai teknologi 5G, sehingga masyarakat tidak hanya dapat memanfaatkan 5G sebagai konsumen, namun juga memanfaatkan 5G untuk menghadirkan inovasi layanan dan produk digital yang terkini dan relevan dengan perkembangan jaman.

Baca juga: Implementasi 5G di Indonesia, Tri Tunggu Alokasi Spektrum Frekuensi dari Pemerintah

Saat ini Telkomsel melihat masyarakat telah cukup mengadopsi gaya hidup digital di berbagai aspek kehidupannya, terlebih di tengah pandemi seperti ini. Maka dari itu, Telkomsel yakin bahwa masyarakat Indonesia butuh akan koneksi internet yang lebih dapat diandalkan, sehingga dengan begitu masyarakat akan lebih siap untuk menggunakan 5G demi mendukung gaya hidup digitalnya lebih baik lagi, dibandingkan saat mereka menggunakan 4G.

Dalam hal ini Telkomsel pun telah melakukan sejumlah upaya edukasi kepada masyarakat terkait dengan manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat saat menggunakan 5G, dan inisiatif tersebut akan kami teruskan seiring dengan layanan 5G yang telah tersedia di Indonesia.

  1. Bagaimana menurut Anda dukungan pemerintah dalam hal regulasi dan pengaturan spektrum 5G, apakah sudah cukup supportif atau ada saran yang ingin disampaikan?

Agar manfaat teknologi 5G dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat dan negara khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital, maka diperlukan  regulasi yang mendukung implementasi layanan 5G di berbagai sektor yang memiliki potensi adopsi 5G yang tinggi seperti mining, manufacturing, healthcare, banking, gaming, dan lain sebagainya.

Selain itu juga diperlukan regulasi terkait standard keamanan industri 4.0, untuk dapat memberikan kemudahan dalam implementasi 5G, serta memberikan perlindungan kepada pelanggan dari tindak kejahatan siber, serta regulasi yang mengatur komponen TKDN yang dirancang sedemikian rupa untuk meningkatkan daya saing industri nasional, serta tidak memberatkan pihak vendor yang akan berdampak atas terhambatnya pergelaran jaringan 5G oleh operator.

Baca juga: Pengamat: Walaupun Perusahaan Belum Untung, BHP Frekuensi Seharusnya Dibayar

Kami memandang saat ini pemerintah, khususnya melalui Kemenkominfo RI sudah sangat responsif dalam mempersiapkan dan mengembangkan regulasi terkait pemanfaatan teknologi telekomunikasi terbaru.

Kami juga mengapresiasi pemerintah selalu mengajak para pelaku bisnis telekomunikasi yang di dalamnya ada para operator telekomunikasi untuk turut berperan aktif dalam diskusi dan proses pengkajian setiap kebijakan yang akan ditetapkan, sehingga kami meyakini industri telekomunikasi di Indonesia akan semakin tumbuh sehat dan turut memajukan bangsa.

  1. Seperti apa Anda melihat industri telekomunikasi Indonesia dalam lima tahun ke depan?

Agar dapat terus relevan dengan perkembangan pasar, industri telekomunikasi akan terus melakukan digitalisasi dan melakukan penguatan pengembangan produk dan layanan berbasis digital seperti layanan game, music & video streaming, electronic money, serta solusi-solusi industri berbasis Internet of Things (iOT).

Dengan transformasi digital, pelaku industri telekomunikasi akan dapat memberikan kontribusi besar dalam perkembangan perekonomian digital Indonesia.

spot_img

Artikel Terbaru