Senin, 15 April 2024

Bos Nvidia Jensen Huang Pamer B200 Blackwell, Chip AI Terbaru yang Diklaim Terkuat Di Dunia

BACA JUGA

Uday Rayana
Uday Rayana
Editor in Chief

Selular.ID – Nvidia resmi meluncurkan chip terbaru, B200 Blackwell. Penguasa AI itu, mengklaim B200 Blackwell sebagai chip AI paling kuat di dunia.

Peluncuran B200 Blackwell, merupakan bagian dari serangkaian pengumuman pada hari pembukaan konferensi pengembang tahunan Nvidia, yang juga mencakup platform penelitian 6G dan seperangkat alat perangkat lunak.

Dalam sesi audiensi utama, CEO Nvidia Jensen Huang, mengatakan bahwa chip B200 Blackwell andalan Nvidia dapat melakukan tugas tertentu 30 kali lebih cepat dibandingkan pendahulunya dan dirancang untuk meningkatkan daya komputasi untuk model bahasa besar.

B200 Blackwell mencakup 208 miliar transistor dibandingkan dengan 80 miliar pada chip Hopper H100 yang diluncurkan pada tahun 2023.

Untuk diketahui, platform Hopper yang dibangun Nvidia, membantu perusahaan menjadi pemimpin dalam chip AI. Tak tanggung-tanggung, Nvidia memegang 80 persen pangsa pasar chip AI generative.

Baca Juga: CEO Nvidia: Kecerdasan Umum Buatan Bisa Dicapai Dalam Waktu 5 Tahun

Dibandingkan dengan GPU saat ini, Huang menjelaskan bahwa chip Blackwell dua kali lebih kuat dalam melatih model AI, 30 kali lebih cepat dalam melakukan tugas-tugas tertentu seperti merespons chatbot, dan mengurangi biaya dan konsumsi energi hingga 25 kali lipat.

Huang mengatakan “AI generatif adalah teknologi yang menentukan zaman kita” dan Blackwell akan terbukti menjadi mesin yang “memberdayakan revolusi industri ini”.

Perusahaan termasuk Meta Platforms, Google, Microsoft, OpenAI dan Tesla diperkirakan akan mengadopsi Blackwell, kata Nvidia.

Selain memperkenalkan chip terbaru, raksasa teknologi yang berbasis di Santa Clara, California itu, juga meluncurkan platform yang dirancang untuk membantu para peneliti dalam menggunakan AI untuk aplikasi 6G di masa depan, dengan alat yang disesuaikan untuk mengatasi kembaran digital dan pengujian jaringan.

Nvidia menyatakan 6G Research Cloud Platform yang dibangunnya menawarkan alat dasar untuk meningkatkan penggunaan AI dalam mengembangkan teknologi RAN, membantu organisasi dalam penelitian 6G mereka.

Nokia, SoftBank Corp, Fujitsu dan Viavi Solutions termasuk di antara pengguna pertama.

Nvidia juga menyoroti layanan mikro, yaitu perangkat lunak yang dirancang untuk memudahkan perusahaan menggunakan dan menerapkan model AI di platform mereka sendiri.

Pengumuman lain yang disampaikan pada acara tersebut termasuk satu set chip untuk sektor otomotif yang mampu menjalankan chatbot di kendaraan dan serangkaian produk yang berfokus pada robot humanoid.

Nvdia belakangan menjadi fenomena dalam industri teknologi dunia. Perusahaan mampu melampaui induk Google, Alphabet, dalam kapitalisasi pasar pada Rabu (14/2/2024).

Ini adalah contoh terbaru bagaimana ledakan kecerdasan buatan telah membuat saham pembuat chip melonjak tajam, meninggalkan para pesaingnya.

Tercatat saham Nvidia naik lebih dari 2% menjadi ditutup pada $739,00 per saham, memberikan nilai pasar sebesar $1,83 triliun terhadap kapitalisasi pasar Google sebesar $1,82 triliun. Pencapaian itu dilakukan satu hari setelah Nvidia melampaui Amazon dalam hal nilai pasar.

Tonggak sejarah simbolis ini adalah konfirmasi lebih lanjut bahwa Nvidia telah menjadi perusahaan kesayangan Wall Street berkat peningkatan penjualan chip AI.

Berkat kinerja yang terus berkilau, Nvidia bahkan dinilai lebih tinggi daripada beberapa perusahaan perangkat lunak besar dan penyedia cloud yang mengembangkan dan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam produk mereka.

Baca Juga: Bukan Intel, IBM atau Google Alphabet, Nvidia Jadikan Huawei Sebagai Pesaing Utama Chip AI

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU

Selamat Tinggal Dompet Fisik!