Sunday, May 26, 2019
Home News Apple Blokir Fungsi Texting Saat Pengguna Mengemudi

Apple Blokir Fungsi Texting Saat Pengguna Mengemudi

-

28 April 2014 09:30
Sepotong teknologi baru menunjukkan bahwa Apple tengah mengembangkan teknologi iPhone yang secara otomatis mematikan kemampuan texting (berkirim-dan-menerima pesan) jika diketahui pengguna sedang berada di belakang kemudi. Dengan begitu diharapkan dapat membantu mengurangi potensi kecelakaan akibat gangguan saat berkendara.

Sejak proyek otomotif Apple (Car Play dan Siri Eyes Free) diterapkan ke lebih banyak kendaraan setahun terakhir, perusahaan terus menggodok rangkaian teknologi in-car. Sebuah dokumen ditemukan pada Selasa (22/4) bertajuk Apple “iOS in the car” (iOS di dalam mobil) memprakarsai sistem lebih jauh lagi dari iOS 7. US Patent and Trademark Office (USPTO) menerbitkan Apple U.S. Patent No 8,706,143 untuk paten berjudul “Mengunci perangkat komputer genggam pengemudi,” sebuah sistem cerdas yang akan menentukan apakah pengguna perangkat sedang dalam status mengemudi, dan kemudian menutup fungsi telepon yang akan mengganggu konsentrasi.

Ada dua perwujudan utama penemuan Apple dalam paten ini. Pertama, berkonsentrasi pada mekanisme lock-out yang tidak memerlukan input dari kendaraan, malah menggunakan sensor on-board untuk menentukan ketika pengguna mengemudi. Perwujudan kedua, kendaraan mampu mengirim sinyal blocking untuk iPhone, yang secara efektif menghentikan pengguna dari menerima dan mengirim teks, atau menggunakan fungsi smartphone lainnya saat berada di kursi kemudi.

Tanpa input dari mobil, iPhone bergantung pada data dari analisa gerak dan lansekap untuk memicu mekanisme lock -out. Komponen ponsel mulai dari akselerometer, kamera, sensor cahaya, penangkap GPS dan komponen penginderaan lainnya dapat digunakan untuk menghasilkan data mentah.

Komponen penganalisa gerak memonitoring kecepatan perangkat hingga batas tertentu yang ketika tercapai, menjadi indikasi dari mobil bergerak. Data dari GPS dan akselerometer iPhone juga menambah akurasi sistem, yang dapat digunakan untuk melihat apakah pengguna tengah berjalan, berlari, atau dalam kendaraan bermotor yang bergerak.

Kerja analisa lansekap lebih rumit, dalam beberapa perwujudan ia memerlukan akuisisi dan olah citra untuk menentukan kapan pemegang perangkat berada dalam daerah operasi “aman” atau “tidak aman”. Sebagai contoh, algoritma analyzer mungkin menemukan bahwa pengguna dalam kursi pengemudi dengan menganalisis foto atau video yang menunjukkan satu wajah dan roda kemudi. Atau, jika analyzer melihat dua wajah, satu di kursi pengemudi dan satu lagi di kursi penumpang, pemilik perangkat bisa diklasifikasikan sebagai dalam “zona aman.” Selanjutnya, akselerometer bisa digunakan untuk memastikan orang yang memegang perangkat tidak menjauh dari kokpit pengemudi untuk menghindari analisis. Setelah data pengenalan dan analisis lengkap, mekanisme lock-out dapat diaktifkan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Misalnya, texting mungkin akan diblokir jika pemegang perangkat ditemukan mengemudi.

Perwujudan kedua cukup mudah, yakni mobil berkomunikasi dengan iPhone via RFID atau sinyal radio aktif. Dalam hal ini, sensor kapal, pemicu api nirkabel atau perangkat bersensor-kedekatan lain yang dapat berkomunikasi, memblokir sinyal ke telepon terdekat, menonaktifkan SMS dan fitur mengganggu lainnya.
selular12443333520140423180410selular21224310920140423180410
Fungsi penting lain dari penemuan Apple termasuk fungsi lock-out orangtua yang menonaktifkan fitur smartphone yang bisa dipilih pengguna terkait, melalui penguncian tertentu atau ponsel. Tidak ada informasi mengenai apakah Apple berniat untuk menggabungkan fungsi lock-out ke versi iOS masa depan, juga tidak disebutkan kalu fitur itu dibuat dalam pengantar CarPlay. Seperti disebutkan dalam dokumen paten, mekanisme tersebut akan menjadi “kunci penjualan signifikan di mata orangtua yang bersangkutan, dan bisa memunculkan perundang-undangan baru yang mewajibkan semua perangkat komputasi genggam untuk menonaktifkan SMS saat mengemudi.”

Paten pengunci perangkat genggam Apple pertama kali diajukan pada tahun 2008 dan kredit diberikan atas nama John Greer Elias sebagai penemunya. (Nis)

Sumber : http://appleinsider.com (22/4/2014)

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest