Akankah Leica Menjadi Kartu Truf Xiaomi Bersaing di Segmen Premium?

Gandeng Leica, Xiaomi Janjikan Kamera Smartphone Ekstrem

Perjuangan Xiaomi untuk mencuri pasar Apple dan Samsung di segmen premium, tentunya masih memerlukan pembuktian.

Di sisi lain, bukan cuma Xiaomi yang mengincar pasar tersebut. Dua kompatriotnya, Vivo dan Oppo juga bertekad menjadi pilihan konsumen di pasar yang sama.

Untuk memperkuat persepsi konsumen akan kualitas kamera, Oppo bahkan menggandeng produsen kamera Hasselblad. Begitu pun dengan Vivo yang bermitra dengan Carl Zeiss.

Meski menghadapi pesaing yang tak mudah ditaklukkan, peluang itu sangat terbuka. Pasalnya, selain pasar yang masih terbuka lebar, Xiaomi sudah mempersenjatai diri dengan produk yang mumpuni.

Tengok saja Xiaomi seri 12 diluncurkan di China akhir tahun lalu. Menyasar segmen premium, tiga smartphone Xiaomi seri 12, berjalan pada prosesor Android tercepat, Snapdragon 8 Gen 1.

Di sektor kamera, Xiaomi 12 Pro hadir dengan lensa utama 50MP, lensa ultra lebar 50MP, dan lensa telefoto 50MP. Sedangkan Xiaomi 12 dan Xiaomi 12X memiliki fitur lensa utama 50MP, lensa ultra lebar 13MP, dan lensa makro 5MP.

Kini senjata Xiaomi untuk menggaet konsumen di segmen premium bertambah kuat, saat vendor menjalin kemitraan dengan Leica.

Baca Juga: Inikah Ponsel Pertama Xiaomi Bermerek Leica?

Seperti diketahui, pada 25 Mei 2022, Xiaomi secara resmi mengumumkan kerjasama dengan produsen kamera terkemuka asal Jerman itu. Kolaborasi keduanya, menyusul berakhirnya kemitraan antara Huawei dan Leica pada akhir Maret 2022.

Meski telah menjalin kerjasama, kedua perusahaan belum menyebut smartphone apa yang akan mereka luncurkan. Beberapa rumor mengatakan perangkat tersebut adalah Xiaomi 12 Ultra.

Dalam keterangan resminya, CEO Xiaomi, Lei Jun hanya mengatakan, baik Xiaomi dan Leica bersemangat untuk membawa fotografi selular ke tahap yang berikutnya.

“Xiaomi berfokus untuk menciptakan pengalaman pengguna terbaik, dan selalu berharap untuk mengeksplorasi kemampuan fotografi smartphone secara ekstrem,” kata Lei Jun.

Keputusan Xiaomi menggandeng Leica, tentu bisa menjadi pembeda. Pasalnya, pengalaman Huawei membuktikan kolaborasinya dengan Leica mampu mengangkat penjualan secara signifikan.

Menengok ke belakang, kolaborasi yang diberi label “Huawei Co-Engineered with Leica”, menelurkan varian P9 Series (P9, P9 Plus), smartphone dual camera yang diluncurkan pada 2016.

Seperti sudah diduga, co-branding Huawei dengan Leica ternyata menjadi senjata ampuh yang mampu menarik konsumen.

Meski sempat menuai kritik dari beberapa pihak yang mempertanyakan kontribusi Leica untuk modul kamera pada P9 (lensa tidak diproduksi sendiri oleh Leica), respons pasar tetap positif dengan berhasilnya smartphone ini menembus penjualan di atas 10 juta unit, hanya beberapa bulan setelah peluncurannya.

Tingginya permintaan P9 pada akhirnya mengatrol popularitas Huawei dan mendorong penjualan dengan angka yang sangat signifikan. Tercatat pada akhir 2016, Huawei mampu menjual lebih dari 140 juta unit ponsel di seluruh dunia.

Kehadiran P9 Series dengan Leica di dalamnya, terbukti menjadi momentum kesuksesan Huawei di pasar global. Untuk memperkuat cengkramannya, Huawei juga menyematkan Leica pada seri flagship lainnya, yaitu Mate Series.

Namun kisah sukses Huawei harus berakhir. Vendor yang berbasis di Shenzhen itu, mengkonfirmasi bahwa kemitraannya dengan Leica kini telah berakhir, menjadikan Huawei P50 sebagai ponsel Huawei terakhir yang menyertakan keahlian Leica dalam sistem kamera.

Sementara pengalaman kamera tetap spektakuler dan sebanding dengan yang terbaik dari Apple, Samsung, dan Google, namun pembatasan yang ditempatkan pada Huawei oleh pemerintah AS, kemungkinan telah membuat kemitraan menjadi tidak menarik bagi kedua belah pihak.

Baca Juga: Cerai dari Huawei, Leica Gandeng Xiaomi

Kini publik di seluruh dunia, menunggu hadirnya Xiaomi 12 Ultra yang dijadwalkan melenggang pertama kali di pasar pada Juli mendatang. Apakah embel-embel Leica yang disematkan pada body Xiaomi 12 Ultra akan mampu menarik lebih banyak konsumen premium?

Mampukah Xiaomi mengulang kesuksesan yang pernah diraih Huawei saat menggandeng Leica? Waktu yang kelak membuktikan.