spot_img
BerandaNewsSolusi Edge Data Center Penting Untuk Sektor Perbankan

Solusi Edge Data Center Penting Untuk Sektor Perbankan

-

Man working in server room --- Image by © Hiya Images/Corbis
Man working in server room — Image by © Hiya Images/Corbis

Jakarta, Selular.ID Schneider Electric, perusahaan di bidang pengelolaan energi dan automasi, melalui unit bisnis Information Technology (IT) baru-baru ini menggelar konferensi Asia IoT Business Platform 2016 di Jakarta (15 -16 Agustus 2016).

Dalam konfrensi Asia IoT Business Platform 2016 membahas berbagai peluang dan tantangan adopsi IoT, serta menampilkan berbagai studi kasus implementasi solusi sektor IT di negara-negara Asia Tenggara.Di sepanjang acara, digelar sesi-sesi yang membahas berbagai sektor, seperti industri IoT, bidang otomotif, transportasi dan logistik, Smart City, Pemerintah dan Kesehatan, serta Retail, Perbankan dan Keuangan.

Khusus untuk perbankan dan keuangan seperti dalam keterangannya, transaksi perbankan dengan menggunakan electronic banking (e-banking) di Indonesia terus mengalami peningkatan, baik secara frekuensi maupun volume. Jumlah penduduk dan kondisi geografis Indonesia juga sangat mendukung berkembangnya e-banking. Dengan begitu banyaknya pulau-pulau yang tersebar di seluruh nusantara, e-banking merupakan salah satu jalan terbaik untuk meningkatkan dan memperluas jaringan layanan perbankan.

Namun, semakin besarnya jumlah data yang saling terkoneksi dalam layanan perbankan ini menimbulkan permasalahan baru yaitu latency atau lambatnya komunikasi data melalui jaringan sesuatu yang tidak dapat ditolerir di tengah pertumbuhan bisnis yang semakin dinamis.

Sebagai pengelola energi dan automasi, Schneider Electric mempunyai serangkaian solusi Edge Data Center yang dapat mendistribusikan beban komputasi lebih dekat ke perangkat sehingga dapat mengurangi masalah latency.

Salah satunya adalah InfraStruxure, Arsitektur ruang IT yang memiliki skalabilitas, fleksibilitas dan modularitas yang tinggi, yang mampu secara dramatis membantu mengurangi kompleksitas data center, meminimalisir pemborosan energi, dan memberikan infrastruktur yang tangguh dan terandalkan.

Baca juga :  Tim Avengers Siap Berlaga di Game Marvel’s Midnight Suns

Solusi selanjutnya adalah Micro Data Center: sistem yang self-contained dan aman dalam satu enclosure (rak) yang di-install dan dites di pabrik. Solusi ini adalah penggabungan yang efisien antara distribusi power, cooling, rak, sistem keamanan, fire supression dan energy management system terbaik yang distandardisasi untuk secara signifikan mengurangi waktu deployment dan kompleksitas pengelolaan. Solusi Micro Data Center dari Schneider Electric tersedia dalam berbagai ukuran dan jenis rak, untuk aplikasi di dalam dan luar ruangan.

Baca juga :  Tim Avengers Siap Berlaga di Game Marvel’s Midnight Suns

Keseluruhan solusi ini didukung oleh Data Centre Infrastructure Management (DCIM) legendaris dari Schneider Electric, yaitu StruxureWare®; perangkat lunak DCIM yang terdiri atas serangkaian modul untuk mendukung kegiatan operasional, pengaturan, dan pengelolaan data center. Aplikasi ini memungkinkan dunia usaha menikmati kemudahan melalui pengelolaan data center mereka di banyak domain sekaligus.

Dari sisi pengguna, khususnya di sektor perbankan, IoT disambut dengan sangat positif, bahkan menjadi salah satu strategi bank-bank di Indonesia. Pemanfaatan IoT dalam bentuk edge data center memungkinkan bank untuk menyediakan pelayanan digital yang akan semakin memudahkan nasabah.

Untuk mendukung misi tersebut, maka diperlukan pengembangan infrastruktur data center dan edge data center di cabang-cabang perbankan di seluruh Indonesia. Melalui penggunaan edge data center, bank dapat mengurangi risiko latency, menikmati efisiensi biaya dan yang paling utama adalah memastikan keamanan data nasabah yang juga merupakan prioritas utama sebagai penyedia jasa perbankan.

spot_img

Artikel Terbaru