Selular.ID -

BSN Perluas Layanan Digital dan Ritel di Luar Pembiayaan Rumah

BACA JUGA

Selular.ID – PT Bank Syariah Nasional (BSN) memperluas fokus bisnisnya di luar pembiayaan perumahan dengan mengembangkan layanan perbankan ritel, transaksi digital, serta ekosistem yang terkait dengan sektor perumahan.

Strategi tersebut disampaikan manajemen BSN dalam Indonesia leg of Asian Banking & Finance and Insurance Asia Summit 2026 yang berlangsung di Jakarta.

Langkah ini dilakukan di tengah pertumbuhan industri perbankan syariah Indonesia yang terus menunjukkan kinerja positif.

Selama ini, sekitar 92 persen portofolio pembiayaan BSN masih berasal dari kredit pemilikan rumah (KPR) dan pembiayaan terkait sektor perumahan.

Ke depan, bank syariah yang merupakan hasil pemisahan usaha dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN tersebut ingin memperluas jangkauan bisnis ke segmen yang berada di hilir industri perumahan.

Wakil Direktur Utama BSN, Arga M. Nugraha, mengatakan perusahaan tengah memperkuat fondasi bisnis pada sektor retail banking, transaction banking, serta pengembangan ekosistem yang mendukung industri perumahan.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

“Kami memperkuat pijakan di retail banking, transaction banking, dan ecosystem play dari sektor perumahan,” ujar Arga M. Nugraha dalam forum Asian Banking & Finance and Insurance Asia Summit 2026 di Jakarta.

Menurut Arga, perluasan ekosistem tersebut mencakup potensi pembiayaan bagi pengembang perumahan, toko material bangunan, hingga pelaku usaha lain yang memiliki keterkaitan dengan sektor hunian.

Strategi ini menjadi bagian dari upaya diversifikasi sumber pendapatan sekaligus memperluas basis nasabah di luar pembiayaan rumah.

Data yang dipaparkan BSN menunjukkan bahwa pembiayaan perbankan syariah di Indonesia tumbuh sekitar 12 hingga 14 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pembiayaan perbankan non-syariah yang berada pada kisaran 10 hingga 11 persen.

Di saat yang sama, portofolio pembiayaan BSN tercatat meningkat 22 persen sepanjang tahun ini.

Selain memperluas pembiayaan, BSN juga menempatkan transformasi digital sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan.

Pada Februari 2026, perusahaan meluncurkan model layanan baru yang dibarengi dengan kehadiran aplikasi mobile banking terbaru.

 

Dalam tiga bulan sejak peluncuran, aplikasi tersebut telah memproses transaksi senilai Rp22,7 miliar. Angka tersebut menunjukkan respons awal yang positif terhadap strategi digital yang dijalankan perusahaan.

BSN melihat layanan digital sebagai sarana untuk memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengandalkan pembukaan kantor cabang fisik dalam jumlah besar.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menjangkau wilayah dengan populasi Muslim yang besar maupun daerah yang menerapkan regulasi berbasis prinsip syariah.

Transformasi digital juga menjadi bagian dari ambisi BSN untuk memperkuat posisinya sebagai bank syariah yang dapat digunakan dalam berbagai aktivitas keuangan sehari-hari.

Saat ini, BSN memiliki sekitar 1,2 juta rekening tabungan dan 300 ribu rekening pembiayaan. Sementara itu, aplikasi mobile banking yang baru diluncurkan telah mengumpulkan sekitar 170 ribu pengguna dalam waktu tiga bulan.

 

Di sisi lain, BSN juga tengah menjajaki peluang menghadirkan layanan tabungan emas digital melalui aplikasi mobile banking. Namun, realisasi layanan tersebut masih bergantung pada regulasi yang berlaku.

Menurut Arga, saat ini layanan tabungan emas digital di Indonesia masih terbatas pada bank yang masuk kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3.

Karena itu, BSN tengah mendorong adanya ruang regulasi yang memungkinkan bank dengan skala lebih kecil untuk turut menawarkan layanan serupa kepada nasabah.

Inisiatif tersebut sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi digital yang lebih mudah diakses melalui aplikasi perbankan.

Kehadiran layanan emas digital berpotensi melengkapi portofolio layanan digital BSN sekaligus memperkuat keterlibatan nasabah dalam ekosistem perbankan syariah.

 

Arga juga menyoroti meningkatnya preferensi masyarakat terhadap produk dan layanan berbasis syariah. Menurutnya, tren tersebut tidak hanya terlihat pada sektor keuangan, tetapi juga pada industri makanan halal, fesyen Muslim, hingga pariwisata halal.

Perubahan perilaku konsumen tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong BSN memperluas layanan dan memperkuat transformasi digital.

Melalui kombinasi pembiayaan perumahan, layanan ritel, transaksi digital, dan pengembangan ekosistem, BSN berupaya memperluas perannya sebagai bank syariah yang melayani kebutuhan finansial masyarakat secara lebih menyeluruh.

Strategi tersebut menunjukkan arah pengembangan BSN yang tidak lagi bertumpu pada pembiayaan rumah semata, tetapi juga memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses layanan keuangan syariah dan menjangkau segmen nasabah yang lebih beragam di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Ini Perbedaan Tabungan Wadiah dan Mudharabah dari BSN

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU