SHARE

eleveniaJakarta, Selular.ID – Agustus 2017 menjadi bulan terakhir bagi XL menjadi majikan Elevenia. Bersama dengan SK Planet, anak perusahaan SK Telecom Korea, operator yang identik dengan warna biru itu, resmi melepas semua kepemilikan saham kepada kepada PT Jaya Kencana Mulia Lestari dan Superb Premium Pte. Ltd.

Menurut Dirut XL Axiata Dian Siswarini, keputusan melepas Elevenia adalah pilihan yang realistis. Ia beralasan, saat awal membangun Elevenia pada 2013 dan tahun berikutnya resmi beroperasi, industri e-commerce di Tanah Air masih terbilang sepi. Sehingga XL, ketika itu, berkeyakinan kalau Elevenia akan menguntungkan di kemudian hari.

Namun situasi itu berubah pada 2016. Alibaba yang sudah masuk dan Amazon yang dikabarkan akan segera menyusul, membuat operator yang identik warna biru ini memikirkan kembali nasib Elevenia.

“Niatnya sejak pemain (e-commerce) gede itu datang, tahun lalu. Kalau proses penjualannya nggak terlalu panjang, cuma beberapa bulan,” kata Dian.

Dian menambahkan, pilihan strategis untuk melepas kepemilikan elevenia akan menjadikan XL semakin fokus kepada kekuatan utama dan mengembangkan bisnis layanan data untuk menjadi pemimpin pasar dari penyedia layanan mobile data di Indonesia.

Selain itu, keputusan ini akan mengurangi dampak kerugian yang timbul dari elevenia dan memungkinkan XL mengalokasikan modal untuk menghasilkan keuntungan bagi para pemegang sahamnya serta memberikan layanan yang lebih baik kepada para pelanggannya.

Lantas sejak menjadi induk semang Elevenia, berapa dana yang sudah digelontorkan oleh XL untuk memodali perusahaan e-commerce terbesar ketiga di Indonesia itu?

Di awal tahun beroperasi yakni pada 2013, baik XL Axiata maupun SK Planet, memberikan kontribusi masing-masing sebesar US$ 18,3 juta untuk modal saham awal dan masing-masing memegang 50% dari total modal saham.   

Dalam dua tahun terakhir, XL telah menggelontorkan dana yang tak sedikit untuk mendorong kinerja elevenia. Masing-masing pada 27 Januari 2015, 7 Januari 2016 dan 30 Juni 2016, XL memberikan kontribusi tambahan modal sebesar US$ 12,1 juta, US$ 9,6 juta, dan US$ 13,2 juta. Artinya, hingga semester I-2016 total dana tambahan bagi elevenia telah mencapai US$ 69,8 juta.

Gelontoran dana tersebut sukses mengatrol posisi elevenia sebagai e-commerce terpopuler ketiga di Indonesia. Mengacu pada riset yang dilakukan meta-search engine, iPrice, jumlah pengunjung yang menyambangi elevenia untuk kuartal pertama 2017, elevenia berada di nomor tiga dengan jumlah 34 juta pengunjung per bulan.

Posisi pertama dan kedua masih dikuasai oleh dua pemain e-commerce independen, yakni Lazada dan Tokopedia. Lazada meraih 49 juta pengunjung dan Tokopedia 39 juta pengunjung per bulan.

Namun, lazimnya bisnis e-commerce, pemain yang turun di bisnis ini harus bakar duit untuk keperluan promosi dan lainnya. Setidaknya lima tahun pertama, perusahaan e-commerce harus ‘berdarah-darah’ dahulu.

Sehingga, meski Elevenia mampu menyodok ke posisi tiga besar, hal itu belum memberikan kontribusi keuntungan bagi XL. Malah bisa merusak EBITDA perusahaan.

“Dengan lebih banyak lagi kompetisi, yang diperlukan lebih banyak sehingga bleeding akan lebih panjang kalau dananya tidak diteruskan. Akhirnya, kita ambil kesimpulan untuk lepas,” ucap perempuan berkacamata ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here