Pontang-Panting JD.ID Bertahan di Bisnis E-Commerce Indonesia

JD pelanggan

JD.ID Kalah Populer dan Lakukan PHK Demi Efisiensi

Demi bersaing dengan para raksasa e-commerce lainnya, JD.ID yang terkenal dengan slogan ‘Dijamin Ori” itu, mengandalkan jasa logistik yang efisien dan cepat. Khusus untuk wilayah Jabodetabek, JD.ID memberikan layanan pengiriman satu hari “Beli Sekarang, Besok Tiba”.

Namun kerasnya persaingan, membuat pertumbuhan JD.ID belum sepenuhnya menggembirakan. Menurut laporan iPrice Group, Tokopedia menjadi situs e-commerce yang paling banyak dikunjungi di Indonesia. Tokopedia sukses menjaring 135 juta orang sepanjang 2021.

Menggenapi posisi lima besar, setelah Tokopedia terdapat e-commerce asal Singapura, Shopee yang sukses dikunjungi 127 juta orang. Kemudian Bukalapak (34 juta pengunjung), Lazada (30 juta pengunjung), dan Blibli (19 juta pengunjung).

Berturut-turut posisi setelahnya dihuni oleh Bhinneka (6 juta pengunjung), Orami (5,3 juta pengunjung), Ralali (4,4 juta pengunjung), JD.ID (4 juta pengunjung), dan Zalora (2 juta pengunjung).

Berdasarkan laporan iPrice tersebut, JD.ID harus puas berada di posisi sembilan pasar e-commerce Indonesia. Jumlah pengunjung yang dicapai oleh JD.ID dibandingkan dengan penguasa lima besar, bagaikan bumi dengan langit. Apa boleh buat, sejak kehadirannya tujuh tahun lalu di Indonesia, JD.ID belum mapu menjadi situs e-commerce terpopular.

Ironisnya, pencapaian JD.ID bertolak belakang dengan Shopee. Padahal, e-commerce yang didirikan oleh Forest Li itu, sama-sama hadir di Indonesia pada tahun yang sama dengan JD.ID, yaitu 2015.

Upaya JD.ID bertahan di pasar e-commerce di Tanah Air, mendorong perusahaan melakukan efiesiensi. Alhasil PHK terhadap sejumlah karyawan tak terelakkan.

JD.ID mengatakan bahwa keputusan untuk melakukan PHK adalah upaya penyesuaian bisnis dan restrukturisasi perusahaan.

Director of General Management JD.ID Jenie Simon mengatakan improvisasi dan pengambilan keputusan PHK ini dilakukan agar JD.ID dapat terus beradaptasi dan selaras dengan dinamika pasar dan tren industri di Indonesia.

“JD.ID juga melakukan pengambilan keputusan seperti tindakan restrukturisasi, yang mana di dalamnya terdapat juga pengurangan jumlah karyawan,” kata Jenie Simon, dalam keterangan tertulis, Kamis (26/5/2022).

Baca Juga: JD.ID Kini Punya 13 Warehouse dan 3.000 Tenaga Pengantaran

Halaman berikutnya

JD.ID tidak sendirian…