Senin, 22 Juli 2024
Selular.ID -

OJK Keluarkan Aturan Untuk Layanan Pialang Asuransi Digital

BACA JUGA

Selular.ID – Otoritas Jasa Keungan (OJK) telah menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) baru, yakni POJK Nomor 28 Tahun 2022 tentang mengatur layanan pialang asuransi digital.

POJK itu merupakana perubahan atas POJK Nomor 70/POJK.05/2016 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pialang Asuransi, Perusahaan Pialang Reasuransi, dan Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi yang mulai berlaku saat diundangkan pada 28 Desember 2022.

Darmansyah selaku Direktur Humas OJK mengatakan, penerbitan POJK 28/2022 bertujuan untuk mengikuti praktik penyelenggaraan usaha perusahaan pialang asuransi yang terus berkembang seiring dengan perubahan lingkungan bisnis dan kebutuhan masyarakat.

OJK menilai percepatan penggunaan teknologi digital dalam layanan yang diselenggarakan oleh perusahaan pialang asuransi dan meningkatnya kebutuhan kerja sama antara perusahaan pialang asuransi dan pihak lain untuk meningkatkan kualitas layanan perusahaan pialang asuransi memang memberikan dampak positif bagi industri perasuransian dan konsumen.

Baca juga: OJK Melaporkan Tingkat Keberhasilan Bayar Fintech Tumbuh 97,10 Persen

Akan tetapi, di sisi lain juga menimbulkan risiko sehingga dalam POJK 28/2022 diatur pengaturan dan pengawasan lebih lanjut dengan tetap memberikan ruang untuk inovasi.

Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan oleh OJK, POJK pun menyesuaikan beberapa ketentuan terkait frekuensi penyampaian laporan berkala, pengenaan sanksi kepada perusahaan pialang asuransi, perusahaan pialang reasuransi, dan perusahaan penilai kerugian asuransi.

Ia menambahkan pokok pengaturan dalam POJK 28/2022 antara lain pengaturan mengenai layanan pialang asuransi digital, kewajiban perusahaan asuransi untuk memastikan tenaga ahli agar menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, serta Kerjasama antar perusahaan pialang asuransi atau reasuransi (co-broking).

Terdapat juga pengaturan kewajiban penyampaian laporan keuangan secara triwulan dan penyesuaian pengaturan sanksi administrative, termasuk denda administrative dalam beleid tersebut.

Penerbitan POJK 28/2022, Darmansyah menambahkan, diharapkan dapat mengoptimalkan peran perusahaan pialang asuransi, perusahaan pialang reasuransi, dan perusahaan penilai kerugian asuransi sebagai pendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Apakah Asuransi Di Era Digital Sudah Jadi Kebutuhan?

Aturan baru ini juga diharapkan bisa mengoptimalkan peran perusahaan pialang asuransi dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mewujudkan kemandirian finansial masyarakat serta pendukung upaya peningkatan pemerataan dalam pembangunan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU