spot_img
BerandaNewsFeatureSeperti Jack Ma, Pendiri ByteDance Zhang Yiming Mundur di Puncak Karir

Seperti Jack Ma, Pendiri ByteDance Zhang Yiming Mundur di Puncak Karir

-

Jakarta, Selular.ID – Zhang Yiming, salah satu wirausahawan terkaya di China, mengatakan siap mundur setelah hampir satu dekade menjalankan ByteDance, unicorn terbesar di dunia. Keputusan tersebut menjadi yang terbaru di antara para pendiri teknologi yang mundur di masa jayanya.

Zhang akan melepaskan perannya sebagai kepala eksekutif ByteDance, perusahaan induk aplikasi berbagi video pendek TikTok yang berbasis di Beijing. Ia menyerahkan tanggung jawab sehari-harinya untuk “menjadi lebih berdampak pada inisiatif jangka panjang,” menurut memo internal yang diposting di situs web perusahaan.

Menurut Forbes, Zhang yang baru genap berusia 38 tahun pada bulan lalu, memiliki kekayaan bersih US $ 35,6 miliar. Pundi-pundi uang sebanyak itu menempatkan Zhang sebagai miliader baru di Beijing, China.

Forbes mencatat, sepanjang 2020, terdapat 67 miliarder di Beijing. Namun kini berdasarkan laporan terbaru media ekonomi terkemuka AS itu, jumlahnya telah melonjak tajam menjadi 100 hartawan. Salah satunya adalah Zhang Yiming, pria yang mengawali karir sebagai  karyawan biasa di website untuk booking perjalanan, Kuxun.

Pengunduran diri Zhang mengikuti tren yang berkembang dari CEO Big Tech yang mundur ke puncak karier mereka. Pada 2019, pendiri platform e-commerce terbesar di China Alibaba Group, Jack Ma memutuskan lengser dari perannya sebagai ketua eksekutif pada usia 55 tahun. Kekayaan bersih Jack Ma saat itu sebesar US $ 45 miliar, menurut Forbes.

Pendiri Pinduoduo Colin Huang juga mengambil langkah yang sama pada Maret lalu. Di usia 41 tahun, Colin  secara mengejutkan memutuskan pensiun sebagai chairman di start up e-commerce  itu. Meski pensiun muda, Forbes mencatat, Colin telah mengumpulkan kekayaan bersih sebesar US $ 46,8 miliar.

Untuk diketahui, Pinduoduo adalah platform teknologi yang berfokus pada pertanian terbesar di China. Aplikasi ini menghubungkan petani dan distributor dengan konsumen secara langsung melalui pengalaman belanja interaktifnya.

Pada 2019, hampir 600.000 pedagang menjual hasil pertanian melalui Pinduoduo. Itu berarti sekitar 12 juta petani yang memasok buah dan sayuran mereka ke para pedagang. Pada Agustus 2020, Pinduoduo menargetkan dapat menjual hasil pertanian senilai $ 145 miliar setiap tahun hingga 2025.

Menurut laporan South China Morning Post (SCMP), keputusan Zhang untuk mundur dari kepala eksekutif ditengah meningkatnya tekanan terhadap ByteDance. Pada April lalu, ByteDance memutuskan menunda rencana IPO. Perusahaan mengalami kesulitan dengan struktur bisnis yang dapat menyenangkan baik Beijing maupun Washington. Perang dagang kedua negara, membuat perusahaan-perusahaan China tak lagi mudah berbisnis di negeri Paman Sam.

Sebelumnya pada pertengahan tahun lalu, India melarang TikTok bersama dengan lusinan aplikasi China lainnya. Alasan keamanan nasional menjadi dasar dari keputusan itu. Alasan yang sama digunakan AS untuk memaksa ByteDance menjual aplikasi di negara tersebut, sebuah masalah yang masih belum terselesaikan hingga kini.

Sejatinya persoalan yang dihadapi ByteDance tak hanya di luar negeri. Di dalam negeri, para raksasa teknologi telah menghadapi peraturan antitrust yang lebih ketat. Demi mengontrol perusahaan-perusahaan raksasa, Beijing menempatkannya kebijakan antitrust sebagai salah satu fokus pemerintahan pada tahun ini.

Sejauh ini, perusahaan termasuk Alibaba Group Holding dan Tencent Holdings, Baidu dan Didi Chuxing telah didenda karena merger dan akuisisi yang tidak dilaporkan.  Alibaba milik konglomerat Jack Ma didenda $2,8 miliar (sekitar Rp43 triliun) oleh regulator China. Perusahaan itu dinilai telah menyalahgunakan posisi pasarnya selama bertahun-tahun.

Dalam satu kasus yang melibatkan Tencent, perusahaan tersebut ditemukan telah gagal menyatakan akuisisi perusahaan layanan otomotif Shanghai Lantu Information Technology.

Perusahaan lain yang terkena denda termasuk Didi Intelligent Transportation Technology karena tidak mendeklarasikan usaha patungan, dan Suning Rundong Equity Investment Management atas akuisisi.

Meksi ByteDance kini banyak menghadapi hambatan, namun hal itu tidak menghapus fakta bahwa sepajang memimpin perusahaan itu, Zhang Yiming telah membuat lompatan fenomenal. Produk ByteDance tersedia di lebih dari 150 pasar dan memiliki lebih dari 100.000 karyawan.

Asia Financial Report, melaporkan pada tahun lalu, raksasa teknologi China itu membukukan pendapatan sebesar US$ 16 miliar. Diprediksi pendapatan ByteDance akan meningkat pada 2020, imbas pandemi corona yang memaksa penduduk dunia lebih banyak beraktifitas dari rumah.

spot_img
spot_img

Artikel Terbaru