spot_img
BerandaNewsRumourHuawei Targetkan Tahun 2030 Sebagai Jadwal Peluncuran Konektivitas 6G

Huawei Targetkan Tahun 2030 Sebagai Jadwal Peluncuran Konektivitas 6G

-

Jakarta, Selular.ID – Huawei dalam dua tahun belakangan ini telah mengalami kampanye sanksi serta pembatasan yang sangat kejam. Hebatnya, raksasa teknologi Cina itu nampaknya tetap kokoh di tengah terpaan badai yang melintang. Perusahaan ini kembali melanjutkan lintasan perkembangan positif dengan beberapa paten yang berasal dari perusahaan belakangan ini.

Xu Zhijun, yang saat ini sedang menjabat sebagai ketua bergilir Huawei, telah mengumumkan bahwa Huawei akan meluncurkan jaringan 6G pada tahun 2030. Seperti yang dilansir melalui CGTN, pada Rabu (14/4/2021).

Jaringan 6G diklaim akan 50 kali lebih cepat dari 5G, sehingga kedepannya bisa mengatasi kelemahan koneksi bermasalah pada 5G, yang saat ini masih dalam tahap perkembangan di berbagai belahan dunia.

Bahkan, dalam tiga kuartal pertama tahun 2020, pangsa pasar perusahaan menduduki puncak pasar peralatan komunikasi 5G global dan mencapai 32,8 persen dari total dunia, menurut Dell’Oro, sebuah firma riset pasar.

Xu membuat pernyataan itu pada konferensi analis global Huawei di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Cina selatan. Komunikasi selalu menjadi salah satu kekuatan Huawei. Oleh karenanya, Huawei terus merintis jejak di antara para pesaingnya dalam beberapa aspek spektrum teknologi, termasuk komunikasi.

Pengumuman Xu itu menunjukkan kemajuan yang telah dibuat perusahaan, bahkan di puncak pembatasan ketat oleh Pemerintah Amerika Serikat beserta beberapa sekutunya. Laporan baru tersebut sekaligus akan membantu meningkatkan kepercayaan penggemar pada Huawei ditengah sanksi yang berlarut-larut.

Baca juga :  Huawei P50 Series Mulai Memasuki Pasar Eropa

Baca juga:Huawei Investasi USD 1 Miliar untuk Pengembangan Mobil Listrik dan Otonom

Perlu diketahui, jaringan 5G Huawei sudah melambung jauh di depan para pesaingnya, menjadikannya pemimpin tak terbantahkan dalam teknologi 5G sampai saat ini.

Terkait 6G, Cui Baoguo, wakil dekan School of Information di Tsinghua University, pernah meramalkan bahwa kecepatan jaringan 6G bisa mencapai 1.000 gigabyte per detik, dengan penundaan di bawah 100 us-microseconds (0.1 ms-meter per second).

6G jauh lebih unggul dari 5G dalam hal kecepatan puncak, penundaan, kepadatan lalu lintas, kepadatan koneksi, mobilitas, efisiensi spektrum, dan kemampuan pemosisian.

Namun, kecepatan jaringan ultra-tinggi hanyalah pada produk anak perusahaan dari 6G. Para ahli mengatakan jaringan 6G akan mengarah pada dunia yang terhubung sepenuhnya dari integrasi komunikasi satelit dan nirkabel terestrial, yang dapat mencapai jangkauan global tanpa batas melalui integrasi komunikasi satelit.

Baca juga :  Saingi Samsung, Fujifilm Bakal Ciptakan Smartphone Foldable!

Dalam berita terkait, Huawei juga kabarnya akan segera merilis buku putih 6G untuk menjelaskan kepada industri tentang apa itu 6G.

Manfaat yang diharapkan dari jaringan komunikasi 6G cukup menggiurkan. Dengan kecepatan jaringan ultra-tinggi yang belum pernah ada sebelumnya, dunia akan menjadi lebih terhubung, dan beberapa tugas yang masih menantang untuk diselesaikan menggunakan 5G akan menjadi rutinitas. Dampak terhadap kesehatan, mobil, ekonomi dan ruang teknologi akan signifikan jika memang Huawei dapat menarik pencapaian ini pada tahun 2030.

Tonton juga video di bawah ini:

spot_img

Artikel Terbaru