spot_img
BerandaNews50 Juta Pengguna Kartu Prabayar Telkomsel Telah Lakukan Registrasi

50 Juta Pengguna Kartu Prabayar Telkomsel Telah Lakukan Registrasi

-

Ilustrasi Registrasi Ulang
Jakarta, Selular.ID – Registrasi kartu prabayar yang telah dilakukan pemerintah bersama operator saat ini sudah mencatat 110 juta pengguna kartu prabayar yang melakukan registrasi. Dari jumlah itu, 50 jutanya adalah pelanggan Telkomsel.

Hal tersebut dikatakan Sukardi Silalahi, Direktur Sales Telkomsel di sela-sela acara Capaian Kinerja dan Peluncuran Produk Inovatif di Bidang Pos dan Informatika di Jakarta (20/12/17).

Sukardi menuturkan, dengan jumlah pelanggan yang mencapai sekitar 178 juta, Sukardi optimis pada 28 Februari mendatang pelanggan Telkomsel telah selesai melakukan registrasi.

“Kami melakukan koordinasi, sebagai bentuk dukungan terhadap regulasi. Kami juga menyiapkan sistem yang memadai serta terus melakukan edukasi kepada masyarakat secara intens. Seperti mengirimkan pesan dan menelepon kepada pelanggan kartu prabayar Telkomsel yang belum registrasi,” tutur Sukardi.

Sukardi mengharapkan kepada pelanggan untuk segera melakukan resitrasi, dan sebisa mungkin menghindari registrasi di hari-hari terakhir.

“Kalau sampai 28 Februari pelanggan kami belum melakukan registrasi pemerintah masih memberikan masa tenggang selama 30 hari,” kata Sukardi.

Sukardi menjelaskan mekanisme masa tenggang jika pelanggan belum juga melakukan regiistrasi. Pertama selama masa tenggang itu, jika pelanggan belum juga melakukan pendaftaran, pertama-tama pemerintah akan memblokir layanan panggilan keluar (outgoing call) dan SMS.

Setelah itu, apabila 15 hari setelahnya pelanggan juga masih belum mendaftar, layanan kedua yang akan diblokir adalah panggilan masuk (incoming call) dan SMS. Namun pengguna masih bisa menggunakan layanan data.

Kemudian tahap terakhir, apabila setelah 15 hari itu belum juga melakukan registrasi, pemblokiran akan dilakukan secara keseluruhan.

Dalam kesempatan yang sama Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika menegaskan untuk tidak ada alasan bagi pelanggan enggan melakukan registrasi, salah satu alasan mengapa Kemkominfo mewajibkan registrasi kartu  prabayar di Tanah Air salah satunya ingin menyehatkan industri seluler Tanah Air.

“Setiap tahun industri seluler beli simcard lebih dari 500 juta. Padahal kenyataannya, pelaksanaan sedikit dari itu. Akibatnya terjadi ketidakefisienan dalam manajemen kartu SIM. Jadi kalau kebijakan ini terus berjalan, industri kan bisa save pengeluaran hingga Rp 2-2,5 triliun,” kata Rudiantara.

Pasalnya yang terjadi saat ini, masyarakat banyak.yang membeli simcard sekali pakai, sehingga kedepannya dengan registrasi kartu prabayar ini mampu meminimalisir pembelian simcard yang berlebihan, namun menambah pembelian pulsa bagi pengguna telepon seluler.

“Ini akan menyehatkan industri seluler, baik operator dan penggunanya,”tutup Rudiantara.

 

spot_img
spot_img

Artikel Terbaru