Selular.id – Samsung Electronics dikabarkan tengah mengembangkan material baru untuk smartphone foldable premium mereka. Bukan sekadar memakai titanium seperti generasi sebelumnya, Samsung disebut sedang meracik frame hybrid yang menggabungkan titanium dan aluminium demi menciptakan perangkat lipat yang lebih kuat sekaligus lebih dingin saat digunakan.
Laporan tersebut pertama kali diungkap Wccftech yang mengutip tipster teknologi Schrödinger. Dalam bocoran itu, Samsung disebut sedang mengembangkan desain “dual-phase frame”, yakni rangka dengan lapisan luar titanium dan inti aluminium kelas aerospace.
Pendekatan ini dinilai berbeda dibanding material smartphone premium saat ini. Titanium memang dikenal sangat kuat dan tahan gores, tetapi punya kelemahan dalam pelepasan panas. Sebaliknya, aluminium memiliki konduktivitas termal lebih baik sehingga lebih efektif membuang panas dari komponen internal.
Karena itu, Samsung mencoba menggabungkan keunggulan keduanya. Lapisan titanium ditempatkan di bagian luar untuk meningkatkan rigiditas dan kesan premium, sementara bagian dalam aluminium bertugas menyerap serta mendistribusikan panas dari motherboard dan chipset.
Konsep tersebut disebut mirip “thermal zoning”, yakni pembagian area material berdasarkan fungsi tertentu. Dengan pendekatan itu, Samsung berupaya meningkatkan daya tahan foldable tanpa mengorbankan manajemen suhu perangkat yang selama ini menjadi tantangan smartphone tipis dan lipat.
Menariknya, rumor ini muncul di tengah kabar bahwa juga tengah mengembangkan material futuristis bernama Liquidmetal untuk perangkat foldable mereka. Material tersebut merupakan amorphous alloy atau logam tanpa struktur kristal teratur yang diklaim jauh lebih kuat dibanding titanium biasa.
Liquidmetal sendiri bukan teknologi baru bagi Apple. Perusahaan asal Cupertino itu telah memegang lisensi eksklusif teknologi tersebut sejak 2010. Namun sejauh ini penggunaannya masih terbatas pada komponen kecil seperti SIM ejector tool. Foldable iPhone disebut bakal menjadi perangkat pertama Apple yang memakai Liquidmetal dalam skala besar, khususnya pada bagian hinge atau engsel.
Samsung tampaknya tidak ingin kalah cepat. Dengan frame hybrid titanium-aluminium, perusahaan Korea Selatan itu diyakini ingin menciptakan foldable yang lebih tipis, ringan, tetapi tetap kokoh untuk penggunaan jangka panjang.
Material ini disebut berpotensi hadir pertama kali pada lini foldable ultra-premium Samsung di masa depan, termasuk perangkat tri-fold yang belakangan semakin sering dirumorkan. Biaya produksinya diperkirakan sangat mahal karena proses penyatuan dua logam berbeda membutuhkan teknik nano molding khusus.
Persaingan material premium kini menjadi arena baru industri smartphone flagship. Jika sebelumnya kompetisi hanya fokus pada chipset dan kamera, kini produsen mulai berlomba menghadirkan inovasi di sektor struktur bodi dan mekanisme engsel demi meningkatkan durability perangkat foldable.
Dalam beberapa tahun terakhir, Samsung memang menjadi pemain paling agresif di pasar ponsel lipat lewat lini Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip. Namun kehadiran foldable iPhone dalam beberapa tahun ke depan diperkirakan akan memperketat persaingan, terutama di segmen premium.
Sejumlah analis juga menilai material baru akan menjadi faktor penting dalam menentukan pengalaman pengguna foldable generasi berikutnya. Perangkat lipat dituntut tidak hanya tipis dan ringan, tetapi juga tahan terhadap tekanan mekanis dalam jangka panjang.
Hingga kini Samsung belum memberikan konfirmasi resmi terkait pengembangan frame hybrid tersebut. Namun jika rumor ini benar, generasi foldable Samsung berikutnya bisa menjadi salah satu perangkat paling ambisius yang pernah dibuat perusahaan itu.
Baca juga: Samsung Dekati MediaTek, Tantang Dominasi TSMC


