Wednesday, October 16, 2019
Home News Feature Jadi Dirut Telkomsel, Emma Sri Martini Menabrak Dua Tradisi

Jadi Dirut Telkomsel, Emma Sri Martini Menabrak Dua Tradisi

-

Jakarta, Selular.ID – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Telkomsel yang digelar di Jakarta, Rabu, (29/5/2019), memunculkan kejutan. Emma Sri Martini resmi ditunjuk sebagai suksesor Ririek Adriansyah yang telah didaulat menjadi Dirut PT Telkom, menggantikan Alex J. Sinaga.

Emma menyisihkan sejumlah kandidat yang santer sebelumnya beredar di kalangan jurnalis. Mayoritas berasal dari PT Telkom.

Melongok sejarahnya, Emma menjadi perempuan kedua setelah Koesmarihati, dirut pertama Telkomsel yang menjabat selama periode 1995 – 1999.

Namun yang membedakan adalah, Emma berasal dari kalangan di luar PT Telkom. Sesuai dengan tradisi, sepanjang Telkomsel berdiri, posisi dirut selalu berasal dari PT Telkom.

Masuknya Singtel sebagai salah satu pemegang saham, juga tidak mengusik privilege yang dimiliki Telkom. Dalam formasi BOD, Singtel hanya kebagian posisi di luar Dirut/CEO.

Itu berarti, di usia Telkomsel ke 24 yang jatuh pada 26 Mei 2019, kehadiran Emma mengubah ‘ketentuan’ yang sudah berjalan sangat lama.

Selaih hilangnya ‘hak istimewa’ Telkom, tradisi lain yang berubah adalah, dirut Telkomsel tak selalu memiliki latar belakang industri telekomunikasi.

Sebelumnya karena posisi dirut selalu diisi dari eksekutif Telkom, dengan sendirinya pengalaman dan latar belakang bukan merupakan isu. Sebab masih dibidang yang sama.

Penetapan Emma sebagai Dirut Telkomsel, mengulang langkah manajemen Telkom saat perseroan memilih Rinaldi Firmansyah sebagai Direktur Utama. Rinaldi yang memegang posisi tersebut sepanjang 2007 – 2012, merupakan eksekutif pertama di luar PT Telkom.

Emma sendiri sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sejak berdirinya perusahaan pada Februari 2009. 

Sebagai orang nomor satu di perusahaan pembiayaan pembangunan infrastruktur yang tergolong baru di tanah air, Emma memegang tanggung jawab besar dalam pengembangan strategi jangka panjang perusahaan serta penerapan praktek tata kelola perusahaan yang solid.

Pengalaman manajerial di BUMN bukanlah menjadi hal baru bagi wanita dengan gelar sarjana Teknik Informatika dari Insitut Teknologi Bandung ini.

Pasalnya, Emma pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) 2004-2009. Tidak hanya itu, pasca krisis ekonomi 1997/1998 di Indonesia, Emma juga ikut mengambil peran sebagai Asisten Wakil Presiden-Grup Kepala dari Badan Penyehatan Perbankan Indonesia (BPPN).

Nah, dengan latar belakang yang berbeda, tentu menjadi sangat menarik menunggu kiprah sang Dirut baru dalam mengelola Telkomsel.

Operator terbesar di Indonesia itu tengah melakukan tranformasi, dari telco company menjadi digital telco company. Transformasi itu sebagai respon dari cepatnya kemajuan teknologi digital yang mengubah arah industri.

Operator kini dituntut untuk mengembangkan new business, tanpa mengurangi pembangunan infrastruktur mobile broadband ke seluruh pelosok Indonesia.

Latest