Rabu, 24 April 2024
Selular.ID -

Indosat Ooredoo Hutchison Bersama Tech Mahindra Kembangkan AI Linguistik Garuda

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) sebagai perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di Indonesia kembali menjalin kemitraan strategis dengan Tech Mahindra, Kamis (29/2/2024).

Tech Mahindra sendiri merupakan perusahaan penyedia solusi dan layanan transformasi digital, konsultasi, serta rekayasa ulang bisnis terkemuka.

Keduanya mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di ajang Mobile World Congress (MWC) 2024.

Kerja sama ini merupakan kali kedua Indosat dan Tech Mahindra sepakat untuk bekerja sama dalam dalam mengembangkan ‘Garuda’, sebuah Large Language Model (LLM) yang bertujuan untuk melestarikan bahasa Indonesia beserta seluruh dialeknya.

TONTON JUGA:
@selular.id

XL Axiata resmi menutup layanan Live On pada 23 Februari 2024. Layanan yang menyasar pelanggan muda itu hanya berusia 3,5 tahun, sejak diluncurkan pada 5 Oktober 2020. Penutupan Live On menyusul pembubaran dua operator digital lainnya yang pernah ada di Indonesia. Tercatat Smartfren menutup Switch Mobile pada Januari 2021 (debut Maret 2020) dan Indosat Ooredoo Hutchison menutup MPWR (baca: Empower) pada Oktober 2022 (dirilis Desember 2020). Saat ini, tertinggal satu operator digital untuk kalangan muda yakni by.U milik Telkomsel. #byu #telkomsel #xl #xlaxiata #liveon #internet #internetprovider #provider #digital

♬ In Love With You – BLVKSHP

‘Garuda’ akan dibangun berdasarkan prinsip-prinsip LLM orisinal Tech Mahindra ‘Project Indus’, sebuah model dasar yang dirancang untuk berkomunikasi dalam berbagai bahasa dan dialek India.

Fitur unik ‘Garuda’ akan menghadirkan beragam use case, memungkinkan pelanggan Indosat untuk memanfaatkannya di berbagai aplikasi, termasuk layanan dukungan pelanggan, pengalaman pengguna, dan pembuatan konten lintas industri seperti kesehatan, e-commerce, pendidikan perdesaan, perbankan dan keuangan, pertanian, serta telekomunikasi.

Baca juga: Indosat Gandeng NVIDIA Ciptakan Infrastruktur AI Berdaulat

Model ini akan menyajikan pengalaman pengguna yang dipersonalisasi dengan menganalisis sentimen dan memahami pola perilaku, sehingga menghasilkan pembelajaran yang fleksibel berdasarkan interaksi sebelumnya.

Sebagai bagian dari kemitraan ini, Tech Mahindra akan memanfaatkan keahlian teknologinya untuk mengumpulkan dan merangkum data dalam bahasa Indonesia, yang kemudian akan dilatih dulu lalu dirilis sebagai model percakapan untuk Indosat.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison menyambut kolaborasi dengan Tech Mahindra dalam proyek ‘Garuda’ ini dengan antusias.

Vikram mengatakan kolaborasi ini sepenuhnya sejalan dengan tujuan besar Indosat yaitu menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia

“Menggunakan teknologi terkini dalam melestarikan Bahasa Indonesia dengan berbagai dialeknya, kami mendukung keragaman linguistik serta meningkatkan aksesibilitas dan inklusi dalam era digital,” kata Vikram.

“Kemitraan ini memperkuat komitmen kami terhadap transformasi digital Indonesia dan dukungan terhadap visi Indonesia Emas 2045.”

“Kolaborasi ini turut mengoptimalkan infrastruktur artificial intelligence (AI) dan kapasitas sumber daya manusia untuk mendorong inovasi, menghadirkan marvelous experience, serta membuka peluang baru bagi pertumbuhan sosial-ekonomi secara merata di Indonesia,” sambungnya.

Baca juga: Indosat Gandeng Huawei Kembangkan Inovasi Berbasis AI

‘Garuda’ akan dikembangkan dengan 16 miliar token bahasa Indonesia asli, yang akan menghasilkan 1,2 miliar parameter untuk membentuk pemahaman model terhadap bahasa Indonesia tersebut.

Parameter-parameter ini akan mempengaruhi bagaimana model tersebut memproses input dan menghasilkan output.

Versi beta dari model ‘Garuda’ akan dirilis untuk pengujian oleh Indosat dan penutur Bahasa Indonesia.

Model ini akan terus diperbaiki menggunakan teknik RLHF (Reinforcement Learning from Human Feedback) untuk memastikan keandalannya dalam percakapan.

Selain itu, use case khusus akan dikembangkan menggunakan metode LIMA (Less is More for Alignment).

Harshvendra Soin, President – Asia Pasifik and Japan Business, Tech Mahindra memperkirakan pasar LLM akan mencapai USD40,8 miliar pada tahun 2029.

“Dalam konteks ini, munculnya LLM seperti ‘Garuda’ dan ‘Indus’ dapat memfasilitasi komunikasi online bagi individu dan perusahaan dalam dialek dan bahasa lokal mereka, menciptakan peluang baru di dunia digital,” katanya.

“Kami sangat antusias bekerja sama dengan Indosat dalam proyek ‘Garuda’, yang akan menghasilkan dampak transformasional dengan menyediakan pengalaman yang dipersonalisasi bagi masyarakat Indonesia.”

“Kami percaya bahwa model ini akan secara signifikan mempromosikan keragaman linguistik Indonesia dan membuka peluang bisnis baru bagi perusahaan di wilayah tersebut,” lanjutnya.

Baca juga: Gandeng Lintasarta, Indosat Implementasi Digitalisasi Faskes di Lampung

Membawa semangat gotong royong dan kolaborasi, kemitraan strategis antara Indosat dan Tech Mahindra menggabungkan keunggulan kedua perusahaan dalam mendorong inovasi teknologi di Indonesia.

Upaya kolaboratif ini mencerminkan visi bersama untuk merevolusi teknologi pemahaman bahasa, berkontribusi pada pelestarian keragaman linguistik dan memajukan solusi komunikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan unik pasar Indonesia.

Simak berita menarik lainnya dari Selular.id di Google News

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU