Sabtu, 18 Mei 2024
Selular.ID -

Traveloka Layani Lonjakan Pembeli Tiket KAI Kala Mudik

BACA JUGA

IMG-20170531-WA0013Jakarta, Selular.ID – Menjawab permintaan banyak konsumen, Traveloka akhirnya membuka layanan pemesanan tiket kereta api. Layanan ini resmi tersedia sejak Januari 2017 secara eksklusif di Traveloka App. Namun kini, pemesanan tiket kereta api juga bisa dilakukan melalui situs web resmi dan mobile web.

Setelah resmi menjadi partner terpercaya dari PT KAI, Traveloka bisa terhubung secara langsung dengan sistem layanannya. Hal ini membuat layanan Traveloka bisa diandalkan untuk pemesanan tiket kereta api jarak jauh dan menengah, seperti online travel agent lainnya, sebut saja Tiket.com dan PegiPegi.

Baru empat bulan melayani pembelian tiket kereta api, Traveloka menargetkannya diserbu para pemburu tiket mudik Lebaran 2017. Perusahaan mengaku telah menyediakan cukup banyak tiket kereta api untuk momen mudik Lebaran agar dan memudahkan sistem penukaran tiket.

“Fokus Traveloka sekarang ini adalah mudik. Jadi fokusnya paling tidak 30 persen dari jumlah total pemudik tahun ini belanja dari Traveloka,” jelas Caesar Indra, Senior VP Business Development Traveloka. Target ini dibarengi dengan persiapan dan peningkatan kualitas layanan dalam mengantisipasi lonjakan trafik serta permintaan tiket kereta api jelang Lebaran.

Untuk perjalanan mudik Lebaran tahun ini, pelanggan sudah dapat memesan tiket kereta api di aplikasi Traveloka mulai tanggal 18 Maret 2017 lalu. Pengguna bisa memilih kelas dan subkelas saja, juga pemilihan jadwal dan kursi. Namun tanpa menunggu lama, saat ini tiket kereta api melalui Traveloka sudah ludes.

“Kita menjadi agent terbesar dan nomor satu di PT KAI. Padahal kita baru launch empat bulan lalu. Tiket kereta api sudah habis dari jauh-jauh hari, apalagi kita sekarang ada program cicilan,” ujar Caesar.

Di bulan Ramadhan ini, transaksi penjualan tiket kereta api mengalami kenaikan cukup pesat meski Ia tidak mau mengumbar angka persentase-nya. Bila saat ini perusahaan baru menyediakan fitur Pesawat + Hotel, ke depannya tidak menutup kemungkinan ada fitur kombinasi serupa Kereta Api + Hotel asal tergantung permintaan dari konsumen.

“Kita mungkin lihat kebutuhan konsumen yang kita pelajari dari feedback mereka. Kalau memang mereka mintanya seperti itu, kita akan wujudkan menjadi produk baru, tergantung permintaan,” ujarnya.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU