Kirill Mankovski - Chief Enterprise SME Officer XL Axiata
Kirill Mankovski - Chief Enterprise SME Officer XL Axiata

Jakarta, Selular.ID – Awal tahun 2019 ini,sejumlah provider di Indonesia masih terus melakukan perbaikan dari segi kinerja dan pendapatan. Mengingat di tahun 2018 kinerja operator mengalami negative growth hingga semester pertama 2018. Baik dari sisi pendapatan (-12,3%) dan juga EBITDA (-24,3%).

Penurunan pendapatan dirasakan oleh salah satu provider yakni XL Axiata.

“Kami memiliki strategi jitu untuk meningkatkan kinerja dan pendapatan. Infrastruktur jaringan telekomunikasi terus kita bangun. Tak hanya jaringan, XL Axiata juga fokus pada bisnis digital,” ujar Chief Enterprise and SME Officer XL Axiata Kirill Monkovski disela acara Selular Business Forum 2019 yang digelar di Balai Kartini, Jakarta.

BACA JUGA:
Bali Alami Kenaikan Trafik Paling Tinggi di Jaringan XL Axiata

Dikatakan Kirill, XL Axiata akan berkerjasama dengan perusahaan digital seperti Google dan YouTube.

“Kami akan mengakuisisi perusahaan digital melalui Axiata Digital Services,” ucapnya.

Kiril meyakini bahwa pertumbuhan operator saat ini kurang baik, bukan hanya di Indonesia tetapi juga dunia.

“Rasio profitabilitas atau Return on Equity (ROE) industri telekomunikasi turun dari 8% pada 2017 menjadi 6% di 2018. Padahal, investasi misalnya untuk 5G ataupun IoT terus meningkat,” paparnya.

BACA JUGA:
Cara Beli Huawei Mate 20 Pro Seharga Rp1

Berdasarkan data internal XL, Total value yang dimiliki XL Axiata pada 2015 lalu mencapai USD 3,090 Miliar atau setara Rp 43.828.560.000.000.000. Angka value tersebut mencakup bisnis konektivitas dan digital service.

Revenue XL Axiata

Total value untuk jaringan mencapai USD 1,626 miliar atau senilai Rp 23.095.785.300.000.000. Sedangkan total value untuk digital service mencapai USD 1,464 miliar atau senilai Rp 20.777.088.000.000.000.

Dari total value, digital service mendominasi value dengan 53%. Sementara digital service 47%.

BACA JUGA:
XL Axiata Tawarkan Paket Spesial Bagi Pengemudi Gojek

Kirill juga menyampaikan target perusahaannya di tahun 2020 mendatang. Kirill dan pihaknya berharap total value di 2020 mencapai USD 5,218 miliar atau setara Rp 74.053.856.000.000.000. Ini juga termasuk jaringan dan digital service.

Berbanding terbalik, digital service menyumbang lebih banyak revenue XL Axiata sebesar 63%. Value digital service mencapai USD 3,296 miliar atau senilai Rp 46.743.872.000.000.000.

Sementara jaringan menyumbang sekitar 37% dari total revenue XL Axiata. Angkanya diprediksikan mencapai USD 1,922 miliar.