Rabu, 24 April 2024
Selular.ID -

CCV Ungkap Sejumlah Sektor Digital yang Menarik bagi Investor di Tengah Kondisi Menantang

BACA JUGA

Selular.ID – Perusahaan modal ventura Central Capital Ventura (CCV) menyatakan kepercayaannya terhadap peluang perusahaan fintech untuk terus bertahan melalui tech winter.

Hal tersebut diungkapkan Adi Prasetyo, Direktur CCV menyebut sejumlah ceruk bisnis masih berpeluang menjadi sumber pertumbuhan fintech di Indonesia, seperti sektor consumer tech, wealth, maupun teknologi digital yang dapat mendukung perbankan.

“Apakah fintech masih menjanjikan? Saya rasa masih. Jika bicara data mengenai ekspektasi kenaikan valuasi, masih ada kesempatannya. Dan di sisi lain, juga mendorong terjadinya kolaborasi dengan bank. BCA juga melihat potensi kolaborasi itu,” ungkap Adi, di Mini Studio BCA Expoversary 2024, Jumat (1/3/24).

Menurut Adi, Saat ini ekosistem startup sedang memasuki fase penuh tantangan seiring minimnya penanaman modal dari investor.

Kondisi ini membuat banyak startup melakukan perampingan organisasi demi efisiensi, dan mencari terobosan guna membuka sumber keuntungan baru. Bahkan, tak sedikit startup yang berhenti beroperasi akibat kondisi ini.

Adi menyebut, menurutnya penanaman modal ke startup dari investor secara global mencapai titik terendah dalam enam tahun terakhir.

Baca Juga:Langkah Mudah Buka Blokir Kartu BCA Dengan Halo BCA

Kini, perusahaan modal ventura lebih selektif dalam memberikan modal. Kendati demikian, ia berharap ada perubahan situasi menyusul munculnya sejumlah inovasi dari teknologi teranyar seiring ekspektasi investor yang terus meningkat.

“Sepertinya enam bulan pertama di 2024, secara umum investor lebih berhati-hati dalam melihat peluang dan melakukan investasi. Di sisi lain, uang yang akan diinvestasikan sebenarnya sangat banyak. Investor sedang menunggu peluang yang tepat untuk berinvestasi, hanya masih berhati-hati,” imbuh Adi.

Sebagai entitas anak PT Bank Central Asia Tbk, CCV memiliki tugas membangun ekosistem digital untuk BCA yang utamanya melibatkan fintech. Dari ekosistem tersebut, diharapkan akan terjadi kolaborasi dengan perusahaan.

Samuel Tjung, VP Digital Innovation Solution BCA menegaskan sejumlah inovasi yang berpotensi menjadi penggerak ekosistem startup di antaranya agritech, teknologi biometrik hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Samuel menyatakan, BCA terbuka dengan potensi dari startup-startup yang bergerak di berbagai bidang berbasis teknologi yang sejalan dengan nilai dan kebutuhan perusahaan.

“Pertama, apakah bisa menjawab kebutuhan BCA. Kedua, seperti apa portofolio dan success story dari klien mereka. Ketiga, kita lihat dukungan yang mampu mereka sediakan untuk kebutuhan perusahaan,” ujar Samuel.

CCV sebagai perusahaan modal ventura telah beroperasi sejak 2017. Total terdapat sekitar 30 startup yang menerima pendanaan dari CCV.

Di sisi lain, BCA sebagai perusahaan induk secara konsisten menjalankan program akselerasi untuk startup yang bernama SYNRGY Accelerator dan berhasil meluluskan 79 startup.

Baca Juga:Upaya BCA Meningkatkan Literasi Perbankan di Indonesia

Fintech dan fintech enabler merupakan sektor digital yang menjadi fokus CCV mengingat misi perusahaan membangun ekosistem digital bagi BCA.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU