Buntut Pembelian Saham GoTo Oleh Telkomsel, Erick Thohir Pilih Tutup Mulut

GoTo Erick Thohir

Selular.ID – Pembelian saham GoTo oleh Telkomsel terus menimbulkan polemik. Apalagi belakangan induk usahanya Telkom melaporkan kerugian yang belum terealisasi sebesar Rp881 miliar per kuartal I/2022.

DPR bahkan membentuk panitia kerja (panja) yang khusus membahas soal investasi saham perusahaan pelat merah di PT GoTo. Dalam panja yang digelar Selasa (14/6), hadir jajaran direksi PT Telkom dan Telkomsel.

Seperti dilaporkan BBC News Indonesia (15/6), salah satu anggota Panja, Deddy Yefri, mengatakan setidaknya ada empat hal yang didalami.

Pertama, untuk melihat apakah investasi Telkomsel di GoTo menggunakan perhitungan bisnis yang valid.

Kedua, apakah investasi tersebut sudah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Ketiga, panja ingin mengetahui apakah ada konflik kepentingan dalam proses investasinya.

Dan keempat, ingin mengetahui sejauhmana dampak positif investasi ini pada keberlangsungan usaha Telkomsel.

Baca Juga: 5 Faktor Penyebab IPO GoTo Bisa Gagal Dulang Dana Rp17,99 Triliun

Berdasarkan paparan Telkom dan Telkomsel, Deddy menilai keputusan berinvestasi di GoTo murni pertimbangan bisnis yaitu ingin mendigitalisasi pelayanan dan perdagangan di masa depan.

“Dari pertemuan itu terjawab bahwa setelah Telkomsel membeli saham GoTo -meskipun dengan harga yang lebih murah dari investor lain- tapi banyak perusahaan besar masuk. Seperti Temasek, Yahoo dan beberapa perusahaan internasional lain,” tutur Deddy Yefri kepada BBC News Indonesia.

“Jadi itu (investasi) kita sudah membuktikan dari sisi bisnis penilaiannya sudah layak. Proses investasi ini sudah sesuai dengan prosedur yang ada. Dari keterangan mereka bahwa prosesnya sejak 2018.”

“Yang memimpin penilaian investasinya adalah pemegang saham minoritas, karena mereka punya kepentingan menjamin prosedur dan prosesnya benar,” papar Deddy.

Terkait tudingan konflik kepentingan, dia menilai hal itu tidak ada. Sebab urusan investasi Telkomsel ke GoTo tidak sampai ke Kementerian BUMN.

“Investasi ini berhenti di Telkom. Dan karena penilaiannya dilakukan pemegang saham minoritas saya ragu ada hengki pengki [penyelewengan] di situ”, pungkas Deddy Yefri.

Baca Juga: Investor Asing Borong Saham GoTo Rp292,73 Miliar Buat Telkom Tergeser

Halaman beriktunya

Ada Peran Erick Thohir dan Wishnutama…