Sabtu, 2 Maret 2024
Selular.ID -

Gandeng BSSN dan KPU, Kominfo Selidiki Dugaan Kebocoran Data Pemilu 2024

BACA JUGA

JAKARTA, SELULAR.ID – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selidiki dan cek dugaan kebocoran data Pemilu 2024.

Untuk cek kebocoran data Pemilu 2024 ini, Kominfo berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI terkait temuan dugaan kebocoran data Pemilu 2024.

Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo Usman Kansong di Jakarta, Rabu (29/11/2023), mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan terkini terkait informasi dugaan kebocoran data di situs KPU RI.

“Kami masih telusuri dan koordinasikan bersama BSSN dan KPU,” katanya.

TONTON JUGA:

Sementara itu, Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari menjelaskan tim teknis dari KPU sedang berkoordinasi dengan BSSN dan Tim Siber Mabes Polri untuk melihat sejauh apa kebocoran data yang diduga terjadi sejak Selasa (28/11/2023).

Baca juga: Menkominfo Take Down Hampir 300 Konten Hoaks Pemilu 2024

“Tim di dalam yang menangani IT (teknologi informasi) KPU ada tim dari Siber Mabes Polri,” kata Hasyim di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

“Nanti, kalau sudah ada perkembangan, sudah jelas, maka tentu ada tindakan-tindakan lanjutan; tetapi yang paling penting sekarang sedang diperiksa, sedang dicek,” sambungnya.

Dia menjelaskan, bahwa awalnya tim KPU baru mengetahui informasi terkait kebocoran data tersebut melalui berita di media massa.

Hasyim mengatakan ada pihak yang menyampaikan ke publik terkait sistem informasi KPU, terutama data pemilih, dikabarkan diretas dan datanya diambil lalu dijual.

Namun, hingga saat ini, data pemilih Pemilu 2024 masih bisa diakses dan dicek di situs dptonline.kpu.go.id lewat nomor induk kependudukan (KTP).

“Intinya, informasi itu masih bisa diakses sampai sekarang,” ungkap Hasyim.

Baca juga: Guru Jadi Profesi yang Paling Banyak Gunakan Pinjol

Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Pol Adi Vivid A Bachtiar mengatakan pihaknya menemukan dugaan kebocoran data pemilih dalam situs kpu.go.id lewat patroli siber yang dilakukan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber).

Hal itu terkait munculnya peretas anonim bernama “Jimbo” yang mengklaim telah meretas situs KPU dan mengakses data pemilih dari situs tersebut.

Akun tersebut membagikan 500 ribu data contoh dalam satu unggahan di situs BreachForums.

Situs tersebut biasanya digunakan untuk menjual data-data hasil peretasan.

Jimbo juga memverifikasi kebenaran data dengan beberapa tangkapan layar dari situs cekdptonline.kpu.go.id.

Baca juga: Revisi UU ITE Bisa Pidanakan Perusahaan Pinjol hingga Debt Collector

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

INDEPTH STORIES

BERITA TERBARU