Fintech Lending Berikan Gairah Keberlangsungan UMKM Selama Pandemi?

Fintech Lending Berikan Gairah Keberlangsungan UMKM Selama Pandemi?
Fintech Lending Berikan Gairah Keberlangsungan UMKM Selama Pandemi?

Selular.ID – Hasil riset Tenggara Strategics menyatakan akses pembiayaan yang difasilitasi oleh pembiayaan fintech lending disebut-sebut mampu mendukung keberlangsungan bisnis pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), selama pandemi sejak 2020 hingga 2021.

Dari aspek keuangan atau ekonomi, disebutkan pembiayaan fintech lending seperti Investree membantu pelaku UMKM tetap beroperasi sekaligus meningkatkan pendapatan.

Sebanyak 96% Borrower Investree dari segmen mikro–atau Borrower dengan jumlah pinjaman kurang dari Rp4,5 juta per tahun dapat mempertahankan atau meningkatkan pendapatannya selama masa pandemi.

Setelah pinjamannya disalurkan melalui Investree, 21% Borrower dari segmen small/kecil–atau Borrower dengan jumlah pinjaman kurang dari Rp5,5 miliar per tahun–dan 62% Borrower dari segmen medium/menengah, atau Borrower dengan jumlah pinjaman lebih dari Rp5,5 miliar per tahun mampu menciptakan lapangan pekerjaan pada masa pandemi (1.407 dan 1.175 secara berurutan).

Baca Juga:Investree Catat Kenaikan Investor Perempuan Sebesar 55%

Hal tersebut diungkapkan, Riyadi Suparno, Executive Director Tenggara Strategics menurutnya, temuan ini menarik sekaligus memperkuat gagasan bahwa alternatif pembiayaan fintech lending memberikan dampak positif bagi ketahanan bisnis UMKM.

Selama pandemi Covid-19 berlangsung, mayoritas pelaku UMKM mengalami penurunan pendapatan sebagai pengaruh dari permintaan yang menurun. Akibatnya, pelaku UMKM seringkali harus bertahan dengan mengurangi jumlah sumber daya manusia yang dipekerjakan oleh mereka.

“Untungnya, akses pembiayaan yang difasilitasi oleh perusahaan fintech lending dapat membantu dan mendukung pelaku UMKM dalam meningkatkan pendapatan mereka. Tak hanya itu, pelaku UMKM bahkan berhasil menambah lapangan pekerjaan atau mempertahankan tenaga kerja.” ujar Riyadi.

Menurut hasil riset Tenggara, akses pembiayaan yang disediakan oleh Investree juga meningkatkan inklusi keuangan, di mana 39% dari para Borrower mendapatkan pinjaman pertama mereka dari platform fintech lending seperti Investree.

Selain itu, pembiayaan melalui Investree juga mendorong para UMKM menciptakan inovasi dalam bisnis mereka. Lebih dari 80% Borrower Investree dari segmen mikro, kecil, dan menengah mampu berpindah ke industri baru selama pandemi.

Serta lebih dari 70% Borrower Investree dari segmen mikro, kecil, dan menengah mampu menambah produk atau jasa baru selama pandemi.

Sari Suryanti, Direktur PT Gesits Bali Pratama yang juga Borrower Investree menambahkan, dukungan pembiayaan dari layanan keuangan alternatif seperti fintech lending sangat diperlukan dalam masa-masa sulit ini. Menurut data Bappenas tahun 2020, sebanyak 98% pelaku UMKM di Indonesia mengalami penurunan pendapatan.

Adrian Gunadi, Co-Founder & CEO Investree, menambahkan, hasil riset Tenggara Strategics pembiyaan yang difasilitasi oleh perusahaan fintech lending menjadi bukti nyata UMKM jadi lebih tangguh.

“Ke depannya, kami berharap Investree dan pemain fintech lending lainnya dapat terus berkontribusi bagi pertumbuhan UMKM melalui akses pembiayaan mudah, cepat, dan terjangkau.” Tutur Adrian.

Baca Juga:Investree Hadirkan Pembiayaan Syariah untuk Pedagang Online

Riset ini menggunakan metode penelitian campuran yang menggabungkan penelitian kuantitatif berupa survei dan penelitian kualitatif berupa wawancara mendalam untuk pengumpulan data.

Sudah diwawancarai 275 Borrower Investree di seluruh Indonesia yang menerima pinjaman selama pandemi. Sampel dipilih untuk mewakili peminjam di seluruh jenis dan segmen pinjaman.