Friday, April 10, 2020
Home News Solusi Mengatasi Latency Akibat Kebanyakan Data

Solusi Mengatasi Latency Akibat Kebanyakan Data

-

scheneider
Jakarta, Selular.ID – Internet of Things (IoT) adalah suatu fenomena yang nyata terjadi, didorong oleh semakin banyaknya perangkat dan sensor yang saling terhubung dan berkomunikasi satu sama lain. Dari data yang ditulis Schneider Electric, tiap tahunnya lalu lintas digital berkembang sebanyak 25%. Bahkan, di tahun 2018 diperkirakan setiap orang akan mentransmisikan 1 GB data setiap harinya, atau setara dengan lalu lintas digital sebesar 10,4 Zettabytes.

Namun, besarnya jumlah data yang saling terkoneksi menimbulkan permasalahan baru yaitu latency atau lambatnya komunikasi data melalui jaringan sesuatu yang tidak dapat ditolerir di tengah pertumbuhan bisnis yang semakin dinamis.

Oleh sebab itu baru-baru ini, Astri R. Dharmawan selaku Vice President Schneider Electric IT Indonesia, Malaysia, Brunei dalam Schneider Electric IT Solution Day menjelaskan bahwa tren kebutuhan data center harus memiliki solusinya.

“Ledakan Big Data akibat pertumbuhan pesat IoT adalah hal yang tidak bisa dihindari. Sudah saatnya perusahaan secara proaktif mentransformasi data center dan seluruh teknologi pendukung yang dimilikinya untuk mengurangi latency sehingga dapat tetap beroperasi secara efisien, fleksibel dan aman. Salah satu solusi yang efektif adalah edge data center yang mampu mendistribusikan beban komputasi lebih dekat ke perangkat sehingga dapat mengurangi masalah latency secara signifikan.”ujar Astri dalam keterangan resminya.

Astri menyebutkan solusi untuk mengurangi latency, yakni InfraStruxure™: arsitektur ruang IT yang memiliki skalabilitas, fleksibilitas dan modularitas yang tinggi, yang mampu secara dramatis membantu mengurangi kompleksitas data center, meminimalisir pemborosan energi, dan memberikan infrastruktur yang tangguh dan terandalkan.

Solusi selanjutnya adalah Micro Data Center, sistem yang self-contained dan aman dalam satu enclosure (rak) yang di-install dan dites di pabrik. Solusi ini adalah penggabungan yang efisien antara distribusi power, cooling, rak, sistem keamanan, fire supression dan energy management system terbaik yang distandardisasi untuk secara signifikan mengurangi waktu deployment dan kompleksitas pengelolaan. Solusi Micro Data Center dari Schneider Electric tersedia dalam berbagai ukuran dan jenis rak, untuk aplikasi di dalam dan luar ruangan.

Kemudian solusi data center yang tidak membutuhkan infrastruktur sipil (bangunan) karena hadir dalam format movable container. Data center ini dapat diletakkan di luar ruangan (harsh environment) sehingga cocok digunakan oleh industri minyak & gas, pertambangan, militer dan pemerintahan, Co-Location ataupun finansial. Solusi ini dikonfigurasi dan dibangun di pabrik, bersifat sangat modular dan scalable, dan tersedia dalam tiga jenis modul: IT Module, Cooling Module dan Power Module.

Solusi terakhir adalah Flexpod Express: infrastruktur terpadu yang terdiri dari unified computing, storage dan network yang diletakkan di dalam infrastruktur rak dari Schneider Electric. Flexpod terdiri dari Cisco Unified Computing System™ (Cisco UCS®) server, Cisco UCS Manager, Cisco Nexus.

TERBARU

Bantu Tunanetra, Google Luncurkan Braille Keyboard ‘Talkback’

Jakarta, Selular.ID - Google baru saja mengumumkan keyboard yang baru diluncurkannya, yakni sejenis Braille. Papan...

Menilik Lebih Dalam Kemampuan Kamera Oppo Find X2 Series...

Jakarta, Selular.ID - Besaran Megapiksel tak selalu menjadi tolak ukur kualitas kamera, melainkan ada...

Huawei Mempertimbangkan Chipset 5G dari Samsung dan MediaTek

Jakarta, Selular.ID - Larangan perdagangan antara Huawei dan AS mempengaruhi kedua belah pihak. Banyak...

Latest