spot_img
BerandaNewsE-CommerceShopeePay Ajak Anak Muda Semangat Berbisnis

ShopeePay Ajak Anak Muda Semangat Berbisnis

-

Jakarta, Selular.ID – ShopeePay disebut-sebut berupaya untuk mendorong dan membangkitkan semangat anak muda dalam berbisnis

Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay mengatakan, ShopeePay selalu memiliki semangat yang sama dalam mendorong para pelaku bisnis termasuk anak muda untuk memaksimalkan penggunaan teknologi digital bagi perkembangan bisnis.

Kemajuan teknologi dan pertukaran informasi yang begitu pesat saat ini tentu berdampak besar pada perkembangan bisnis, terutama startup.

Guna menaklukkan dinamika industri yang terus berkembang, para pelaku bisnis harus mampu menangkap peluang dan mengubahnya menjadi inovasi bisnis yang berdampak positif bagi kehidupan banyak orang. Hal ini merupakan salah satu kunci utama yang esensial saat bergelut di dunia bisnis.

“Kami mendorong semua inisiatif teman-teman startup. Edukasi ini merupakan hal yang paling dibutuhkan, terutama di masa pandemi. Pun dengan kuliner, fesyen, yang secara online itu market yang luar biasa,” ujar Eka.

Eka menambahkan ShopeePay diharapkan
dapat menginspirasi dan mendorong lebih banyak lagi anak muda untuk turut ambil bagian dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tanah air dengan membangun bisnis mereka sendiri.

Sementara Bonifasius Wahyu Pudjianto, M.Eng, Direktur Pemberdayaan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengungkapkan, tak bisa dipungkiri, kehadiran startup yang dikelola oleh anak muda selama beberapa tahun belakangan memang semakin menjamur di Indonesia berkat perkembangan teknologi dan kemudahan akses internet.

Laporan Mapping and Database Startup Indonesia tahun 2018 lalu mengungkapkan bahwa hampir 70% penggerak startup merupakan Generasi Y atau biasa dikenal sebagai kaum milenial.

Tingginya antusiasme pelaku bisnis untuk membangun startup tanah air juga didukung dengan data dari startupranking.com yang mencatat bahwa Indonesia menempati posisi kelima negara dengan jumlah startup terbanyak di dunia, yaitu sejumlah 2.236 startup pada pertengahan bulan Mei 2021.

Sebelum mendapatkan pendanaan, bisnis startup umumnya dirintis dengan modal yang tidak besar dan manajemen keuangan yang belum stabil. Untuk itu, membangun dan merancang komposisi tim yang solid merupakan modal awal yang penting dalam merintis bisnis startup. Setiap tim yang terlibat di dalamnya didorong untuk dapat menjalani peranan dan tanggung jawab masing-masing dalam mengeksekusi ide bisnis.

Idealnya, setiap startup terdiri dari beberapa anggota yang memiliki tiga karakter penting atau yang biasa dikenal sebagai “The Startup Triangle Team”, antara lain: Hustler (orang yang ahli menjual ide dan memperkenalkan perusahaannya), Hipster (orang yang mahir membuat tampilan aplikasi maupun website yang menarik dan user friendly), dan Hacker (orang yang memiliki keahlian untuk memaksimalkan penggunaan teknologi bagi perkembangan bisnis).

“Kombinasi tim yang tepat akan menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para investor. Sebagai salah satu regulator di Indonesia yang fokus mengembangkan industri startup tanah air, setiap program yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia selalu berupaya mencetak talenta digital yang berkualitas dan bisa mengemban peranan hipster, hustler, dan hacker dengan baik untuk bersaing di industri.”kata Boni.

Di tengah industri digital yang dinamis, pelaku bisnis dan startup harus bisa peka terhadap keadaan, adaptif pada perubahan, dan lihai melihat peluang dengan mindset problem solving yang kreatif.

Salah satu cara untuk membuka peluang baru adalah melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Selain mendorong inovasi, kolaborasi juga mampu memberikan nilai tambah dan memperkaya layanan serta produk.

“Pemerintah tidak membedakan mau bisnis startup apa (yang akan diprioritaskan ke depan). Ada 17 subsektor untuk startup digital dan nondigital. Kebetulan kami di Kominfo memang fokusnya digital, namun, kami juga mendorong keseluruhan inovasi dan kreativitas itu,” uja5 Boni.

Boni menegaskan, pelaku startup nondigital juga bisa mengandalkan kementerian atau lembaga lain yang siap mendukung pertumbuhan perusahaannya.

Baca Juga:ShopeePay Beri Cashback Hingga 90% di Google Play Store

“Yang nondigital pun didorong oleh kementerian lain seperti misalnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Jadi, jangan khawatir karena pemerintah sangat eager untuk mendorong usaha mandiri melalui startup,” kata dia.

Boni berpendapat bahwa perkembangan startup di Indonesia terbilang cukup mengesankan. Menurut laporan Startup Ranking, Indonesia menempati peringkat kelima sebagai negara dengan jumlah startup terbanyak per April 2021, dengan total sekira 2.200 perusahaan.

Untuk mendukung hal ini, pemerintah melalui Kominfo membuat program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, yang sudah eksis sejak tahun 2016 sebagai bentuk pergerakan baru di industri digital.

“Kami membuka program 1.000 Startup ini pada Juni mendatang, tolong dimonitor di laman 1000startupdigital.id. Sementara untuk (startup) yang levelnya lebih tinggi, bisa bergabung di Startup Studio Batch 3 pada Juli 2021,” tutur Boni.

 

spot_img
spot_img

Artikel Terbaru