Beranda News Donald Trump Gagalkan Mimpi Broadcom Ambil Alih Qualcomm

Donald Trump Gagalkan Mimpi Broadcom Ambil Alih Qualcomm

-

Jakarta, Selular.ID – Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menghalangi pengambilalihan Qualcomm senilai USD142 miliar kepada Broadcom karena masalah keamanan nasional.

Intervensi Trump itu pun mengakhiri kesepakatan yang akan menjadi terbesar yang pernah ada di sektor teknologi.

Trump mengeluarkan perintah kepresidenan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang didasarkan pada rekomendasi Komite Penanaman Modal Asing di AS (CFIUS).

Perintah tersebut menyatakan: “Ada bukti yang kredibel yang membuat saya percaya bahwa Broadcom, perusahaan terbatas yang diatur berdasarkan undang-undang Singapura, bersama dengan mitranya, melalui kontrol Qualcomm, dapat mengambil tindakan yang mengancam akan mengganggu keamanan nasional Amerika Serikat”.

Broadcom mengeluarkan sebuah pernyataan singkat yang mengatakan bahwa pihaknya sedang meninjau kembali perintah tersebut dan sangat tidak setuju bahwa usulan akuisisi Qualcomm menimbulkan masalah keamanan nasional.

Dalam pernyataannya sendiri, Qualcomm mengatakan bahwa pihaknya telah diperintahkan untuk mengumpulkan kembali pertemuan pemegang saham tahunan yang ditunda pada tanggal yang paling awal, berdasarkan periode pemberitahuan sepuluh hari yang dipersyaratkan. Itu berarti akan terjadi pada 23 Maret 2018.

Perusahaan tersebut mencatat bahwa semua direktur yang ditunjuk oleh Broadcom dilarang untuk melakukan pemilihan. Broadcom awalnya menominasikan 11 calon anggota dewan Qualcomm, namun kemudian memangkasnya menjadi enam.

Otoritas AS khawatir bahwa aksi korporasi itu akan berujung pada penyerahan inisiatif pengembangan 5G ke China.

Pada awal bulan Maret, CFIUS yang merupakan bagian dari perbendaharaan AS, memerintahkan penundaan 30 hari mengenai suara pemegang saham Qualcomm, karena menyelidiki kesepakatan yang diajukan .

Perintah eksekutif dari presiden tersebut datang meski Broadcom mengumumkan rencana untuk mempercepat langkah dari Singapura ke AS untuk meredakan kekhawatiran bahwa pengambilalihan Qualcomm merupakan ancaman bagi keamanan nasional.

Baca juga: Qualcomm Tolak Tawaran Akuisisi Broadcom

Produsen chip yang berbasis di Singapura itu mengatakan akan merelokasi basis resminya ke AS paling lambat pada akhir April 2018.

Reuters melaporkan Broadcom bertujuan untuk menyelesaikan langkah tersebut pada 3 April, dua hari sebelum Qualcomm dijadwalkan mengadakan pertemuan pemegang saham yang tertunda.

Pekan lalu Broadcom berjanji untuk menjadikan AS sebagai pemimpin global dalam 5G dan menyiapkan dana USD1,5 miliar untuk melatih insinyur di teknologi masa depan seandainya usahanya untuk memperoleh Qualcomm menjadi kenyataan.

Penawaran pertama Broadcom dilakukan pada November 2017. Namun nilai penawaran beberapa kali mengalami perubahan menyusul penentangan dari manajemen Qualcomm. Tawaran terakhir mencapai USD 79 per saham.

Artikel Terbaru