10 April 2013 19:00
Google dikabarkan  telah menghapus hampir 60.000 aplikasi dari Google Play Store. Soal aksi yang dimulai bulan Februari lalu ini, Google tidak mau membeberkan alasannya. Dilansir dari Tech Crunch (8/4/2013), search engine terbesar di dunia itu tidak semua menendang aplikasi-aplikasi tersebut, sebagian kecil aplikasi itu malah ditarik oleh penerbitnya sendiri. Namun, kabar ini tentu menyenangkan para pengguna yang terkadang resah, takut-takut aplikasi yang diunduhnya menyimpan virus malware. Karena menurut laporan terdahulu, sebanyak 1 dari 10 aplikasi di toko aplikasi tersebut adalah malware.

Program bersih-bersih ala Google nampaknya menyasar jenis konten MP3 atau nada dering (ringtone). Disinyalir, jenis aplikasi tersebut sangat rentan dengan spam dan tergolong kualitas buruk, bukan berkaitan dengan pelanggaran hak cipta atau konten pornografi.

Kegiatan penghapusan aplikasi secara massal ini merebak menjelang peluncuran versi terbaru dari Google Play (versi 4.0), yang diharapkan tiba dalam waktu dekat.

Google Play Store merupakan pasar aplikasi mobile tempat pengguna Android mengunduh beragam aplikasi sekaligus wadah bagi para developer menjual aplikasi-aplikasi Android bikinan mereka secara bebas. Meski bebas, Google bisa sewaktu-waktu menghapus aplikasi yang dicurigai mengandung virus/malware, melalui filter otomatis. (Choiru Rizkia)

 

Sumber : www.techcrunch.com