Beranda News Intel Gencar Gelontorkan Dana untuk R&D dan Pabrik Chip Baru  

Intel Gencar Gelontorkan Dana untuk R&D dan Pabrik Chip Baru  

-

Jakarta, Selular.ID – Intel mengungkapkan bakal menginvestasikan $600 juta di Israel untuk memperluas penelitian dan pengembangan (R&D), dan juga mengonfirmasi soal rencananya yang setidaknya bakal menghabiskan dana $10 miliar untuk pabrik chip baru.

Penguguman itu Chief Executive Intel Pat Gelsinger ungkapkan selama kunjungan ke Israel, yang merupakan bagian dari tur Eropa, mencakup Jerman dan Belgia yang sudah berlangsung pada Minggu lalu.

Baca juga: Intel Catat Peningkatan Permintaan Chip Laptop di Q1 2021

Penjabaran dari investasi ini yaitu untuk mengubah Mobileye yang berkantor pusat di Yerusalem untuk menjadi kampus R&D, untuk mengembangkan teknologi mobil tanpa pengemudi. Dana yang diglontorkan untuk kebutuhan hal ini yaitu sebesar $ 400 juta.

Kemudian, dana sebesar $200 juta lainnya akan diinvestasikan untuk membangun pusat R&D, yang disebut IDC12 di kota pelabuhan utara Haifa di sebelah pusat pengembangannya saat ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Intel diketahui memang telah membeli tiga perusahaan teknologi asal Israel, yaitu Mobileye pada 2017 seharga lebih dari $15 miliar, pembuat chip kecerdasan buatan Habana pada 2019 seharga $2 miliar, dan Moovit setahun yang lalu seharga $1 miliar.

Baca juga: Rekomendasi 5 Smartphone Kamera Tajam yang Ramah di Kantong  

Kementerian Keuangan Israel pada awal 2019 mengatakan Intel akan mendapatkan dana hibah $1 miliar untuk membangun pabrik chip senilai $11 miliar, meskipun pada saat itu Intel enggan mengkonfirmasi.

Kemudian pabrik yang investasi akan mencapai $10 miliar, diungkap tahap pertama akan difokuskan pada pembangunan pusat R&D. Namun Intel mengungkapkan akan ada pabrik baru yang memproduksi chip yang lebih kecil, yang dapat meningkatkan efisiensi.

Intel pada bulan Maret juga telah mengatakan sedang membangun dua pabrik chip 7nm di Arizona seharga sekitar $ 20 miliar.

Baca juga: Rekomendasi 5 Smartphone Baterai 5000mAh Rp3 Jutaan

Khusus ekspor Intel Israel dalam hal ini tumbuh ke rekor $8 miliar pada tahun 2020 dari $6,6 miliar pada tahun 2019, terhitung 14% dari total ekspor teknologi tinggi dan 2% dari PDB Israel.

Sekedar informasi, Intel merupakan perusahaan teknologi terbesar di kawasan Israel, dengan hampir memiliki 14.000 pekerja. Lalu Intel mengungkapkan jika fasilitas yang akan dibangun akan memiliki setidaknya kapasitas 6.000 karyawan.

Artikel Terbaru