5 Tren yang Bakal Mendorong Bisnis Indonesia di Era Digital

Bisnis di Era Digital

Selular.ID – Transformasi digital dan adopsi teknologi yang terus meningkat selama dua tahun terakhir telah mengubah cara masyarakat hidup dan bekerja.

Cisco melihat bahwa Bisnis semakin dituntut untuk menjadi tangguh dan cepat di Era Digital, serta bagaimana setiap individu kini sangat mengekedankan fleksibilitas, pilihan, dan inklusivitas lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Mulai dari meroketnya penggunaan aplikasi dan adopsi telehealth hingga teknologi yang memungkinkan model kerja hybrid, bisnis terus berinovasi untuk mengikuti perubahan.

Sebagai catatan kunci kini untuk mendorong ekonomi digital adalah melalui peningkatan infrastruktur digital dan adopsi digital yang inklusif untuk semua.

Baca juga: 4 Catatan Penting Sebelum Menerapkan Artificial Intelligence Pada Bisnis

Dari transformasi infrastruktur TI dan jaringan, memungkinkan cakupan yang luas untuk sistem kerja di masa depan, konektivitas yang aktif dan keamanan menyeluruh.

Berikut adalah lima tren yang akan memperkuat masa depan yang inklusif dan mendorong pertumbuhan bisnis di Indonesia dan masyarakat di tahun 2022.

  1. Model kerja hybrid akan terus ada

Bisnis perlu memastikan karyawan bekerja dengan lancar dan aman terlepas dari lokasi dan perangkat mereka.

Dengan memiliki alat yang menunjang, kolaborasi yang tepat tak dipungkiri maka dapat meningkatkan produktivitas dan mendorong inklusivitas.

Utamanya, pekerjaan hybrid harus inklusif untuk semua dan teknologi dapat memberikan banyak manfaat bagi para karyawan dan perusahaan.

Baca juga: Dorong Digitalisasi Bisnis, Smartfren Siapkan Solusi Smart Workspace

Baik itu mempermudah proses melalui otomatisasi atau memberdayakan budaya kerja yang lebih inklusif dan kolaboratif melalui solusi cloud, peningkatan penggunaan teknologi merupakan dasar keberhasilan jangka panjang dari pengaturan kerja yang fleksibel.

Pekerjaan hybrid adalah upaya kolaborasi antara tim TI, SDM dan fasilitas yang harus memastikan teknologi, budaya dan tempat kerja fisik selaras untuk memberikan hasil terbaik.

  1. Full-Stack Observability menjadi pusat perhatian bagi praktisi TI.

Tak dipungkiri bisnis di era digital perlu mengambil pendekatan lintas arsitektur teknologi dan terintegrasi ke seluruh infrastruktur TI dan jaringan.

Lingkungan hybrid dan terdistribusi saat ini membutuhkan dukungan dan penyelarasan seluruh infrastruktur TI.

Bisnis perlu mengambil pendekatan lintas-arsitektur teknologi dan terintegrasi ke seluruh infrastruktur TI dan jaringan mereka untuk memastikan akses yang mulus dan aman, keamanan edge-to-edge, dan pusat data yang dimodernisasi.

Dengan pesatnya adopsi teknologi selama dua tahun terakhir, bisnis harus meninjau strategi transformasi digital mereka untuk memastikan bahwa infrastruktur TI mereka modern, terintegrasi dan andal.

  1. Keamanan siber menjadi dasar dari semua usaha digitalisasi

Dengan peningkatan konektivitas dan adopsi digital yang masif, keamanan siber harus menjadi inti dari semua upaya digitalisasi.

Bisnis di era digital harus memprioritaskan postur keamanan yang kuat yang menopang setiap upaya digitalisasi pada tahun 2022 dan memastikan bahwa keamanan siber adalah inti dari arsitektur teknologi organisasi.

Menurut laporan Cisco Future of Secure Remote Work 2020, 78% organisasi di Indonesia mengalami lonjakan sebesar 25% atau lebih dalam ancaman atau peringatan siber sejak awal adanya COVID-19.

Baca juga: Deretan Aplikasi & Tools Cocok Untuk Kemajuan Bisnis Secara Gratis

Dengan area sasaran serangan yang diperluas saat ini karena semakin banyak pengguna dan perangkat yang terhubung ke aplikasi perusahaan, organisasi perlu meningkatkan keamanan dan membangun kewaspadaan yang lebih besar, dengan mengaktifkan akses yang aman dan melindungi data dan penguna dari jaringan, sampai ke titik akhir dan cloud.

Salah satu model keamanan yang esensial dan akan mendominasi tahun 2022 adalah Secure Access Service Edge (SASE).

Sebagai as-a-service-model berbasis cloud, SASE menggabungkan fungsi jaringan dan keamanan yang komprehensif untuk menyediakan akses edge-to-edge dengan kuat dan aman yang mencakup pusat data (data center), ‘kantor jarak jauh’, aplikasi, dan lainnya.

Sejalan dengan pengembangan, ini akan menjadi kunci dalam membangun ketahanan yang lebih besar terhadap lanskap ancaman siber yang terus berkembang.

Baca selanjutnya
Membangun talenta digital