Selular.ID -

Xiaomi Soroti AI dan Keberlanjutan dalam Laporan ESG 2025

BACA JUGA

Selular.ID – Xiaomi merilis laporan tahunan Environmental, Social, and Governance (ESG) 2025 yang menyoroti penguatan investasi teknologi, pengembangan kecerdasan buatan (AI), keamanan data, hingga strategi keberlanjutan lingkungan dalam ekosistem “Human × Car × Home”.

Laporan ESG kedelapan tersebut diumumkan di Beijing, Tiongkok, pada 12 Mei 2026 dan menjadi bagian dari upaya perusahaan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis dan pengembangan teknologi.

Dalam laporan itu, Xiaomi menyebut pengeluaran riset dan pengembangan (R&D) perusahaan sepanjang 2025 mencapai RMB 33,1 miliar.

Jumlah personel R&D juga tercatat mencapai 25.457 orang atau sekitar 45% dari total tenaga kerja perusahaan. Investasi tersebut difokuskan untuk memperkuat pengembangan teknologi inti, termasuk AI, kendaraan listrik, perangkat pintar, dan sistem operasi terintegrasi.

Xiaomi menjelaskan bahwa strategi AI perusahaan kini mengandalkan pendekatan “foundation models + scenario-based derivative models”, yakni kombinasi model dasar AI dengan model turunan yang dirancang khusus untuk kebutuhan penggunaan tertentu.

Pendekatan ini diterapkan untuk memperkuat integrasi ekosistem perangkat pintar perusahaan yang menghubungkan smartphone, kendaraan listrik, dan perangkat rumah tangga pintar.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Baru-baru ini, Xiaomi juga memperkenalkan tiga large language model atau model AI besar mandiri, yakni Xiaomi MiMo-V2-Pro, Xiaomi MiMo-V2-Omni, dan Xiaomi MiMo-V2-TTS.

Menurut perusahaan, model Xiaomi MiMo-V2-Pro sempat menempati posisi pertama dalam volume permintaan mingguan di platform API global OpenRouter hanya dalam sepekan setelah diluncurkan.

Selain fokus pada AI, Xiaomi juga menyoroti penguatan tata kelola dan keamanan data. Perusahaan menyebut telah mengadopsi konsep “Trustworthy AI” yang mengacu pada pedoman Ethical Guidelines for Trustworthy Artificial Intelligence dari Uni Eropa.

Pendekatan tersebut digunakan untuk memastikan pengembangan AI berjalan dengan prinsip privasi, keamanan, transparansi, dan inklusivitas.

Di sisi perlindungan data, Xiaomi menyatakan seluruh fasilitas operasi teknis perusahaan telah memperoleh sertifikasi ISO 27001 untuk sistem manajemen keamanan informasi dan ISO 27701 untuk sistem manajemen informasi privasi.

Xiaomi juga mengembangkan sistem keamanan perangkat bernama MiTEE yang dirancang untuk melindungi data sensitif pengguna langsung di perangkat.

 

Sistem MiTEE bekerja melalui lingkungan terisolasi sehingga data seperti template wajah, kredensial pembayaran, token akun, hingga kunci digital kendaraan tidak keluar dari perangkat pengguna.

Untuk pengelolaan data lintas perangkat, Xiaomi menerapkan empat prinsip utama, yakni Authorization First, End-to-End & No Trace, Consistent Protection, dan Secure Link.

Pada aspek keberlanjutan lingkungan, Xiaomi menyebut telah memperluas penggunaan material daur ulang pada berbagai lini produk.

Beberapa smartphone seperti Xiaomi 15T Series dan REDMI K90 kini menggunakan komponen mid-plate berbahan 100% aluminium daur ulang. Sementara rumah charger smartphone disebut telah mengandung 30% plastik post-consumer recycled (PCR).

Komitmen serupa juga diterapkan pada lini kendaraan listrik perusahaan. Xiaomi YU7 Series dilaporkan menggunakan 14,2% aluminium daur ulang, sedangkan Xiaomi SU7 Series mencapai 19%.

Dalam laporan ESG tersebut, Xiaomi juga menyoroti inovasi teknologi hemat energi, termasuk teknologi Ultra-Low Standby Power Consumption untuk charger 100W yang diklaim mampu menghemat ratusan juta kilowatt-jam listrik standby setiap tahun.

Perusahaan juga mengurangi penggunaan expanded polystyrene (EPS) pada kemasan produk lemari es, yang disebut mampu memangkas konsumsi EPS tahunan hingga hampir 310 ton.

 

Di sektor ekonomi sirkular, Xiaomi mencatat lebih dari 2 juta smartphone bekas telah didaur ulang melalui program trade-in selama 2025.

Program tersebut kini telah diperluas ke 24 negara dan wilayah, mencakup layanan daur ulang smartphone, TV, smartwatch, skuter elektrik, dan berbagai perangkat elektronik lain.

Xiaomi juga menyatakan terus mempercepat pengurangan emisi karbon sesuai target jalur 1,5 derajat Celsius dalam Perjanjian Paris.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengalihan logistik dari transportasi udara ke jalur laut dan kereta api yang diklaim berhasil mengurangi sekitar 2.471 ton emisi karbon dioksida sepanjang 2025.

Selain itu, perusahaan mengalokasikan lebih dari 40 juta kWh listrik hijau pada 2025, meningkat lebih dari sepuluh kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Xiaomi Smart Home Appliances Factory juga disebut mulai mengintegrasikan panel surya atap untuk mendukung pasokan energi rendah karbon di fasilitas produksi.

Melalui laporan ESG 2025, Xiaomi menunjukkan strategi pengembangan teknologi perusahaan kini semakin dikaitkan dengan efisiensi energi, keamanan digital, serta penguatan ekonomi sirkular.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas ekosistem teknologi terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada inovasi perangkat, tetapi juga keberlanjutan jangka panjang.

Baca Juga: Xiaomi EV Catat Lonjakan Penjualan, Siapkan YU7 GT

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU