12 October 2014 10:01
Menurut sumber yang dekat dengan The New York Times, Facebook sedang mengembangkan aplikasi “mobile independent” yang tidak memerlukan login dan tanpa identitas asli (anonim) untuk berinteraksi di dalamnya.  Masih menurut sumber tersebut, aplikasi ini  akan diluncurkan dalam beberapa minggu mendatang. Pengembangan aplikasi ini dipimpin oleh sebuah tim pengembang aplikasi komunitas dan chatting yang diakuisisi dan bergabung dengan Facebook pada bulan Januari lalu.

Sayangnya, laporan Times ini belum mampu menjelaskan bagaimana cara aplikasi ini akan terhubung ke layanan Facebook. Namun sepertinya aplikasi ini benar-benar baru dan tidak akan menjadi bagian dari ekosistem konten Facebook sama sekali, karena agak sulit membayangkan Facebook meluncurkan jejaringan sosial baru dengan pengguna yang identitasnya disembunyikan (anonim)  seperti 4chan, Secret atau Legatalk.

Rumor ini sangat tepat muncul ketika seminggu lalu facebook menonaktifkan beberapa ratus akun yang digunakan oleh LGBTQ (Lesbian, Guy, Biseksual dan Transgender). Dampaknya Facebook harus  menghadapi protes lanjutan terhadap penonaktifan akun tersebut. Dan protes terus berlanjut ketika pengaktifkan akun facebook semakin ketat dengan mengharuskan pengguna untuk mengidentifikasi diri mereka di situs dengan menggunakan nama asli yang sesuai dengan lisensi atau kartu kredit. Pekan lalu, Facebook melakukan permintaan maaf panjang atas masalah ini dan mengisyaratkan adanya perubahan besar yang akan datang. Sepertinya perubahan yang yang akan dilakukan facebook yaitu dengan hadirnya sebuah aplikasi jejaring sosial tanpa harus login dan tanpa identitas (anonim) yang sama sekali baru dan cocok bagi para pengguna LGBT.

Sumber laporan ini juga mengisyaratkan bahwa aplikasi terbaru dari Facebook ini sangat memungkinkan dijadikan sebagai komunitas kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Adapun penerapan kebijakan nama asli di facebook untuk mengurangi spam anonim dan pelecehan yang mungkin terjadi. Meskipun nantinya masih ada kemungkinan seorang pengguna terlibat dalam diskusi sensitif yang kurang nyaman ketika harus diketahui nama aslinya. Pihak perwakilan dari Facebook sendiri masih enggan berkomentar mengenai spekulasi dan rumor ini. (Deni Sukma)

 

Sumber : www.arstechnica.com