Sunday, July 21, 2019
Home News Feature Suksesi Di Telkomsel: Kisah Terbukanya Kotak-Kotak Pandora

Suksesi Di Telkomsel: Kisah Terbukanya Kotak-Kotak Pandora

-

Jakarta, Selular.ID – Saban April, Telkomsel menggelar RUPS Tahunan. RUPST ini berselang tak lama setelah induk usaha dari operator terbesar di Indonesia, Telkom, menggelar gawean serupa.

Pada RUPS terakhir yang dihelat pada 29 Mei 2019, operator terbesar di Indonesia itu mengumumkan suksesi pada jajaran BOD. Penyegaran dilakukan, karena sejumlah posisi termasuk direktur utama telah melewati periode jabatan.

Seturut perubahan pada posisi Dirut PT Telkom, dimana Ririek Adriansyah yang sebelumnya menjabat sebagai Dirut Telkomsel didaulat menggantikan Alex J. Sinaga, maka posisi yang ditinggalkan Ririek kini ditempati oleh Emma Sri Martini.

Tampilnya Emma di pucuk pimpinan Telkomsel terbilang mengejutkan. Bukan karena ia perempuan. Emma adalah yang kedua setelah Koesmarihati, dirut pertama Telkomsel yang menjabat selama periode 1995 – 1999.

Penunjukkan alumnus Teknik Informatika ITB ini, membuka kotak-kotak Pandora yang selama ini tertutup rapat. Seperti diketahui, Emma berasal dari kalangan di luar PT Telkom. Sebelumnya ia merupakan Presiden Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sejak berdirinya perusahaan pembiayaan infrastruktur itu pada Februari 2009.

Sesuai dengan tradisi, sepanjang Telkomsel berdiri sejak 1995, posisi dirut selalu berasal dari PT Telkom. Masuknya Singtel sebagai salah satu pemegang saham pada 2002, juga tidak mengusik privilege yang dimiliki Telkom. Dalam formasi BOD, Singtel hanya kebagian posisi di luar Dirut/CEO.

Itu berarti, di usia Telkomsel ke 24 yang jatuh pada 26 Mei 2019, kehadiran Emma mengubah ‘ketentuan’ yang sudah berjalan sangat lama.
Selain hilangnya ‘hak istimewa’ Telkom, tradisi lain yang berubah dengan kehadiran Emma adalah, Dirut Telkomsel tak selalu memiliki latar belakang industri telekomunikasi.

Sebelumnya karena posisi dirut selalu diisi dari eksekutif Telkom, dengan sendirinya pengalaman dan latar belakang bukan merupakan isu. Sebab masih dibidang yang sama.

Penetapan Emma sebagai Dirut Telkomsel, mengulang langkah manajemen PT Telkom saat perusahaan pelat merah itu memilih Arwin Rasyid sebagai Direktur Utama.

Arwin adalah bankir yang sudah malang melintang di industri perbankan nasional. Pria kelahiran Roma, Italia, itu pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, sebelum akhirnya menjadi Presiden Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk.

Setelah Arwin, pola yang sama berlanjut dengan penunjukkan Rinaldi Firmansyah memegang posisi Dirut sepanjang 2007 – 2012. Dengan demikian, Rinaldi adalah eksekutif kedua dari luar PT Telkom. Sebelum dipercaya menjadi Dirut, Rinaldi adalah Dirut PT Bahana Sekuritas.

Sesungguhnya, sebelum kehadiran Emma memangkas ‘hak istimewa’ Telkom, kotak pandora di Telkomsel sesungguhnya sudah terbuka. Pada RUPS 2017, formasi BOD mulai diisi oleh muka-muka baru.

Salah satunya adalah tampilnya Irfan Tachrir. Pria ramah ini didapuk sebagai Direktur Human Capital Management (HCM) menggantikan Priyantono Rudito.

Selain Irfan, Direktur Network diemban oleh Bob Apriawan. Bob menggantikan Sukardi Silalahi yang berpindah posisi ke Direktur Sales.
Baik Irfan maupun Bob merupakan karyawan Telkomsel. Bob sebelumnya adalah karyawan PT Telkom. Menyusul merger Telkom Mobile ke Telkomsel pada 2002, ia memilih pindah ke Telkomsel.

Tak pelak, kehadiran Irfan dan Bob menandai era baru operator yang kini memiliki 168 juta pelanggan itu.

Demi mendukung transformasi menjadi telco digital company, operator selular terbesar di Indonesia itu, kini memberi kesempatan yang luas kepada talenta-talenta terbaik Telkomsel, hingga bisa mengisi jajaran direksi.

So, kita tidak perlu heran dalam formasi BOD yang baru ditetapkan pada akhir bulan lalu, Emma juga didampingi oleh muka baru, seperti Direktur Sales Ririn Widaryani. Ririn yang memang ‘kelotokan’ dibidang sales, semula adalah karyawan PT Telkom. Ia ditempatkan pada anak perusahaan itu, sejak 1996.

Seperti halnya Bob, Ririn memilih untuk tetap stay di Telkomsel menyusul merger Telkom Mobile ke Telkomsel. Pilihan itu pada akhirnya mengantarkannya menjadi salah satu BOD 2019.

Latest