SHARE

blaupunkt-okeJakarta, Selular.ID – Berasal dari Jerman, Blaupunkt ternyata belum mau memasarkan smartphone-nya di daratan Eropa dan Amerika. Perusahaan itu justru memilih fokus berkiprah di ‘emerging market’, termasuk Indonesia. Kenapa?

Asakim Kwok, Country Head Blaupunkt, membeberkan alasan kenapa Blaupunkt lebih memprioritaskan kawasan emerging market untuk memasarkan smartphone-nya. Masalah paten, ternyata merupakan salah satu yang melatarbekalanginya.

“Karena di smartphone itu (terjadi-red) perang paten, jadi kita sementara belum masuk pasar Uni Eropa dan Amerika walaupun Blaupunkt berasal dari Jerman. Karena kita pasti kalah paten dengan Apple dan Samsung. Jadi, untuk sementara kita akan fokus di emerging market. Hari ini kita launch di Indonesia dalam waktu dekat akan ada Thailand, Singapura, dan Indonesia,” kata Asakim.

Sejurus dengan itu, selain masalah paten, hal yang juga membuat Blaupunkt tertarik untuk memasarkan produknya di wilayah emerging market, khususnya di Indonesia adalah lantaran pangsa pasar smartphone di Tanah Air yang diklaim sebagai yang ketiga terbesar di dunia.

“Kita bisa lihat bahwa pangsa pasar smartphone itu kan paling besar di negara Tiongkok, kedua India, dan ketiga ada di Indonesia. Otomatis di bawah naungan share holder, dia memutuskan bahwa Indonesia itu adalah potensi besar. Makanya first launch-nya itu kita targetkan di Indonesia,” tandas Hermanto, Product Marketing Manager Blaupunkt.

Blaupunkt, seperti diketahui baru-baru ini meluncurkan smartphone anyar, Soundphone Sonido J1. Smartphone yang mengunggulkan fitur audio mumpuni itu dijual seharga Rp3.949.000 yang dibundel dengan headphone BP-102. Spesifikasi smartphone ini mencakup layar 5 inchi HD, prosesor octa-core berkecepatan 1.7GHz, RAM 1GB, memori internal 8GB plus slot kartu microSD, kamera belakang 8MP, dan kamera depan 2MP. (Ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here