BerandaHeadlineKena Suspend, Driver Ini Harus Bayar Rp22 Juta ke Manajemen Go-Jek

Kena Suspend, Driver Ini Harus Bayar Rp22 Juta ke Manajemen Go-Jek

-

gojek-suspend

Jakarta, Selular.ID – Telah hadir di sepuluh kota di Indonesia, bukan berarti tubuh manajemen ojek online Go-Jek telah lepas dari konflik internal yang kian memanas. Para driver yang merasa dirugikan dalam hal urusan finansial, memprotes keras suspend atau pemberhentian sepihak dijatuhi denda yang diberikan manajamen PT GO-Jek Indonesia, karena besaran dendanya dianggap tidak masuk akal.

Sebuah screenshot pesan teks/SMS yang diterima oleh seorang driver bernama Mahmudin Waru, telah beredar di dunia maya. SMS ini memperlihatkan penagihan biaya denda hingga lebih dari Rp22 juta dari manajemen perusahaan besutan Nadiem Makarim tersebut. Di akhir pesan, tertulis pemberitahuan bahwa untuk membuka suspend, driver harus melakukan pembayaran dan menunjukkan bukti pelunasannya ke CSI PT Go-Jek. Menurut pihak perusahaan, Mahmudin Waru dijatuhi hukuman denda karena terbukti telah melakukan order fiktif.

“Mahmudin Waru, Anda terkena suspend karena terbukti melakukan order fiktif. Kami kecewa atas perilaku ini. Silakan Bayar 22358000 (Rp22.358.000) melalui BCA No: 5240328129. Bawa bukti ke CSI untuk membuka suspend,” demikian isi pesan yang diterima Mahmudin.

Sontak postingan screenshot ini mendapat perhatian dari netizen Tanah Air. Sebelum Mahmudin, screenshot pesan singkat yang diterima oleh seorang driver wanita bernama Sri Asdewi, juga pernah meramaikan jejaring sosial. Namun Sri dijatuhi nominal denda yang lebih ringan, hanya sekitar Rp2 jutaan.

Kasus suspend ini memang mengejutkan karena dikhawatirkan hanya ‘permainan’ oknum manajemen saja. Apalagi jumlah yang diberikan berbeda-beda dan dianggap tidak masuk akal bagi driver. Sudah ribuan driver yang dilaporkan menerima suspend dari manajemen Go-Jek. Ada yang mendapat suspend Rp1 jutaan, Rp2 jutaan, Rp10 jutaan, hingga seperti yang dialami oleh Mahmudin mencapai Rp22 jutaan.

Parahnya selama masa suspend, driver tidak bisa melakukan jasa antar makanan, penumpang, dan aktivitas Go-Jek lainnya.

Menurut kabar yang beredar, kasus ini sedang dibawa ke ranah hukum.

Artikel Terbaru