Populix: Kecepatan Jaringan Jadi Pemicu Masyarakat Indonesia Upgrade ke 5G

Upaya Dhost Genjot Jaringan 5G di Tanah Air
Upaya Dhost Genjot Jaringan 5G di Tanah Air

Selular.ID – Penetrasi 5G semakin dalam setelah banyak operator siap matikan 3G,  Populix juga ungkap pemicu masyarakat Indonesia pindah ke 5G karena jaringan cepat.

Setelah pertama kali resmi di Tanah Air pada 27 Mei 2021, proyeksi perkembangan memasuki babak baru bagi operator seluler.

Populix lakukan survei untuk mengetahui masa depan jaringan 5G di kalangan masyarakat Indonesia.

Dengan lakukan penelitan terhadap 1.000 responden laki-laki dan perempuan berusia 18-55 tahun pada tanggal 4-14 Juli 2022.

Baca Juga: Populix: Pengguna Aplikasi Video On Demand Meningkat, Netflix Kalahkan Youtube

Menghasilkan sebuah laporan penilitian berjudul “Mobile Phone Usage and 5G Network Projection” yang mengungkap minat masyarakat akan jaringan generasi ke 5 ini.

Dari total responden tersebut mengungkapkan 79% orang mengatakan bahwa mereka sudah mengetahui tentang jaringan 5G.

Sementara 12% responden lainnya mengatakan ragu-ragu dan 9% mengatakan tidak mengetahui seputar jaringan generasi kelima ini.

Jonathan Benhi, Co-Founder dan CTO Populix, mengungkap bahwa atas penawaran kecepatan jaringan dan keunggulan dari 5G menghasilkan masayarakat Indonesia untuk Upgrade jaringan ke 5G.

“Teknologi 5G menawarkan berbagai keunggulan mulai dari kecepatan jaringan, latensi yang lebih rendah hingga kemampuan untuk terhubung dengan perangkat yang lebih banyak. Keunggulan-keunggulan tersebut tentunya membuat masyarakat Indonesia sangat antusias dengan kehadirannya, 92% masyarakat sudah memiliki rencana untuk meng-upgrade ke jaringan 5G.” Ungkap Jonathan

Di kalangan orang-orang yang sudah mengetahui tentang 5G, Ada 94% memilih alasan koneksi internet yang cepat merupakan keunggulan 5G yang paling dikenal. Kemudian 43% merespon bahwa internet yang lebih besar.

Baca Juga: 92% Masyarakat di Indonesia Tertarik Menggunakan Jaringan 5G

Kemudian ada hasil surveiyang menarik dari responden terkait jaringan 5G, yaitu alasan responden tidak mau menggunakan 5G.

Pertama karena akses internet yang masih terbatas (53%), lebih mahal (39%), belum familiar dengan (36%), dan khawatir dengan radiasi berbahaya bagi kesehatan (17%).

Maka Populix meminta pemerintah, penyedia layanan, hingga lembaga-lembaga masyarakat untuk lakukan sosialisasi jaringan 5G yang mengedukasi dengan baik.

Selain itu, sebagai perusahaan telko pertama yang menggelar jaringan generasi 5, Telkomsel (81%) jadi provider yang paling dikenal di kalangan orang Indonesia.

Diikuti oleh XL Axiata (31%), Indosat Ooredoo Hutchison (30%), dan Smartfren (10%).