Cerita ZTE yang Akhirnya Terbebas Dari Sanksi AS

ZTE Sanksi AS

Selular.ID – Raksasa China ZTE menerima putusan yang menguntungkan dari pengadilan AS dalam sidang terkait dengan dugaan penipuan visa. Pengadilan setempat memutuskan untuk mengangkhiri masa percobaan yang dikenakan otoritas AS kepada perusahaan itu sejak lima tahun terakhir.

Dalam sebuah pernyataan, ZTE menjelaskan pengadilan menyarankan bahwa hakim telah menolak untuk mencabut masa percobaannya atau menjatuhkan hukuman apa pun dalam sidang penipuan visa.

Sementara ZTE tidak didakwa dalam kasus visa, Reuters melaporkan sidang diadakan untuk menilai apakah masalah tersebut merupakan pelanggaran masa percobaan.

Periode pengawasan merupakan bagian dari penyelesaian yang disepakati ZTE dengan otoritas AS pada tahun 2017 setelah mengakui melanggar sanksi perdagangan yang mencakup Iran, yang juga mengakibatkan perusahaan tersebut didenda dalam jumlah yang signifikan.

Baca Juga: ZTE Ungkap Langkah Penting Evolusi Provider Telco di Big Data

Atas permintaan ZTE, perdagangan sahamnya di bursa saham Hong Kong dihentikan saat pasar dibuka, tetapi dilanjutkan pada sore hari setelah keputusan diumumkan.

Melongok ke belakang, ZTE menjadi langganan sanksi oleh Amerika Serikat. Dimulai dengan sanksi keras yang dijatuhkan oleh Departemen Perdagangan AS pada awal 2018.

Vendor jaringan dan perangkat telekomunikasi yang berbasis di Shenzhen itu, dinilai tidak mematuhi perjanjian perdagangan dengan mengirim barang serta teknologi ke Iran dan Korea Utara secara ilegal.

Hukuman yang diberikan berupa larangan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menjual komponen peralatan telekomunikasi kepada ZTE, selama tujuh tahun.

Imbas dari keputusan tersebut, ZTE menelan kerugian hingga US$ 2 miliar. ZTE bahkan diwajibkan membayar penalti USD 1,19 miliar. Besarnya denda membuat ZTE nyaris kolaps.

Beruntung, ZTE memperoleh kredit senilai CNY30 miliar (US$ 4,7 miliar) dari Bank of China dan US$ 6 miliar dari cabang Bank Pembangunan China, Shenzhen. Dana tersebut menjadi modal bagi ZTE untuk kembali pulih dari kerasnya sanksi AS.

Namun, pasca sanksi yang dijatuhkan karena dinilai terlibat perdagangan ilegal dengan Iran dan Korea Utara, AS kembali menempatkan ZTE sebagai sasaran bersama sederet perusahaan China lainnya.

Baca Juga: ZTE Siapkan Mini PC Berbasis Cloud, Bobotnya Hanya Seberat Ponsel Pintar

Halaman berikutnya

ZTE Masuk Dalam Daftar Hitam