Sabtu, 2 Maret 2024
Selular.ID -

Pengamat Sebut 3 Catatan Jika Satelit Internet Starlink Masuk Indonesia

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Pengamat telekomunikasi, Agung Harsoyo menyebut ada catatan yang perlu dipertimbangkan untuk kebijakan satelit internet Starlink di Indonesia.

Menurut dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus mantan komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) itu ada tiga catatan penting terkait masuknya Starlink di Indonesia.

Pertama, tidak melakukan keputusan berupa pemberian izin baru, sebelum dilakukan kajian yang menyeluruh dan cermat oleh seluruh stakeholders terkait kepentingan nasional.

“Kajian tersebut mulai dari asesmen dampak, analisis cost-benefit, analisis berbasis-resiko oleh seluruh stakeholders. Lalu melihat pengalaman negara lainnya,” ujar Agung di acara Selular Business Forum, Senin (27/11/2023).

“Ada pula pertimbangan risiko (beserta kendali dan mitigasinya) pada daerah rawan konflik, separatisme dan sejenisnya,” sambungnya.

TONTON JUGA:

Catatan kedua menurut Agung yakni bekerjasama dalam memberikan layanan telekomunikasi untuk wilayah unserved dan underserved sebagai prioritas utama.

“Tentunya ini untuk melindungi bangsa Indonesia, memajukan kejahterakan umum dan mencerdasakan kehidupan bangsa, seperti yang tertuang di pembukaan UUD 45,” kata Agung.

“Lalu catatan ketiga, memulai penerapan collaborative regulation : telekomunikasi, transaksi keuangan, pertahanan-keamanan, layanan kesehatan dan pendidikan,” sambungnya.

Baca juga: Guru Jadi Profesi yang Paling Banyak Gunakan Pinjol

Persaingan dengan Perusahaan Lokal

Sementara itu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia atau APJII mengaku harus siap menghadapi satelit internet Starlink jika masuk ke Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua APJII, Muhammad Arif dalam acara Selular Business Forum atau SBF 2023, Senin (27/11/2023).

“Jika ditanya siap atau tidak siap kalau Starlink masuk ke Indonesia, maka jawabannya mau tidak mau kita harus siap,” ujar Arif.

Meski demikian, para pengusaha jasa internet di Indonesia ini berharap ada aturan yang jelas dari pemerintah untuk Starlink.

“Ya harus ada regulasi yang jelas. Jangan sampai masuknya tiba-tiba lalu tarif internetnya merusak pasaran,” sambungnya.

Arif menjelaskan saat ini jumlah anggota APJII sudah lebih dari 1000 dan mereka saling bersaing merebut pelanggan.

Hal tersebut yang membuat para penggusaha jasa internet di Indonesia sudah berpengalaman untuk bersaing tetapi dengan peraturan yang jelas.

Baca juga: Kominfo Sebut Satelit Internet Starlink Belum Ajukan Izin Masuk ke Indonesia

Pro Kontra Starlink
- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU